TENTANG SAYYID AHMAD SYARIFUDDIN ATAU BHUJU’ RONGGO CURAH DUKUH

oleh -200 views

Berangkat dari rasa ingin tahu, siapa sebenarnya Sayyid Ahmad Syarifuddin atau yang dikenal dengan sebutan Bhuju’ Ronggo?

Penulis, berhari-hari mencari infomasi tentang sosok beliau melalui teman-teman penulis di Pasuruan yang dianggap tahu dan rumahnya dekat dengan lokasi makam Bhuju’ Ronggo, tapi hasilnya nihil hanya denah atau arah jalan yang ditunjukkan teman-teman penulis menuju makam tersebut.

Akhirnya, tanpa disangka dalam sebuah acara pelantikan pengurus Komisariat Ikatan Alumni Santri Sidogiri atau IASS Bangkalan beberapa bulan yang lalu. Allah ﷻ mempertemukan penulis dengan seorang teman senior sesama alumni Pondok Pesantren Sidogiri yang tahu betul akan sejarah dan siapa sebenernya Sayyid Ahmad Syarifuddin dan Bhuju’ Ronggo.

*****

“Pada pertengahan Tahun 1987 M, KH. Kholil Yasin Kepang, putra dari pasangan KH. Yasin dan Nyai Hj. Asma binti Syaichona Kholil Bangkalan memberi titah pada 9 Santrinya untuk hijrah ke Pasuruan. Tepatnya di desa Curah Dukuh, kecamatan Kraton. Di sana KH. Kholil Yasin membeli sebidang tanah di samping pemakaman umum dan di tengah-tengah pemakaman umum itu, Sayyid Ahmad Syarifuddin atau Bhuju’ Ronggo dikebumikan. Saya adalah salah satu dari 9 santri yang dititahkan itu”. Tutur beliau, alumni Sidogiri memulai kisahnya.

Beliau lalu melanjutkan kisahnya: “Selain itu kami diperintakan mengaji dan sekolah ke Sidogiri tahun 1988 M, mengikuti napak tilas Syaikhona Kholil saat dulu mengaji ke Sidogiri sekaligus menjaga dan merawat keberadaan makam Bhuju’ Ronggo. Dari 9 santri yang dititahkan tadi, akhirnya tersisa tiga orang. Yaitu, Saya dan dua teman lainnya. Kemudian dari tiga orang ini ada yang menetap, menikah dengan penduduk setempat dan mendirikan Madrasah Diniyah di sana hingga sekarang. Yang satu bartahan hingga tahun 1994 M, sementara saya pamet meninggalkan Curah Dukuh dan Sidogiri pada tahun 1996 M. Kurang lebih 115 bulan atau setara 9 tahun lebih 7 bulan saya tinggal di Curah Dukuh”.

“Menurut riwayat yang saya dengar dari al-Mukarram KH. Kholil Yasin Kepang: “Bhuju’ Ronggo atau Sayyid Ahmad Syarifuddin adalah putra dari Kyai Asror bin Abdullah bin Ali Al-Akbar bin Sulaiman Basyaiban (nasab Kyai Asror versi silsilah yang tertulis di sumber Kullah Kyai Asror yang terletak di Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan) atau yang dikenal dengan sebutan Bhuju’ Langgundih dari istri yang berasal dari Pasuruan.” Berarti Sayyid Ahmad Syarifuddin dan kyai Noer Khotim Abah dari Kyai Noer Hasan Sidogiri serta Kyai Hamim Kakek dari Syaichona Kholil adalah saudara lain ibu.

Al-Mukarram KH. Kholil Yasin Kepang Melanjutkan dawuhnya: “Kyai Asror sampai ke Pasuruan, berawal dari konflik politik antara Kyai Asror dan Raja Bangkalan hingga akhirnya Kyai Asror di hukum dengan cara digilas dengan Ratah (sejenis dokar yang kedua rodanya terbuat dari besi) sampai badan Kyai terbelah menjadi 2 bagian, namun dengan idzin Allah ﷻ badan Kyai Asror bisa bersambung utuh kembali. Konon beliau mempunyai ilmu semacam Rawa Rontek. Karena Kyai Asror tidak bisa dibunuh, akhirnya Raja Bangkalan mengasingkan Kyai Asror ke daerah Pasuruan. Tepatnya di desa Gerongan, Kecamatan Kraton –+ 11,4 kilo meter dari Sidogiri atau 17,3 kilo meter dari Curah Dukuh. Di sana beliau menikah dengan seorang perempuan setempat (tanpa menyebutkan namanya) dan dikaruniai seorang putra yang diberi nama Ahmad Syarifuddin (Bhuju’ Ronggo).

Masih menurut dawuh Al-Mukarram KH. Kholil Yasin Kepang mengisahkan: “Syaichona Kholil saat belajar di Sidogiri, tidak pernah qadil hajah (buang air) di sana, beliau hanya qadil hajah di Curah Dukuh karena takdzimnya ke Sidogiri. Konon dulu air yang terdapat di sumur Bhujuk Ronggo rasanya asin, namun setelah diceburi Syaikhona Khalil mandi, rasa air tersebut menjadi tawar seperti air Zamzam. Kedalaman sumur itu hanya 4 meter, letaknya –+ 60 meter sebelum menuju makam Buju’ Ronggo. Waallahu A’lamu

Penulis: 𝑨𝒃𝒅𝒖𝒍 𝑨𝒅𝒛𝒊𝒎

𝑻𝒖𝒍𝒊𝒔𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒊 𝒅𝒊𝒉𝒊𝒎𝒑𝒖𝒏 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒕𝒖 9 𝒔𝒂𝒏𝒕𝒓𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒕𝒊𝒕𝒂𝒉𝒌𝒂𝒏 𝑲𝑯. 𝑲𝒉𝒐𝒍𝒊𝒍 𝒀𝒂𝒔𝒊𝒏 𝑲𝒆𝒑𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒆𝒏𝒋𝒂𝒈𝒂 𝒎𝒂𝒌𝒂𝒎 𝑺𝒂𝒚𝒚𝒊𝒅 𝑨𝒉𝒎𝒂𝒅 𝑺𝒚𝒂𝒓𝒊𝒇𝒖𝒅𝒅𝒊𝒏 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝑩𝒉𝒖𝒋𝒖’ 𝑹𝒐𝒏𝒈𝒈𝒐.

banner 700x350