TIPS MENDAPATKAN LELAKI SALEH ALA SAYYIDAH KHADIJAH

oleh -750 views

Syaichona.net- Di dalam hadist riwayat Bukhori dan Muslim disebutkan bahwa Sayyidina Ali pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

خير نسائها مريم بنت عمران وخير نسائها خديجة بنت خويلد

Artinya : “Sebaik-baiknya wanita (langit) adalah Maryam binti Imran dan sebaik-baiknya wanita bumi adalah Khadijah binti Khuwailid.”

Memaknai hadist tersebut ulama berbeda pendapat sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Hajar di dalam kitabnya Fathul Bari 7/91. artinya ada yang memaknai dhomir ha’ pertama diatas dengan kata sama’ (langit) dan yang kedua diartikan ardun (bumi) sebagaimana terjemahan yang saya tulis diatas dan juga ada yang mengartikan ha’ tersebut kembali kepada zamannya masing-masing.

Artinya wanita terbaik di zamannya Maryam adalah beliau Sayyidah Maryam, sedangkan di zamannya ummat Nabi Muhammad SAW adalah Sayyidah Khodijah lah yang terbaik.

Kemudian Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadist akan keistimewaan dari pada Sayyidatina Khodijah, ini merupukan curhatannya Sayyidah Aisyah:

ماغرت على نساء النبي صلى الله عليه وسلم الا على خديجة واني لم ادركها قالت وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا ذبح الشاة فيقول أرسلوا بها إلى أصدقاء خديجة قالت فأغضبته يوما فقلت خديجة فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إني قد رزقت حبها

Artinya : “Aku tidak pernah cemburu kepada istri-istri Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kecuali kepada Khadijah sekalipun aku tidak pernah bertemu dengannya. apabila Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyembelih kambing, beliau berpesan,  kirimkan daging kepada teman-teman Khadijah. Pada suatu hari aku memarahinya lalu aku katakan,’ Khadijah?  Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, sesungguhnya, aku telah dikarunia cintanya,’’.

Melihat dari dua hadist tersebut betapa cintanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam terhadap Sayyidah Khadijah, dihadist pertama beliau menyebutnya Khadijah paling baiknya wanita bumi dan dihadist kedua beliau menyatakan cintanya kepada Sayyidah Khadijah di hadapan Sayyidah Aisyah yang beliau dalam keadaan marah disebabkan kecemburuannya terhadap Sayyidah Khadijah.

Lantas apa rahasia atau tips yang telah di lakukan oleh Sayyidah Khadijah sehingga membuat Paling baiknya makhluk Allah SWT dan  yang jelas ke shalehannya tidak perlu dipertanyakan lagi telah jatuh cinta kepadanya.

Apa beliau mempercantik dirinya dengan scincer atau bahkan pergi ke dukun untuk membuatnya jatuh cinta atau dengan tips yang lain yang telah dilakukan oleh wanita jaman now ?

Jawaban dari pertanyaan tersebut telah tersusun rapi di dalam hadist Nabi  Shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Iman Thabrani, yang hal ini juga merupakan dari curhatannya Sayyidatina Aisyah Radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يكاد يخرج من البيت حتى يذكر خديجة فيحسن الثناء عليها، فذكرها يوما من الأيام، فأخذتني الغيرة فقلت هل كانت الا عجوزا قد أبدلك الله خيرا منها؟ فغضب ثم قال: لا والله ما ابدلني الله خيرا منها : آمنت إذ كفر الناس وصدقتني إذ كذبني الناس وواستني بمالها إذ حرمني الناس،ورزقني الله منها الولد  دون غيرها من النساء.

Artinya : “Hampir tidak pernah Rasulullah keluar rumah sehingga menyebut Khadijah dan memujinya, Rasulullah menyebutnya sehingga menimbulkan kecemburuanku. aku lalu katakan, ‘’Bukan kah ia hanya seorang tua yang Allah SWT telah menggantinya untuk kakanda orang yang lebih baik darinya? Rasulullah SAW lalu marah seraya bersabda.  ‘’Demi Allah SWT,  Allah tidak menggantikan untukku orang yang lebih baik darinya. dia beriman ketika orang-orang ingkar,  dia membenarkan aku di saat orang-orang mendustakanku, dia membela dengan hartanya ketika orang-orang menghalangiku, dan aku dikaruniai Allah SWT anak darinya, sementara aku tidak di karuniai anak sama sekali dari istri lainnya,”.

Dengan artinya bisa kita fahami  hadist tersebut, tips dari Sayyidah Khadijah untuk mendapatkan lelaki yang shaleh tiada lain adalah mempershalehah dirinya dengan tetap beriman kepada Allah SWT dan memperbaiki akhlaknya, sebab yang jelas tidak mungkin orang yang shaleh mencari istri yang dipandang kecantikan parasnya, karena yang dianjurkan oleh Nabi SAW di dalam mencari istri yang harus diprioritaskan adalah kemapanan agamanya. jikalau dia lelaki tersebut memandang hanya kecantikan wajahnya saja berarti dia tidak shaleh dan insyaallah yang shaleh akan datang untuk meminangnya dengan memandang kecantikan hati kalian wahai para wanita, percayalah.

Penulis : Ismail Zaen, Tarem Hadramaut

Publisher : Fakhrul

banner 700x350