MENCETAK ANAK SHOLEH SHOLEHAH

oleh -458 views

Diantara faidah orang menikah adalah memperoleh keturunan yang sholeh dan sholehah yang kelak diharapkan doanya saat kedua orang tuanya pulang ke alam barzah, sebagaimana yang telah disebut dalam sebuah hadits:

عن ‏ ‏أبي هريرة ‏رضي الله عنه أن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه واله وسلم ‏ ‏قال: ‏ إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ (رواه مسلم).

Dari Abi Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda: “Apabila Manusia meninggal Dunia maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal, Shadaqah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, atau Anak shaleh yang mendoakannya”. (HR. Muslim).

Syaikh Ali bin Sulthan Muhammad al-Qariy (w. 1014 h) dalam kitabnya Muraqatu al-Mafatih saat menyarahi kitab Misykatu al-Mashabih karya Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Kahtib at-Tabriziy (w. 741 h) mengatakan:

(أو ولد صالح) أي مؤمن كما قاله ابن حجر المكي (يدعو له) وقال ابن الملك : قيد الولد بالصالح لأن الأجر لا يحصل من غيره، وإنما ذكر دعاءه تحريضا للولد على الدعاء لأبيه حتى قيل: للوالد ثواب من عمل الولد الصالح سواء دعا لأبيه أم لا، كما أن من غرس شجرة يجعل للغارس ثوابا بأكل ثمرتها سواء دعا له الآكل أم لا.

“Yang dimaksud anak shaleh dalam hadits tersebut adalah anak yang mukmin sebagaimana pendapat yang disampaikan Syaikh Ibnu Hajar al-Makkiy dan Ibnu Malik mengatakan: “Kenapa harus anak-anak yang sholeh? Karena pahala tidak bisa diperoleh dari lainya (anak-anak yang tidak sholeh). Sementara penyebutan kata doa dalam teks hadist tersebut bertujuan sebagai motivasi dan sugesti pada anak agar senantiasa mendoakan kedua orang tuanya hingga dikatakan: Orang tua akan mendapatkan pahala dari amal yang dilakukan anaknya yang sholeh baik ia mendoakan mereka berdua atau tidak. Ibarat seorang menanam pohon yang manfaat buahnya akan kembali pada penanamnya dengan memakan buahnya, baik yang memakan mendoakan atau tidak.”

Namun mencetak anak yang sholeh tidaklah semudah membuat drama kisah anak sholeh, butuh mempersiapkan lahan yang subur dan bersih dari gulma rumput yang mengganggu sebelum bibit ditanam. Lalu bibit yang ditanam harus berkualitas dan terbaik dari tempat asal yang jelas yang terbukti menghasilkan panin yang memuaskan. Kalau tidak, maka jangan harap tanaman bisa tumbuh tepat waktu dan sesuai harapan. Setelah tanaman disemaikan dan tunas-tunas telah berdaun, maka si pemilik tanaman harus senantiasa setiap pagi, siang dan sore menjenguk ladangnya. Menyiangi, menyirami dan merabuk sembari berdoa berharap tanamannya tumbuh subur, dijauhkan dari hama dan diberkahi hingga bisa panin memuaskan. Belum lagi ketika tanaman sudah berada di usia pertumbuhan, berputik dan berbunga. Si pemilik tanaman tentu harus lebih ekstra merawat dan menjaganya agar bunga dan bakal buah tidak busuk dimakan ulat-ulat kemudian gugur sebelum dipanin.

Maka dari itu jagalah anak-anakmu dari hama-hama zaman dan ulat-ulat pergaulan, singkirkan gulma-gulma kekinian yang menghambat semangat belajar ilmu dan ibadah lalu rabuk dengan teladan akhlaqul karimah dan sirami dengan doa dan tirakat agar kelak bisa berbuah manis pahala yang dapat dinikmati di alam baka.

Allah ﷻ berfirman:

يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ قُوۤاْ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..”. (QS. At-tahrim:6).

