JIKA USIA BERLALU TANPA NILAI PAHALA, MAKA GUNAKAN USIA YANG TERSISA UNTUK MENEBUSNYA

oleh -433 views

للهِ عُمرٌ قَد مضَى مِن رِحلتِي
فَاغفِر إِلهِي ثُمَّ جَمِّل مَا بَقِى

“Kepada Allah ﷻ umar (kembali), Sungguh umur telah berlalu dari perjalanan hidupku.

Ampunilah (dosaku) duhai Tuhanku, kemudian indahkanlah umur yang tersisa.”

قال الفضيل بن عياض لرجل: “كم عمرك؟ فقال الرجل: ستون سنة، قال الفضيل: إذًا أنت منذ ستين سنة تسير إلى الله تُوشِك أن تَصِل، فقال الرجل: إنَّا لله وإنَّا إليه راجعون، فقال الفضيل: يا أخي، هل عرفتَ معناه، قال الرجل: نعم، عرفت أني لله عبد، وأني إليه راجع، فقال الفضيل: يا أخي، مَن عرف أنه لله عبد وأنه إليه راجع، عرف أنه موقوف بين يديه، ومَن عرف أنه موقوف عرف أنه مسؤول، ومَن عرف أنه مسؤول فليُعدَّ للسؤال جوابًا، فبكى الرجل، فقال: يا فضيل، وما الحيلة؟ قال الفضيل: يسيرة، قال الرجل: وما هي يرحمك الله؟ قال الفضيل: أن تتقيَ الله فيما بقي، يَغفِر الله لك ما قد مضى وما قد بقي

Fudhail bin Iyadh ra pernah bertanya kepada seorang pria: “Sudah berapa tahun usiamu?”

Pria itu menjawab: “Sudah 60 tahun.”

“Berarti engkau telah mengadakan perjalanan menuju Allah ﷻ sejak 60 tahun yang silam dan sebentar lagi engkau akan sampai”. Tegas Fudhail.

Pria itu berkata: “Innaa lillahi wa Innaa ilaihi raji’un”.

Fudhail bertanya pada pria itu: “Hai, saudaraku! Apakah kau tahu arti dari kalimat itu?”

“Iya aku tahu bahwa aku adalah sahaya milik Allah ﷻ dan kepada-Nya aku akan kembali”. Jawab pria itu.

Lalu Fudhail berkata: “Hai, saudaraku! Barang siapa yang tahu bahwa dirinya adalah sahaya milik Allah ﷻ dan kepada-Nya ia akan kembali, maka ia tahu bahwa Allah ﷻ berada dihadapannya dan barang siapa yang tahu bahwa Allah ﷻ berada dihadapannya, ia tahu bahwa ia akan ditanyakan. Barang siapa yang tahu bahwa ia akan ditanyakan, maka ia telah siap dengan segala jawabannya.”

Mendengar penjelasan Fudhail, pria itu menangis seraya berkata: “Ya Fudhail! Apa yang harus aku lakukan agar aku bisa selamat?”

“Mudah!” Jawab Fudhail.

Pria itu bertanya lagi: Apa itu wahai Fudhail? Semoga Allah selalu memberimu rahmat-Nya”.

Fudhail menjawab, “Bertakwalah kau pada Allah (perbaikilah amal perbuatanmu) di sisa usiamu, maka Allah ﷻ akan mengampuni perbuatanmu di masa lalu dan di masa usia yang tersisa”. Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Ali Ahmad bin Abdul Ali ath-Thahtahwiy| Minhaju al-Mukhlishin Syarah kitab al-Yaqin lil al-Hafidz Ibnu Abi ad-Dunya| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 116-117

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.