MURABBI RUHINA

oleh -5.654 views

Dalam kitab “Fathu al-Bari” karya Syaikh Ibnu Hajar al-Asqolani Syarah dari kitab Shahih al-Bukhariy bab:

العلم قبل القول والعمل

“Ilmu, sebelum menyampaikan dan mengamalkannya.”

Mengutip pendapat Ibnu ‘Abbas ra Syaikh al-Bukhariy mengatakan:

وقال ابن عباس: ﴿كُونُوا رَبَّانِيِّينَ﴾ [آل عمران: ٧٩] حكماء فقهاء. ويقال: الرياني الذي يربي الناس بصغار العالم قبل كباره.

“Dan Ibnu ‘Abbas berkata: Ayat:

﴿كُونُوا رَبَّانِيِّينَ﴾ [آل عمران: ٧٩]

Artinya, “Jadilah kalian orang-orang rabbani.” (QS. Ali ‘Imran: 79), artinya adalah orang bijaksana lagi fakih. Ada yang berpendapat: Rabbani adalah orang yang membimbing manusia dengan ilmu -ilmu dasar sebelum mengajarkan yang lebih tinggi.

Kemudian di halaman berikutnya Syaikh Ibnu Hajar al-Asqolaniy yang mempunyai nama lengkap al-Imam Syihafuddin Abi al-Fadhal Ahmad bin Muhammad Ibnu Hajar al-Asqolaniy (w. 852 h) menjelaskan maksud dari pendapat Ibnu Abbas ra tersebut dengan lugas dan detail. Beliau berkata:

قوله: ( وقال ابن عباس ) كذا التعليق وصله ابن أبي عاصم أيضا بإسناد حسن، والخطيب بإسناد آخر حسن. وقد فسر ابن عباس: “الرباني” بأنه الحكيم الفقيه، ووافقه ابن مسعود فيما رواه إبراهيم الحربي في غريبه عنه بإسناد صحيح، وقال الأصمعي والإسماعيلي الرباني نسبة إلى الرب أي: الذي يقصد ما أمره الرب بقصده من العلم والعمل، وقال ثعلب قيل للعلماء ربانيون لأنهم يربون العلم أي: يقومون به، وزيدت الألف والنون للمبالغة. والحاصل أنه اختلف في هذه النسبة هل هي نسبة إلى الرب أو إلى التربية، والتربية على هذا للعلم ، وعلى ما حكاه البخاري لتعلمه. والمراد بصغار العلم ما وضح من مسائله، وبكباره ما دق منها. وقيل يعلمهم جزئياته قبل كلياته، أو فروعه قبل أصوله، أو مقدماته قبل مقاصده. وقال ابن الأعرابي: لا يقال للعالم رباني حتى يكون عالما معلما عاملا.

“Pengertian dari kata: (Ibnu Abbas berkata) adalah begitu juga footnote (catatan kaki) yang telah disampaikan Ibnu Abi Ashim dengan sanad yang shahih dan al-Khatib dengan sanad lain yang hasan. Ibnu Abbas ra telah menafsiri kata “الرباني” dengan arti pembimbing yang bijaksana dan fakih. Pendapat ini sefaham dengan apa yang sampaikan Ibnu Mas’ud ra dalam keterangan yang disampaikan oleh Ismail al-Harbiy dalam hadits gharibnya dari Ibnu Mas’ud ra dengan yang sanad shahih. Al-Asmu’iy dan Isma’iliy mengatakan: kata “الرباني” dinisbatkan pada Tuhan, yaitu orang yang mempunyai tekat kuat untuk melaksana apa yang telah diperintahkan Tuhan berupa ilmu dan pengamalan. Sa’lab berkata: Dikatakan bagi para ulama kata “ربانيون” karena mereka pembimbing ilmu (orang yang menegakkan ilmu) dan dibubuhkan huruf Alif dan Nun memberi faidah Mubalaghah (pernyataan melebihkan).

Adapun yang maksud dengan kecil-kecilnya ilmu (ilmu-ilmu dasar) adalah ilmu yang telah gamblang permasalahan-permasalahannya, sedangkan yang dimaksud besar-besarnya ilmu (ilmu yang lebih tinggi) adalah ilmu yang rumit permasalahan-permasalahannya. Dikatakan bahwa dimaksud adalah mengajarkan mereka dengan perincian-perincian ilmu sebelum mengajarkan mereka ilmu yang secara global. Alhasil, bahwa dalam penisbatan ini terjadi perbedaan pendapat dari kalaangan ulama. Apakah kata “الرباني” dinisbatkan pada Tuhan atau pada pendidikan? Sedangkan pendidikan menurut pada ini diarah pada pendidikan ilmu. Sementara menurut apa yang paparkan Imam al-Bukhari diarahkan pada pembelajaran ilmu atau mengajar cabang-cabang ilmu sebelum asal-asalnya atau pembuka ilmu sebelum pembahasan inti. Ibnu A’rabiy mengatakan: “Jangan katakan pada orang yang berilmu, Rabbani (رباني) sehingga ia benar-benar alim, mengajar dan mengamalkannya.”

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh al-Imam Syihafuddin Abi al-Fadhal Ahmad bin Muhammad Ibnu Hajar al-Asqolaniy | Fathu al-Bari Syara Shahih al-Bukhariy| Darul al-Kutub al-Ilmiyah 1971 Bairut—Lebanon juz 1 halaman 147-148.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.