Syaikh Abi al-Qasim Jarullah Mahmud bin Umar bin Muhammad al-Zamakhsyariy (w. 538 h) dalam kitabnya Al-Kasysaf ‘An Haqaiqi Ghawamidhi at-Tanzil wa ‘Uyuni al-Qawil fi Wujuhi at-Ta’wil, saat menafsiri Ayat tersebut mengatakan:

(قُوا أَنْفُسَكُمْ) بترك المعاصي وفعل الطاعات (وَأَهْلِيكُمْ) بأن تأخذوهم بما تأخذون به أنفسكم. وفي الحديث «رحم اللّه رجلا قال يا أهلاه صلاتكم صيامكم زكاتكم مسكينكم يتيمكم جيرانكم لعلّ اللّه يجمعهم معه في الجنة، وقيل :إنّ أشد الناس عذابا يوم القيامة من جهل أهله.

“(Periharalah diri kalian) dengan meninggalkan maksiat dan mengerjakan ketaatan (dan keluarga kalian) dengan memerintah dan mengajari mereka dengan kebaikan yang diri kalian kerjakan. Dalam sebuah hadits disebutkan “Allah ﷻ merahmati seseorang yang berkata: Wahai keluargaku! Jagalah sholat, puasa, zakat, orang-orang miskin, anak yatim dan tetangga kalian. Semoga Allah ﷻ kelak mengumpulkan kalian bersama mereka di dalam surga.” Dan dikatakan: “Sesungguhnya paling beratnya siksa seseorang di hari kiamat adalah orang yang masa bodoh dengan keluarga.”

Tidak ada yang paling dikhawatirkan para ulama dan orang tua yang perduli dari zaman ke zaman kecuali masa depan anak-anak mereka dan generasi anak bangsa penerusnya. Mereka bukan hanya mencarikan pendidikan yang terbaik dan berkwalitas untuk anak-anak mereka tapi doa dan tirakat mereka juga yang terbaik yang mengantarkan perjalan usia dan cita-cita anak-anak mereka.

Salah satu doa yang diajarkan ulama untuk dibaca kedua orang tua agar memilik anak-anak sholeh adalah:

