BUKTI-BUKTI CINTA PARA SAHABAT PADA NABI MUHAMMAD SAW (1)

oleh -446 views

Syaichona.net- Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Abi Bakr bin Abdul Malik al-Qasthalaniy al-Qutaibiy al-Mishri dalam kitabnya al-Muwahibu al-Ladunniyah al-Muhammadiyah mengatakan:

Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra pernah ditanya: “Bagaimana cintamu pada Rasulullah ﷺ? Beliau menjawab: ”

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أحب إلينا من أموالنا، وأولادنا وآبائنا وأمهاتنا، ومن الماء البارد على الظمأ.

“Rasulullah ﷺ lebih kami cintai dari pada harta, anak, bapak dan ibu kami dan dari pada air dingin saat dahaga”.

Al-Malla’u Ali al-Qariy al-Harawiy al-Hanafiy (w. 1014 h) saat memberi komentar kitab Asy-Syifa bi Ta’rifi Huquqi Musthafa karya al-Qadhiy ‘Iyadh (w. 544 h) juga mengatakan:

روي أن رجلًا أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله لأنت أحب إلي من أهلي ومالي، وإني لأذكرك فما أصبر حتى أجيء فأنظر إليك، وإني ذكرت موتي وموتك فعرفت أنك إذا دخلت الجنة رفعت مع النبيين، وإن دخلتها لا أراك، فانزل الله تعالى: {وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا} [النساء: 69] فدعا به فقرأها عليه.

“Diriwayatkan, bahwa ada seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh engkau adalah orang yang lebih saya cintai dari pada saya dan harta saya, dan sebenarnya saya mengingatmu, maka saya tidak sabar sehingga saya datang untuk melihatmu. Dan sesungguhnya aku membayangkan akan (tempat setelah) kematianku dan kematianmu. Lalu saya tahu bahwa engkau, jika masuk surga kelak akan diangkat (ke surga paling atas) bersama para Nabi, dan jika saya masuk surga, saya tidak bisa melihatmu ”. Maka Allah ﷻ menurunkan Ayat:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا} [النساء: 69]

“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad ﷺ), maka mereka itu akan bersama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah ﷻ, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah karib yang sebaik-baiknya.” (An-Nisa: 69). Lantas Rasulullah ﷺ medoakannya dan membacakan ayat yang baru saja turun. (Hadits ini diriwayatkan dari dari at-Thabraniy dan Ibnu Mardawih dari Sayyidah ‘Aisyah dan Ibnu Abbas ra).

وفي حديث آخر كان رجل عند النبي صلى اللّٰه عليه وسلم ينظر إليه لا يطرف فقال : ما بالك؟ قال : بأبي أنت وأمي أتمتع من النظر إليك فإذا كان اليوم القيامة رفعك اللّٰه بتفضيله فأنزل اللّٰه الآية وفي حديث أنس رضي اللّٰه عنه : من أحبني كان معي في الجنة .

Dalam hadist lain disebutkan bahwa ada seorang lelaki di samping Nabi ﷺ memandanginya tanpa berkedip. Nabi pun bertanya, “Ada apa denganmu?” Lantas lelaki itu menjawab, “Demi Allah ﷻ, aku merasa nikmat memandangimu. Ketika hari kiamat Allah ﷻ meninggikanmu dengan angurah-Nya.” Kemudian Allah ﷻ menurunkan ayat tersebut. Dalam hadist Anas bin Malik ra, “Barang siapa mencintaiku kelak bersamaku di surga.”

