DOA ATAU BACAAN PENUTUP DI AKHIR ACARA (4)

oleh -2,009 views

Syaichona.net- Bacaan keempat yang dianjurkan Rasulullah ﷺ dalam mengakhiri majlis adalah membaca Surat al-Ashr:

وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 1-3)

Syaikh Izzuddin bin al-Atsir Abi al-Hasan Ali bin Muhammad al-Jazariy (w. 630 h) dalam kitabnya Asidu al-Ghabah fi Ma’rifati ash-Shabah, saat menulis biografi Abdullah bin Hishni atau Abu al-Madinah ad-Daramiy mengatakan:

أخبرنا أبو موسى إجازة، أخبرنا أبو علي، أخبرنا أبو نعيم، أخبرنا الطبراني، حدثنا محمد بن هشام المشتملي، حدثنا عبيد الله بن عائشة، حدثنا حماد بن ثابت عن أبي مدينة الدرامي . وكانت له صحبة . قال : كان الرجلان من أصحاب النبي صلى الله عليه و سلم إذا التقيا لم يتفرقا حتى يقرأ أحدهما على الآخر ” والعصر ” إلى آخرها ثم يسلم أحدهما على لآخر.

“Telah mengabarkan (hadits) kepada kami, Abu Musa dengan Ijazah, telah mengabarkan (hadits) kepada kami Abu Ali, telah mengabarkan (hadits) kepada kami Abu Nu’im, telah mengabarkan (hadits) kepada kami ath-Thabraniy, telah meriwayatkan (hadits) kepada kami Muhammad bin Hisyam al-Musytamiliy, telah meriwayatkan (hadits) kepada kami Ubaidillah bin Aisyah, telah meriwayatkan (hadits) kepada kami Hammad bin Tsabit dari Abi Madinah. Dua sahabat Rasulullah ﷺ. Ketika keduanya bertemu, sebelum keduanya berpisah, salah satu di antaranya membaca Surat “Al-Ashr” hingga akhir Surat kemudian mereka berjabat tangan seraya mengucapakan salam satu pada lainnya.”

Penjelasan ini juga dijumpai dalam kitab al-Mushannaf karya Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah al-‘Absiy al-Kufiy (w. 235 h).

Al-Hafidz Ismail bin Katsir (w. 774 h) dalam Tafsir al-Qur’ani al-Adzim dan Syaikh Muhammad al-Thahir bin Muhammad bin Muhammad al-Thahir bin ‘Asyur at-Tunisiy (w. 1393 h) dalam at-Tahrir wa at-Tanwir (Tahrir al-Ma’na as-Sadid wa Tanwiru al-Aqli al-Jadid min Tafsiri al-Kitab al-Majid) menambahkan:

وقد كان أصحاب رسول الله ( صلى الله عليه وسلم ) اتخذوها شعاراً لهم في ملتقاهم . روى الطبراني بسنده إلى عبيد الله بن عبد الله بن الحُصين الأنصاري ( من التابعين ) أنه قال : ( كان الرجلان من أصحاب رسول الله إذا التقيا لم يفترقا إلاّ على أن يقرأ أحدهما على الآخر سورة العصر إلى آخرها ثم يسلم أحدهما على الآخر ( أي سلام التفرق وهو سنة أيضاً مثل سلام القُدوم ) وعن الشافعي : لو تدبر الناس هذه السورة لوسعتهم . وفي رواية عنه : لو لم ينزل إلى الناس إلا هي لكفتهم . وقال غيره : إنها شملت جميع علوم القر

“Para sahabat Rusulullah ﷺ, menjadikan Surat al-Ashr sebagai syi’ar (slogan) setiap kali mengakhiri suatu pertemuan, mereka menutupnya dengan Surat Al-Ashr sebagaimana hadits yang diriwayatkan at-Tabraniy dengan sanad yang bersambung pada Ubaidillah bin Abdullah bin Hushain al-Anshariy (kalangan Tabi’in) bahwa beliau kata: Dua sahabat Rasulullah ﷺ. Ketika keduanya bertemu, sebelum keduanya berpisah, salah satu di antaranya membaca Surat “Al-Ashr” hingga akhir Surat kemudian mereka berjabat tangan seraya mengucapakan salam satu pada lainnya.” (mengucapkan salam perpisahan itu sunah seperti mengucap salam saat perjumpaan). Dan terdapat riwayat dari Imam as-Syafi’i:

“Sekiranya manusia mau memperhatikan (kandungan) Surat ini, niscaya Surat ini akan mencukupkan baginya.”

Dalam ungkapan lain dari Imam as-Syafi’i, mengatakan: “Seandainya tidak diturunkan pada manusia kecuali ia (Surat al-Ashr) niscaya sudah mencukupi (untuk pedoman) bagi mereka.”

Bahkan ulama yang lain mengatakan: “Surat al-Ashr mencakup seluruh ilmu yang terkandung dalam Al-Qur’an”. Wallaahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Publisher : Fakhrul

Referensi:

✍️ Syaikh Izzuddin bin al-Atsir Abi al-Hasan Ali bin Muhammad al-Jazariy| Asidu al-Ghabah fi Ma’rifati ash-Shabah| Darul al-Kutub al-Ilmiyah juz 3 hal 216.

✍️ Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah al-‘Absiy al-Kufiy| al-Mushannaf|Syirkatu Daru al-Qiblati Jilid 6 hal 369-370.

✍️ Al-Hafidz Ismail bin Katsir| Tafsir al-Qur’ani al-Adzim| Muassisatu Qurtubiyah jilid 14 hal 451.

✍️ Syaikh Muhammad al-Thahir bin Muhammad bin Muhammad al-Thahir bin ‘Asyur at-Tunisiy|At-Tahrir wa at-Tanwir (Tahrir al-Ma’na as-Sadid wa Tanwiru al-Aqli al-Jadid min Tafsiri al-Kitab al-Majid)| Ad-Daru at-Tunisiyah juz 30 hal 528.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.