SANTRI SYAIKHONA KHOLIL YANG MENJADI PEJUANG KEMERDEKAAN RI DAN ULAMA BESAR DI NUSANTARA

oleh -391 views

Syaichona.net- Syaichona Moh. Cholil Bangkalan ulama kharismatik pada abad ke 19-20 M. Beliau alim dalam berbagai ilmu terutama dalam ilmu gramatika bahasa arab (Nahwu, Shorrof). selain alim ia juga seorang wali Allah yang karomahnya sudah masyhur. bahkan beliau merupakan (kiblat) titik sentral penempaan dan pembibitan para ulama, pejuang dan pahlawan pada zamannya. sehingga mendapat julukan sebagai sang maha guru ulama Nusantara.

Hampir ulama besar ternama di Indonesia merupakan santri dari Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. diantaranya adalah :

  • Hadratus Syaikh Hasyim Asyari

Pendiri Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, mendapat gelar panggilan Hadratus Syaikh (Guru Mulia). pendiri organisasi islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU) berdasarkan keputusan Presiden  Nomer. 29/1964, ia diakui sebagai pahlawan kemerdekaan nasional, dan putranya Wachid Hasyim merupakan perumus naskah pembukaan UUD 1945, pernah menjadi mentri negara, mentri agama dan juga pahlawan nasional. sedangkan cucunya KH. Abdurrahman Wachid, biasa di panggal Gus Dur merupakan Presiden RI ke-4.

  • KH. Wahab Chasbullah

Pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang . ia merupakan salah satu ulama pencetus pertama ide untuk menggagas berdirinya nahdlatul ulama, diangkat sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 November 2014. pengarang syiir ‘’Ya Lal Wathon’’ yang merupakan lagu ciri khas nahdlatul ulama dikarang pada tahun 1934. selain itu ia pernah menjadi Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah) ketika melawan penjajah Jepang. pada saat pertama kali  mondok kepada Syaichona Moh. Cholil ia dijuluki sebagai macan karena Syaichona Moh. Cholil mengetahui bahwa ia akan menjadi ulama besar dan ternyata terbukti dengan kepiawayannya dalam berdebat ia ditakuti oleh lawan dan disegani oleh kawan. sang pelopor diskusi para cendikiawan Taswirul Afkar (potret pemikiran) dan menjadi Rais Aam nahdlatul ulama kedua (1947-1971) setelah KH. Hasyim Asy’ari

  • KH. As’ad Syamsul Arifin

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo Asembagus Situbondo. ia merupakan salah satu tokoh berdirinya jam’iyah nahdlatul ulama. penyampai pesan (Isyarah) dari Syaichona Moh. Cholil kepada KH. Hasyim Asy’ari dalam mendirikan sebuah organisasi jam’iyah nahdlatul ulama dan pemrakarsa berdirinya Pesantren Tinggi Lembaga Kader Fuqoha (Ma’had Aly) diangkat sebagai pahlawan nasional pada tanggal 3 November 2016.

  • KH. Abdul Karim

Pendiri Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. seorang figur ulama yang selalu mengingat terhadap gurunya, menjelang wafatnya ia berpesan terhadap santri-santrinya untuk selalu mendoakan agar ia di akui santri Syaikhona Moh. Kholil “Dongak dongakno aku mati diakone santrine Kiai Kholil sebab lekku golek ilmu kawit durung baligh’’ (doakan aku mati diakui santrinya Kiai Kholil. Sebab sebelum baligh aku sudah menuntut ilmu). dan memiliki ribuan santri hingga sampai saat ini.

  • KH. Nawawi bin Noer Hasan

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. termasuk salah satu tokoh ulama perintis organisasi jam’iyah nahdlatul ulama. pesantrennya sangat berwibawa, memiliki ribuan santri dan sampai saat ini tetap berpegang teguh dengan prinsip salafnya. dan ia masih tergolong Famili dengan gurunya Syaikhona Moh. Kholil.

