TRADISI MENIKAH DI BULAN SYAWWAL

oleh -237 views

Sudah menjadi tradisi musiman, saat datang bulan Syawwal masyarakat di negeri ini marak mengadakan resepsi pernikahan. Dentuman suara sound system dengan genre lagu dangdut yang membahana menambah kemeriahan pada hari itu. Semua handai taulan dan tetangga diundang untuk turut menjadi saksi dan memberi doa restu untuk mempelai berdua. Meskipun di bulan-bulan tradisi pernikahan ini juga sering diadakan tapi tidak sebanyak di bulan Syawwal.

Tradisi ini bukan tanpa alasan atau tren kekinian, sejak dulu masyarakat Islam Indonesia secara turun temurun kerap memilih bulan Syawwal menjadi momen yang paling tepat untuk melangsung akan pernikahan atau menikahkan putra putrinya.

Ada dua alasan, menurut hemat penulis yang dominan melatar belakangi kegiatan tersebut:

Pertama, secara kultural setiap menjelang lebaran masyarakat banyak mudik ke kampung halamannya setelah setahun lamanya hidup mengais rezeki di kota perantauan dan umumnya mereka akan kembali mudik ke kota tempat usaha masing-masing seminggu pasca lebaran. Nah, kesempatan ini digunakan oleh masyarakat yang mempunyai hajat mantu atau melangsungkan pernikahan untuk mengudang sanak famili mereka yang biasanya tinggal jauh di kota perantauan agar turut hadir memeriahkannya.

Kedua, karena ada anjuran akan sunnahnya mengadakan resepsi pernikahn di bulan Syawwal berdasarkan hadits Sayyidah Aisyah ra:

تَزَوَّجَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَوَّالٍ وَبَنَى بِى فِى شَوَّالٍ فَأَىُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّى.

Artinya: “Rasulullah menikahiku di bulan Syawwal dan menggauliku di bulan Syawwal, maka istri Rasulullah manakah yang lebih mendapat kedudukan dibandingkan aku?.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah).

Berkaitan dengan hadits ini Al-Imam Abu Zakariya Yahya bin syaraf an-Nawawi (w. 676 H) berkomentar:

فيه استحباب التزويج والتزوج والدخول في شوال وقد نص أصحابنا على استحبابه واستدلوا بهذا الحديث وقصدت عائشة بهذا الكلام رد ما كانت الجاهلية عليه وما يتخيله بعض العوام اليوم من كراهة التزوج والتزويج والدخول في شوال وهذا باطل لا أصل له وهو من آثار الجاهلية كانوا يتطيرون بذلك لما في اسم شوال من الاشالة والرفع

“Di dalam hadits ini terdapat anjuran menikahkan dan nikah serta menggauli di dalam bulan Syawwal, sungguh para shahabat kami (kalangan madzhab Syafi’i-pent) telah menentapkan hukum akan dianjurkannya hal tersebut dan mereka menggunakan hadits ini sebagai dasarnya. Sementara tujuan Sayyidah Aisyah ra mengucapkan ucapan ini adalah membantah apa yang terjadi pada orang-orang jahiliyyah dan apa yang dibayangkan oleh sebagian orang awam pada saat ini, yaitu berupa kebencian untuk menikah dan menikahkan serta menggauli di dalam bulan Syawwal, ini adalah (keyakinan-pent) yang batil tidak ada dasarnya dan merupakan warisan dari orang-orang jahilyyah, mereka senantiasa merasa bernasib sial dengan (bulan Syawwal) itu, karena menganggap makna yang terdapat dalam nama bulan Syawwal berasal dari kata al-Isyalah (yaitu pengangkat sesuatu) dan dari kata ar-Raf’u (yaitu pengangkatan).”

Syaikh Ibnu Rajab al-Hanbali ad-Damsyiqiy dalam Lathaifu al-Ma’rif fima Limuwasimi al-‘Am mina al-Wadzaifi menjelasakan asal mula masyarakat Jahiliyyah:

تشاؤم أهل الجاهلية بشوال في النكاح فيه خاصة و قد قيل: إن أصله أن طاعونا وقع في شوال في سنة من السنين فمات فيه كثير من العرائس فتشائم بذلك أهل الجاهلية.

“Orang-orang jahiliyyah secara khusus membenci menikah di bulan Syawwal. Dikatakan: Bahwa asal mulanya (kebencian mereka-pent) berawal dari peristiwa pademi Tha’un di suatu tahun yang terjadi di bulan Syawwal, banyak (pasangan-pent) kemanten yang mati dalam peristiwa tersebut maka sebab kejadian itu mereka (orang-orang jahiliyyah) membencinya.”. Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Al-Imam Abu Zakariya Yahya bin syaraf an-Nawawi| Kitab Syarahu an-Nawawi ala Muslim| al-Maktabah asy-Syamilah al-Haditsiyah juz 9 hal 209.

✍️ Al-Hafidz Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hanbali ad-Damsyiqiy| Lathaifu al-Ma’rif fima Limuwasimi al-‘Am mina al-Wadzaifi| Daru Ibnu Katsir hal 148-149.

banner 700x350