دُعَاءُ الْوَالِدَيْنِ لِأَوْلاَدِهِمَا

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللّـٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَلّلهُمَّ ارْزُقْنِيْ أَوْلاَدًا ذُكُوْرًا مُبَارَكِيْنَ طُوَالَ الْأَعْمَارِ حَسَنِي الْأَخْلاَقِ وَمُسَدَّدِيْنَ فِيْ جَمِيْعِ الْأَحْوَالِ وَلاَ تُشْغِلْ قَلْبِيْ بِهِمْ وَلاَ بِغَيْرِهِمْ مِنَ السِّوَى يَا رَبَّ الْعَالَمــِـيْنَ. ﴿رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً صلى إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَآءِ﴾ (آل عمران:38) ﴿رَبِّ لاَ تَذَرْنِيْ فَرْدًا﴾ (الأنبياء:89) وَلاَ تُزِغْ قَلْبِيْ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِيْ. اَللّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ أَوْلاَدِيْ وَلاَ تَضُرُّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِيْ بِرَّهُمْ اَللّهُمَّ سُقْهُمْ إِلَيْكَ بِعَصَا الْمَحَبَّةِ وَالشَّوْقِ وَوَجَّهْهُمْ لَدَيْكَ بِوَجَهَاتِ الْكَرَامَةِ وَالشَّوْقِ حَتَّى يَحْصُلُ لَهُمُ الذَّوْقُ. اَللّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَهُمْ نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهِّلْهُمْ لِقَبُولِ كُلِّ نِعْمَةٍ وَأَصْلِحْهُمْ وَأَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ وَسَلِّمْهُمْ مِنَ الْعِلَلِ وَالْآفَاتِ وَانْظُرْهُمْ بِنَظْرِكَ الْخَاصِّ لِأَحْبَابِكَ الْخَوَاصِّ فِيْ جَمِيْعِ الْأَوْقَاتِ. اَلّلهُمَّ نَـــزِّهْ قُلُوْبَهُمْ عَنِ التَّعَلُّقِ بِمَنْ دُوْنَكَ وَاجْعَلْهُمْ مِنْ قَوْمٍ تُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَكْ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ لَهُمُ الذَّكَرَ الْجَمِيْلَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَلْبِسْهُمْ مِنْ مَلاَبِسِ الْجَلاَلِ وَالْجَمَالِ الْحُلَلَ الْفَاخِرَةَ. اَللّهُمَّ اجْعَلْهُمْ مِــمَّنْ تَوَاضَعَ لَكَ فَرَفَعْتَهُ وَاسْتَكَانَ لَكَ لِهَيْبَتِكَ فَأَحْبَبْتَهُ وَتَقَرَّبَ إِلَيْكَ فَقَرَبْتَهُ وَسَأَلَكَ فَأَجَبْتَهُ.اَللّهُمَّ أَخْضِعْ رِقَابَ أَعْدَائِهِمْ بِنَمَشَاتِ الْقُدْرَةِ، وَصَفِّ أَوْقَاتَهُمْ عَنْ شَوَائِبِ الْكُدْرَةِ. اَللّهُمَّ فَرِّحْ بِهِمْ نَبِيَّكَ الْمُخْتَارَ وَاعْلِ لَهُمُ الْمَنَارَ، وَسَلِّمْهُمْ مِنْ شَرِّ الْأَشْرَارِ آنَاءَ الَّليْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ فِي الْإِعْلاَنِ وَالْإِسْرَارِ وَاهْدِهِمْ لِمَا تُحِبُّ مِنْهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ يَا غَفَّارُ. اَللّهُمَّ انْظُرْهُمْ بِعَيْنِكَ وَتَوَلَّهُمْ بِعَوْنِكَ وَاحْرُسْهُمْ بِمِنَّتِكَ وَمَنِّكَ، وَاغْنِهِمْ عَمَّنْ سِوَاكَ، وَلاَ تُوَلِّهِمْ وَلِيًّا سِوَاكَ، وَأَيِّدْهُمْ بِجَيْشِ الْمَحَبَّةِ، وَاسْقِهِمْ مِنْ شَرَابِ أَهْلِ الْوِلاَيَةِ أَكْرَمَ شُرْبٍ. اَللّهُمَّ اجْعَلْهُمْ مِنْ حُرَّاسِ الدِّيْنِ وَمِنَ الذَّاكِرِيْنَ وَصُنْهُمْ وَالْطُفْ بِهِمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَسَلَّمَ.

