KEUTAMAAN PUASA BULAN SYAWAL

oleh -1,317 views

Dahulu ketika Imam Sufyan As-sauri bermukim di Mekkah dia memiliki seorang teman yang sangat rajin beribadah setiap dhuhur temannya  pergi ke Ka’bah untuk melakukan thowaf, tiga tahun ia berada di mekkah bersama  teman baiknya itu

Suatu hari temannya itu sakit dan berwasiat kepada imam As- Sauri “wahai temanku jika aku nanti mati, mandikan saya ya, kafani dan kuburkan saya, aku minta kepadamu agar  jangan langsung meninggalkanku sendirian di kubur aku takut sendirian di sana”

kemudian selang beberapa lama temannya wafat, imam As-sauri melakukan semua wasiat temannya dia memandikan, mengkafani, dan menguburkannya, dia juga  tidak meninggalkan kuburan temannya itu  sebagaimana yang telah di wasiat kan,  imam As-sauri pun tidur di tempat itu menjaga kuburan temannya.

kemudian ketika tidur ia bermimpi ada seseorang  bertanya kepadanya “apa yang engkau lakukan di sini wahai Sufyan As-sauri…? Sudah, pulanglah karena laki-laki ini telah saya beri kebahagiaan di sini…” Imam As-sauri bertanya “sebab apa laki-laki ini memperoleh kebahagiaan?” Kemudian di jawab “Karena laki-laki ini berpuasa di  bulan ramadhan dan di lanjutkan puasa bulan Syawal”

lalu imam As-Sauri terbangun dia langsung mengambil wudhu’ dan solat dua rokaat karena bisa jadi itu adalah bisikan syaitan menurut nya, setelah itu dia  tidur lagi dan bermimpi seperti mimpi yang pertama, dia  mengambil wudhu’ dan solat dua rokaat lagi kemudian tidur, sampai hal itu terjadi  tiga kali, maka mengertilah imam As-sauri bahwa hal itu adalah dari Allah SWT bukan dari syaiton, kemudian dia  berdoa ” ya allah samakanlah puasaku seperti puasanya temanku ini..”

 

Penulis :Fakhrullah

Editor : Pahrur Rosi

Referensi : An-nawadzir | imam qolyubi | Al-Hidayah | hal 11.

banner 700x350

No More Posts Available.

No more pages to load.