BAROKAH HARI ASYURA’

oleh -635 views

Hari Asyura’ tiba, semua santri Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil serentak berpuasa atas anjuran langsung dari pengasuh, yang mulia RKH. Fakhrillah Aschal. Beliau menginstruksikan kepada semua santri agar berpuasa dua hari, yakni hari Tasu’ah dan hari Asyura’. Di hari Tasu’ahnya beliau mengadakan buka puasa bersama dengan seluruh santri, yang mana semua konsumsi buka puasa di tanggung oleh beliau sendiri RKH. Fakhrillah Aschal sebagai bentuk Shodaqoh dan Syafaqohnya kepada santri.

Tidak hanya itu saja yang beliau shodaqohkan, setelah buka puasa bersama, beliau membagi-bagikan beberapa barang antik dari Dalemnya, seperti baju, kopyah, sarung, minyak dan juga benda-benda antik lainnya. Saking dermawannya beliau, menjadi teringat dengan salah satu kisah yang di ceritakan dalam kitab An-Nawadzir mengingat agungnya fadilah Shodaqoh pada hari Asyura’ ini.

Kisahnya bermula dari seorang faqir yang hidupnya pas pasan, dia memiliki beberapa anak yang masih bergantung kepadanya. Suatu hari karena tidak memiliki makanan dia pergi menemui seorang Qodi (pejabat) dan hari itu bertepatan dengan hari Asyura’. Dia berharab sang  Qodi akan memeberikan makanan kepadanya sebab keutamaan hari Asyura’.

Dia berkata kepada sang Qodi “Sesungguhnya saya adalah orang faqir yang memiliki tanggungan keluarga, saya datang kepadamu karena ingin mengharap syafaqoh belas kasihmu sebab kemuliayaan hari Asyura’ ini , maka dari itu berilah aku sepuluh roti, sepuluh daging, dan berilah aku dua dirham saja untuk memberi makan anak-anakku hari ini, dan semoga Allah SWT yang membalas kebaikanmu.”

Kemudian Qodi tersebut menjanjikan kepada si faqir agar menemuinya kembali pada waktu Dzuhur, ketika masuk waktu dzuhur orang faqir itu kembali dan meminta-minta kembali, namun si Qodi menjanjikannya lagi agar kembali pada waktu Ashar, setelah masuk waktu Ashar, si Qodi malah menjanjikannya lagi agar kembali pada waktu Maghrib.

Setelah masuk waktu Maghrib orang Faqir tersebut kembali kepadanya, tatkala bertemu dengan Qodi, si Qodi tersebut malah menolaknya dengan berkata “Aku tidak memiliki apa-apa untuk di berikan kepadamu” maka orang faqir tersebut kembali dengan sakit hati dan dia mengangis karena memikirkan anak-anknya yang masih kelaparan, bagaimana nanti dia akan menjawab kepada anak-anaknya apabila mereka bertanya.

Kemudian di tengah perjalanan ia bertemu dengan sorang Nasroni yang duduk di depan pintu rumahnya, karena melihatnya menangis, orang Nasroni tersebut menghampirinya dan bertanya “Kenapa kamu mengangis?” “Sudahlah jangan kau tanya keadaanku…” jawab faqir dengan tak berdaya, orang Nasroni itu berkata lagi “Aku bertanya kepadamu karena  Allah, katakan kepadaku mengapa kamu menangis seperti ini?

Kemudian dia menceritakan apa yang terjadi padanya, Lalu orang Nasroni itu kembali bertanya “Hari apa sekarang dalam Agama kalian? Hari Asyura’… jawab si faqir semakin tenang, serta menyebutkan keberkahan- keberkahan hari Asyura’. maka orang Nasroni tersebut memberikan lebih dari apa yang di mintanya kepada Qodi tadi, dia memberikan roti, daging dan juga uang sebanyak dua puluh dirham. Dia berkata “Ambillah ini, ini untukmu dan untuk keluargamu, setiap bulan saya memuliyakan hari yang Allah SWT agungkan.”

Setelah itu orang faqir tersebut segera pergi menemui keluarganya yang dalam keadaan kelaparan. Setelah di berikan, anak-anaknya pun bahagia karena bisa makan yang banyak. mereka semua bahagia sekali sebab orang Nasroni tadi. Mereka berdoa dengan suara yang keras “Ya Allah, bahagiakanlah orang yang telah memberikan kebahagiaan kepada kami…”

Ketika sudah malam , Qodi tersebut tidur dan bermimpi mendengar ada suara yang memanggilnya “Angkat kepalamu…! ucap suara tersebut, kemudian dia angkat kepalanya, setelah di angkat dia melihat ada dua istana yang terbuat dari emas dan perak. dia berkata “Ya tuhanku untuk siapa kedua istana ini?” kemudian di jawab “Istana itu untukmu seandainya kamu memenuhi hajat orang Faqir tadi, namun karena engkau menolaknya, maka ini untuk orang Nasroni.

Kemudian dia terbagun dengan rasa kaget, diapun segera mencari orang Nasroni yang di maksud, setelah bertemu dia bertanya “Engkau melakukan kebaikan apa tadi malam?” Orang Nasroni malah bertanya kembali “kenapa kamu bertanya demikian?” lalu Qodi tersebut menceritakan mimpi yang telah di alaminya dan berkata “Juallah kepadaku kebaikan yang telah engaku lakuakan tadi malam dengan seratus ribu dirham…!”

Nasroni itu menjawab “Tidak, saya tidak akan menjualnya walaupun dengan emas yang memenuhi bumi, akan tetapi saya akan bersaksi kepadamu wahai Qodi Asy’hadu alla ilaha illallah wa asy’hadu anna muhammadur Rosulullah tidak ada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah.” Orang Nasroni tersebut masuk islam seketika dan Allah SWT mengakhiri hidupnya dengan khusnul khotimah Berkat keikhlasannya bershodaqoh pada hari Asyura’.

Betapa besar fadilah orang yang yang bershodaqoh di hari Asyura’. Orang Nasrani saja mendapatkan keberkahan dengan hidayah masuk islam dan khusnul khotimah, apalagi kita selaku umat Islam yang berada dalam naungan nabi paling agung, Muhammad SAW. Allahu a’lam…

 

Oleh : Fakhrullah

Referensi : An-Nawadzir | Imam Qolyubi | Al-Hidayah Surabaya | Hal 52.

banner 700x350