𝑫𝑶𝑨 𝑶𝑹𝑨𝑵𝑮 𝑻𝑼𝑨 𝑼𝑵𝑻𝑼𝑲 𝑨𝑵𝑨𝑲-𝑨𝑵𝑨𝑲𝑵𝒀𝑨

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian Alam. Yaa Allah, limpahkan sholawat kepada Junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Junjungan kami Nabi Muhammad, Yaa Allah anugerahkanlah kepada kami anak-anak yang penuh dengan keberkahan sepanjang umur mereka, berbudipekerti luhur, dan mendapat bimbingan kebenaran dalam setiap keadaan. Wahai Tuhanku anugerahilah kami keturunanyang baik, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar segala doa (QS: Ali Imran:38). Wahai Tuhanku jangan tinggalkan akusendiri (QS: AlAnbiya: 89) jangan pula Engkau sesatkan hatiku kembali, setelah Engkau anugerahkan hidayah kepadaku. Yaa Allah anugerahkanlah keberkahan kepadaku melalui anak-anakku, jangan Engkau celakakan mereka, bimbinglah mereka untuk selalu taat kepada-Mu, dan anugerahkanlah kepadaku kebaktian mereka. Yaa Allah bimbinglah mereka menuju-Mu dengan tongkat cinta dan kerinduan kepada-Mu, sehinggamereka dapat merasakan kelezatan beribadah kepada-Mu.Yaa Allah penuhilah hati mereka dengan cahaya dan hikmah-Mu, dan jadikanlah mereka layak mendapatkan segala anugerah dan kenikmatan dari-Mu. Perbaikilah mereka danperbaikilah ummat islam sebab mereka, dan selamatkan mereka dari segenap penyakit dan gangguan. Tataplah mereka dengan pandangan-Mu yang istimewa setiap saat,seperti pandangan-Mu terhadap kekasih-Mu yang istimewa. Yaa Allah sucikanlah hati mereka dari segala bentuk ikatandan ketergantungan selain kepada-Mu. Jadikanlah mereka golongan orang yang mencintai-Mu dan Engkau juga mencintainya. Yaa Allah anugerahkanlah kepada mereka nama yang baik dan indah di dunia dan akhirat, sertakenakanlah pada mereka perhiasan yang menawan berupa pakaian keagungan, kebanggaan, dan keindahan. Yaa Allah jadikanlah mereka orang yang merendahkan diri kepada-Mu, yang Engkau balas dengan mengangkat derajat mereka ,jadikanlah mereka orang yang merendahkan diri kepada-Mukarena keAgungan-Mu, kemudian Engkau balas dengan mencintainya. Jadikanlah mereka orang yang mendekatkan diri kepada-Mu dan Engkau balas dengan mendekatkan merekakepada-Mu, dan Engkau jadikan mereka orang yang jikamemohon kepada-Mu selalu Engkau penuhi permohonannya.Yaa Allah tundukkanlah tengkuk musuh-musuh mereka dengan cengkeraman kekuasaan-Mu, dan jernihkanlah waktu mereka dari kekeruhan dosa. Yaa Allah bahagiakanlah Nabi Muhammad dengan keberadaan mereka, dan tinggikanlah cahaya kewibaan mereka. Selamatkanlah mereka darikejahatan para pelaku kejahatan sepanjang malam dan siang, baik dalam keramaian maupun sendirian. Bimbinglah mereka ke jalan yang Engkau cintai, dan ampunilah dosa-dosa mereka, wahai Dzat Yang Maha Pengampun. Yaa Allah tataplah mereka dengan tatapan kasih sayang-Mu, lindungilah mereka dengan pertolongan-Mu, peliharalah mereka dengan Kuasa dan Karunia-Mu, biarkan mereka merasa cukup hanya dengan-Mu, jangan serahkan mereka kepada selain-Mu, teguhkan mereka dengan kekuatan cinta, minumkan mereka dengan sebaik-baik minuman dari minuman yang diminum oleh para kekasih-Mu. Yaa Allah jadikanlah mereka orang yang menjaga Agama-Mu, orang yang selalu berdzikir, lindungilah mereka, santunilah mereka dengan penuh kasih, wahai Tuhan semesta alam. Semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya.

𝑫𝒐𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒐𝒂 𝒂𝒍-𝑯𝒂𝒃𝒊𝒃 𝑨𝒃𝒅𝒖𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒃𝒊𝒏 𝑯𝒖𝒔𝒂𝒊𝒏 𝒃𝒊𝒏 𝑻𝒉𝒂𝒉𝒊𝒓 𝑩𝒂’𝒂𝒍𝒂𝒘𝒊𝒚 (𝒘. 1272 𝒉) , 𝒊𝒋𝒂𝒛𝒂𝒉 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒂𝒍-𝑯𝒂𝒃𝒊𝒃 𝑺𝒂𝒍𝒊𝒎 𝒃𝒊𝒏 𝑨𝒃𝒅𝒖𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒂𝒔𝒚-𝑺𝒚𝒂𝒕𝒉𝒊𝒓𝒊𝒚 (𝒘. 1439 𝒉).

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Ali bin Sulthan Muhammad al-Qariy| Murqatu al-Mafatih Syargi Misykatu al-Mashabih| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 1 hal 413.

✍️ Al-Kasysaf ‘An Haqaiqi Ghawamidhi at-Tanzil wa ‘Uyuni al-Qawil fi Wujuhi at-Ta’wil| Syaikh Abi al-Qasim Jarullah Mahmud bin Umar bin Muhammad al-Zamakhsyariy| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 4 hal 555.

banner 700x350