  • KH. Zainul Arifin Pohan

Ia dikenal sebagai ulama, politis, pejuang 1945, ketua DPR-GR (1960-1963). dan menjadi panglima tentara militer Hisbullah Masyumi. kemudian pasca proklamasi kemerdekaan ia bertugas mewakili partai Masyumi di Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), cikal bakal DPR-MPR, sambil terus memegang tampuk pimpinan Hizbullah yang sudah menjelma menjadi pasukan bersenjata. selama masa revolusi, selain mengikuti sidang-sidang BP KNIP yang berpindah-pindah tempat karena kegawatan situasi. dan memimpin gerakan-gerakan gerilya Laskar Hizbullah di Jawa Tengah dan Jawa Timur selama Agresi Militer I dan II, diangkat menjadi pahlawan kemerdekaan nasional pada tanggal 4 maret 1963.

  • KH. Bisri Syansuri

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar Jombang. Pendiri Syarikat Islam cabang Makkah. menjadi Rais Aam Nahdlatul Ulama ketiga pada tahun 1971-1980. dan termasuk anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) mewakili Masyumi, menjadi anggota Dewan Konstituante, ketua Majelis Syuro Partai Persatuan Pembangunan.

  • KH. Masykur

Ia banyak berkiprah di bidang politik dan kenegaraan. Merupakan salah satu tokoh penting dalam jaringan paramiliter santri dengan mengomando Laskar Sabilillah yang merupakan titik jaringan pejuang pesantren dari level kiai dan pengasuh pesantren. Laskar Sabilillah, berkoordinasi dengan Laskar Hizbullah pimpinan KH. Zainul Arifin. Menjadi Ketua 1 PB NU (1957-1959). Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PPP/Wakil Presiden PPP (1973- 1985). Menteri Agama RI (1953-1955). Anggota PPKI (1944). dan Biro Politik Kotrar (1962-1966).

  • KH. Ridwan Abdullah

Sosok kiai yang bakat dalam bidang lukisan, ia merupakan pencipta lambang nahdlatul ulama. dimasa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, ia ikut bergabung dalam barisan Sabilillah. pada tahun 1948, ikut berperang mempertahankan kemerdekaan RI hingga pasukannya dipukul mundur sampai ke Jombang.

  • Ir. H. Soekarno

Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Presiden Republik Indonesia (RI) pertama. biasa di panggil Bung Karno, jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Ia merupakan tokoh intelektual karismatik yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa penting pergerakan nasional. bahkan lewat orasi-orasinya, Soekarno berhasil membangkitkan semangat juang rakyat Indonesia untuk terbebas dari penjajahan. karena itulah Bung Karno mendapat julukan ‘Singa Podium’. selain itu ia juga mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari 26 Universitas didalam dan luar negeri.

Menurut penuturan KH. R. As’ad Syamsul Arifin dia diakui sebagai temannya. meskipun Bung Karno bukan resmi sebagai murid, namun ketika Bung Karna sowan ke Bangkalan, Syaikhona Moh. Kholil memegang kepala Bung Karno sambil meniupkan ubun-ubunnya.

  • KH. Ma’shum

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Lasem Rembang. umat Islam Nusantara, khususnya warga Nahdhiyyin tentu mengenal nama KH. Ma’shum atau lebih dikenal Mbah Ma’shum Lasem sebagai sosok Kyai yang alim dan banyak disegani oleh berbagai kalangan, Ia merupakan salah seorang dari muasis NU. M. Luthfi Thomafi menyebutkan peran KH. Ma’shum telah terlihat jauh sebelum NU berdiri. Ia terlibat sebagai guru pada forum pelatihan mubalig muda yang dirintis KH. Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Ma’shum Lasem: The Authorized Biography of KH. Ma’shum Ahmad).