Syaikh Muhammad az-Zarqaniy (w. 1122 h) dalam Syarah az-Zarqaniy ala al-Muwahibu al-Ladunniyah al-Muhammadiyah menambahkan:

وذكره البغوي في تفسيره بلفظ: نزلت -أي الآية- في ثوبان مولى رسول الله صلى الله عليه وسلم، وكان شديد الحب لرسول الله صلى الله عليه وسلم قليل الصبر عنه، فأتاه ذات يوم وقد تغير لونه يعرف الحزن في وجهه، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ما غير لونك”؟ فقال يا رسول الله، ما بي من مرض ولا وجع غير أني إذا لم أرك استوحشت وحشة شديدة حتى ألقاك، ثم ذكرت الآخرة، فأخاف أن لا أراك؛ لأنك ترفع مع النبيين، وأني إن دخلت الجنة في منزلة أدنى من منزلتك، وإن لم أدخل الجنة لا أراك أبدًا، فنزلت هذه الآية، وكذا ذكره الواحدي في “أسباب النزول”، وعزاه الكلبي عن ثوبان.

“Dan Imam al-Baghawiy dalam tafsirnya menyebutkan: “Ayat ini turun pada Tsawban ra [1] budak yang pernah dimerdekan Rasulullah ﷺ. Ia sangat mencintai Rasulullah ﷺ dan tidak bisa bersabar jika jauh dari Rasulullah ﷺ. Suatu hari ketika beliau menghadapi Rasulullah ﷺ, raut wajahnya berubah dan tampak sedih. Lantas Rasulullah ﷺ bertanya: “Apa yang menyebabkan perubahan di wajahmu?”

Tsawban ra menjawab: “Wahai Rasulullah! Saya tidak sakit, tidak juga mempunyai penyakit, selain jika saya tidak dapat melihat Tuan dalam waktu lama, maka rasa takut (kehilangan Tuan) semakin memuncak sebelum saya dapat berjumpa dengan Tuan. Kemudian ketika saya teringat akan akhirat, saya dihantui rasa takut jangan-jangan saya tidak akan dapat melihat Tuan nanti, karena tuan akan diangkat bersama para Nabi lainnya dan jika saya masuk surga, tempat saya akan sangat jauh di bawah tempat Tuan. Jika saya tidak masuk surga, Maka saya tidak akan pernah dapat melihat Tuan lagi.” Begitu kisah hadits yang disampaikan Syaikh al-Wahidiy [2] dalam kitabnya Asbabu al-Nuzul, al-Kalibiy [3] menisbatkan riwayat hadits ini dari Tsawban ra. Waallahu A’lamu

________
[1] Tsawban adalah budak yang dimerdekan Nabi. Nama lengkapnya Tsawban bin Bujdud di juluki Tsawban an-Nabawiy dan nama kunyah Abu Abdullah wafat pada tahun 54 h di Hosh (حمص) Suriyah.

[2] Al-Wahidiy nama lengkapnya Abu al-Hasan Ali bin Ahmad bin Muhammad bin Ali al-Wahidiy an-Nasaiburiy asy-Syafi’i (w. 468 h)

[3] Al-Kalibiy nama lengkapnya Abu al-Mundzir Hisyam bin Muhammad bin as-Saib bin Basyar bin Amr bin al-Harits bin Abdul al-Harits al-Kalibiy (w. 204 h).

Penulis: Abdul Adzim

Referensi

✍️ Al-Malla’u Ali al-Qariy al-Harawiy al-Hanafiy| Syarhu Asy-Syifa bi Ta’rifi Huquqi Musthafa| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 2 hal 39-40.

✍️ Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Abi Bakr bin Abdul Malik al-Qasthalaniy al-Qutaibiy al-Mishri| al-Muwahibu al-Ladunniyah al-Muhammadiyah| Al-Maktabah asy-Syamilah al-Haditsiyah juz 2 hal 619.

✍️ Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Abdul Baqi Ahmad bin Yusuf bin Ahmad bin Syihafuddin bin Muhammad az-Zarqaniy al-Malikiy| Syarah az-Zarqaniy ala al-Muwahibu al-Ladunniyah al-Muhammadiyah| Al-Maktabah asy-Syamilah al-Haditsiyah juz 9 hal 83.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.