KEUTAMAAN PUASA TARWIYAH

oleh -343 views

Syaichona.net- Pada 8 Dzul Hijjah, kita dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah tarwiyah. Dalam puasa Tarwiyah ini terdapat suatu fadhilah yang didasarkan pada satu redaksi hadits berikut :

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

Artinya, “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR. Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).

Sebagian alhi hadits mengklaim hadits ini sebagai hadits dhaif dikarenakan ada perawi yang bermasalah. Namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dhaif dalam kerangka fadlailul a’mal (untuk memperoleh keutamaan). Sehingga hadits ini tidak bisa dijadikan landasan hukum.

Dalil yang dipakai oleh ulama dalam mengsunnahkan puasa hari Tarwiyah adalah hadits shohih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagaimana berikut :

ما من أيام أحب إلى الله أن يتعبد له فيها من عشر ذي الحجة، يعدل صيام كل يوم منها بصيام سنة، وقيام ليلة منها بقيام ليلة القدر

Artinya, “Tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah-untuk melakukan ibadah pada hari tersebut-selain sepuluh hari bulan Dzul Hijjah. Puasa disetiap harinya setara dengan puasa satu tahun. Dan qiyamul-lail setiap harinya setara dengan qiyamul-lail pada malam lailatul-qadar,” (HR. Muslim).

Selain itu, kesunnahan puasa Tarwiyah juga sebagai bentuk kehati-hatian pada hari Arafah. Sebab, bisa jadi tanggal 8 tersebut merupakan tanggal 9 Dzul Hijjah yang sebenarnya. Oleh sebab itu, Syekh Syatha’ dalam kitab I’anah at-Tholibin menjelaskan ;

فعليه يكون الثامن مطلوبا من جهتين : جهة الاحتياط بعرفة، وجهة دخوله في العشر غير العيد

Artinya, “Maka dari itu, puasa tanggal 8 disunnahkan karena dua sisi : sisi kehati-hatian terhadap hari Arafah dan sisi masuknya tanggal 8 pada kesunnahan puasa sepuluh hari (bulan Dzul Hijjah) selain hari raya”.

Adapun niat puasa hari adalah sebagai berikut :

نويت صوم تروية سنة لله تعالى

Artinya, “Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Tha’ala”.

Penulis : Ismail Zain

 

 

banner 700x350