  • KH. Mustofa

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Rembang. Beliau dikenal sebagai mufassir al-Quran, kitab tafsirnya dapat dibaca sampai sekarang, berjudul “Al-Ibriz Fii Ma’rifati Tafsiril Quranil Aziz” sebanyak tiga jilid tebal berhuruf jawa pegon. KH. Bisri Musthofa merupakan seorang Kiai yang Budayawan, Muballigh, Politisi, Orator, dan Muallif (penulis). Sungguh, sosok Kiai yang memiliki kecerdasan lengkap. Ayahanda KH. Mustofa Bisri dan KH. Cholil Bisri ini menjadi referensi bagi santri dan tokoh negara. tidak heran, KH. Sahal Mahfudh menyebut KH. Bisri sebagai sosok yang memukau pada zamannya.

  • KH. Muhammad Siddiq

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyah Jember, pada saat beliau nyantri kepada Syaichona Moh. Cholil Bangkalan beliau pernah menimba air disumur yang kemudian berisi sebuah berlian kemudian KH. Muhammad Siddiq berkata “Bukan ini yang aku hendaki, aku hanya ingin semua keturunanku menjadi orang yang mulia,”.

Sambil mengembalikan semua berlian kedalam sumur. Setelah selesai menimba airnya Syaichona Moh. Cholil menyuruhnya untuk menempati daerah Jember. Kelak nama tersebut akan dikenal dengan nama Jember.

  • KH. Abdullah Mubarok

KH Abdullah Mubarok berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. beliau lebih dikenal sebagai Abah Sepuh, pendiri dan pemimpin Pesantren Suryalaya, Pagerageung, Tasikmlaya. selain itu, dia juga seorang mursyid Tarekat Qodiriyyah Naqsababandiyah (TQN) yang diangkat sebagai mursyid tahun 1908.

  • KH. Muhammad Hasan Genggong

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. seorang guru sufi yang terkenal sebagai salah satu Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah. Beliau salah satu Mursyid dari tatanan Naqsyabandi dan pendiri Tarekat Naqsyabandiyah Ali Ba’Alawiyah adalah cabang dari tarekat Naqsyabandiyah yaitu perpaduan dari dua buah tharekat besar, penyatuan dua sanad tarekat, yaitu Thariqah Naqsyabandiyah dan Thariqah Ali Ba ‘Alawiyah, ia juga terkenal sebagai salah satu Wali Qutb di Indonesia.

Beliau merupakan seorang Ulama dari para Wali dan seorang Wali dari para Ulama. Beliau Pemilik Pengetahuan Yang Sempurna (‘Arif kamil) dalam sufisme dan marifat. Ia dianggap sebagai sumber mata air kemursyidan, berkahnya menembus seluruh umat di masanya. Bahkan di ceritakan dari salah satu santrinya Habib Umar bahwa Syaichona Moh. Cholil hidupnya itu semasa dengan Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi pengarang kitab Simthudduror. Dan Habib Ali berkata bahwa ia bertemu dengan Syaichona Moh. Cholil Bangkalan dan santrinya KH. Muhammad Hasan Genggong di alam malakut (kisahnya ini bisa dibaca di Website Syaichona.net dengan judul “Pengakuan Habib Ali Al-Habsyi akan kewalian Syaichona Moh. Cholil Bangkalan).

  • KH.R. Syamsul Arifin

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo Asem Bagus. Beliau terkenal dengan Kiai yang sangat zuhud terhadap dunia.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren  Syaichona Moh. Cholil Seperti lazimnya para santri KH. R. Syamsul Arifin mohon diri untuk pulang kampung. Sebelum pulang tak lupa mohon do’a restu sang guru agar menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, bangsa, agama, dan selalu mendapat ridha Allah SWT.

  • KH. Usmuni

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Usmuni Terate Sumenep. Beliau terkenal dengan karomahmya sepertinya mewarisi Karomah Syaichona Moh. Cholil Bangkalan gurunya. Sering kali ucapan dan perilakunya menjadi fakta. Beliau semasa mudanya sering sekali bertapa di gua Pajudan.

  • KH. Abi Sujak

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Astatinggi Kebun Agung Sumenep.  beliau merupakan salah satu laskar pejuang dalam mengusir penjajah dari Pulau Garam. Selain dikenal sebagai pejuang, dia tercatat sebagai pendiri Nadhlatul Ulama (NU) pertama di Sumenep.

Beliau sangat dikenal dikalangan masyarakat Sumenep. Lebih-lebih kaum nahdliyin. Dia merupakan sosok ulama ahli Tarekat Alawiyah yang juga tokoh NU pertama di kabupaten ujung timur Madura.

  • KH. Asyari

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tholabah Wonosari Bondowoso. Gambaran seorang kiai yang sangat dekat dengan rakyat. Sering silaturrahmi kepada orang awam tanpa harus di undang.

  • KH. Tholhah Rawi

Penerus Pondok Pesantren Sumur Nangka Modung Bangkalan yang dirintis ayahnya KH. Muhammad Rawi yang juga merupakan murid dari Syaichona Moh. Cholil Bangkala. KH. Tholhah Rawi merupakan murid yang mendampingi Syaichona Moh. Cholil pada saat mau wafatnya.

  • KH. Abdul Fattah

Pendiri dan Pengasuh Pondok Psantren Al-Fattah Tulungagung. Beliau juga ikut berjuang dalam melawan penjajah. Dan meskipun pesantren ini berada di tengah kota tapi suasana salaf masih kental.

  • KH. Ridwan bin Ahmad

Sedayu, Gersik. Beliau selain hafal al-Quran juga pakar tentang ilmu Hisab.

  • KH. Abdul Hamid bin Itsbat

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan. Pesantren ini terkenal dengan kepiawannya tentang ilmu alat. Begitu memasuki pesantren ini akan terasa suasana salafnya.

  • KH. Fakih Maskumambang

Salah satu ulama penting dalam berdirinya nahdlatul ulama yaitu menjadi wakil dari KH. Hasyim Asy’ari, ia pakar tentang ilmu fiqih. Sering kali terjadi perdebatan sengit tentang berbagai masalah dengan KH. Hasyim Asy’ari.

  • KH. Abdul Wahab

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda Penatan Banyuawangi. Beliau adalah sosok kiai yang piawai dalam masalah mendamaikan dua orang yang bersengketa.

  • KH. Sayyid Ali Bafaqih

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Syamsul Huda Negara Bali. Pesantren Nurul Huda adalah benteng Islam di Bali Barat. Klungkung Benteng Islam di Bali Timur. Sedangkan benteng Islam di Bali utara berada di Singaraja.

  • KH. Romli Tamim

Penerus Pondok Pesantren Darul Ulum Paterongan Jombang. Beliau pencipta wirid Istighotsah membangun sebuah perguruan tinggi megah bernama Universitas Darul Ulum (UNDAR). Salah satu karomah KH. Muhammad Romli Tamim yang banyak diriwayatkan oleh para Kiai diantaranya adalah saat berkecamuknya perang melawan sekutu yang diboncengi NICA pada bulan November 1945. Alkisah, di zaman pertempuran melawan sekutu berkecamuk kembali di Tanah Air, tepatnya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, beliau menggerakkan santri-santri untuk maju perang di barisan komando KH. Hasyim Asy’ari, yang juga guru sekaligus mertua beliau.

Beliau sendiri turut terjun ke medan tempur saat itu. Sebelumnya para santri diberi minuman dan dibekali kepalan-kepalan tanah liat yang telah diasma’i. Konon, setiap kepalan tanah liat itu dilemparkan, akan bereaksi seperti bom yang meluluh lantakkan musuh. Dan seperti kita ketahui bersama, kemenangan berhasil diraih para pejuang Hizbullah saat itu.

  • KH. Abdul Madjid bin Abdul Hamid

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata, Pamekasan. Selain terkenal kajian ilmu alat juga fiqih Syafii sangat ditekankan.

  • KH. Ridwan Abdullah

Pencipta lambang nahdlatul ulama. dimasa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, KH. Ridwan Abdullah ikut bergabung dalam barisan Sabilillah. Pengorbanan KH. Ridwan Abdullah tidak sedikit, seorang puteranya yang menjadi tentara PETA (Pembela Tanah Air) gugur di medan perang.Pada tahun 1948, beliau ikut berperang mempertahankan kemerdekaan RI hingga pasukannya dipukul mundur sampai ke Jombang.

  • KH. Hasan Mustopa

Garut Jawa Barat . KH. Hasan Mustopa adalah seorang sastrawan yang produktif. Karyanya ditulis dengan bahasa melayu, sunda dan arab. Salah satu karyanya diterbitkan di Mesir pada tahun 1946 kitab bab adat-adat Urang Priangam Jeum Sunda Lianna, diterjemahkan kedalam bahasa Belanda oleh R.A. Kern.

  • KH. Yatawi

Puger, Jember. Seorang kiai sekaligus pendekar. Banyak menyadarkan Bromocorah wilayah pantai selatan kedalam pangkuan Islam.

  • KH. Makruf

Kedunglo Kediri Jawa Timur. Salah satu santri Syaichona Moh. Cholil yang memiliki mata bathiniyah yang kuat sekali. Dikalangan santrinya dipanggil dengan kehormatan arif billah (orang yang sangat mengenal Allah SWT).

  • KH. Muhammad Thoha Jamaluddin

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Sumber Gayam Pamekasan memiliki peran besar terhadap lahirnya Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pamekasan. Ia bersama-sama dengan ulama yang lain, memprakarsai kelahiran organisasi Ahlussunnah wal Jamaah pada tahun 1928 silam. Selain itu beliau sangat ahli tentang ilmu baca al-Quran.

  • KH. Djazuli Utsman

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri. Sebuah pesantren salaf dipinggiran sungai brantas. Kini santri putra-putri banyak yang mengais ilmu di pesantren tersebut.

  • KH. Ahmad Qusyairi

Penerus Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan. seorang hafidz al-Quran mewarisi ilmu laduni dari gurunya. Menguasai beberapa bahasa asing. Karena alimnya KH. Ahmad Qusyairi mengajari ilmu fiqh empat madzhab.

  • KH. Abdullah Faqih bin Umar

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Cemoro Rogojampi. Seorang hafidz al-Quran dan banyak memiliki karomah.

  • KH. Karimullah

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Taman Bondowoso. Pesantren ini sekarang dikenal dengan Pesantren Miftahul Ulum. Suasana salaf masih dipertahankan dipesantren ini.

  • KH. Munawwir

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yokyakarta. Sebuah pesantren spesialis al-Quran baik bin nadhor (dengan melihat al-Quran maupun bil Ghoib (hafalan al-Quran). Selain itu juga diterapkan kajian qiraah sab’ah (tujuh bacaan al-Quran). Salah satu keturunannya yang bernama KH. Ahmad Warson Munawwir mampu membuat kamus besar Munjid, dengan judul Kamus Al-Munawwir setebal lebih dari 1500 halaman.

  • KH. Khozin

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Siwalan Panji Sioarjo. Beliau adalah seorang santri yang sangat tawaduk kepada siapa saja yang dianggap ulama.

  • KH. Zaini Mun’im

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Pairon. Beliau aktif di organisasi Nahdlatul pada tahun 1953 diangkat menjadi Rais Syuriah PCNU Cabang Kraksaan sampai tahun 1957. Pesantrennya cukup besar memiliki ribuan santri dan juga Universitas yang megah.

  • KH. Maksum

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Lasem Rembang. Seorang kiai yang konservatif dengan wawasan luas dan mendalam dikenal sangat ketat dalam menerapkan hukum Islam.

  • KH. Abdul Aziz

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Temporejo Jember. Pesantren ini mempunyai ciri khas tersendiri yaitu keilmuannya tentang ilmu nahwu dan shorrof.

Penulis : Fakhrul

  • Biografi dan Karomah Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Surat Kepada Anjing Hitam.
  • NU Online
  • Laduni.ID
  • Dan berbagai sumber
banner 700x350