HAUL KE 99 SYAIKHONA MOH. KHOLIL, MENUJU GELAR PAHLAWAN NASIONAL

oleh -944 views

Syaichona.net- Bulan Ramadhan tanggal 27 menjadi momentum mengenang kepergian Maha Guru ulama Nusantara, Sang Inspirator berdirinya Jam’iyah terbesar di Indonesia yakni Jam’iyah Nahdlatul Ulama wafat pada tahun 1925 M. di makamkan di Martajasah Bangkalan.

Pada tahun ini, tanggal 27 ramadhan 1442 H. sudah 99 tahun meninggalkan Indonesia khususnya rakyat Bangkalan dan sudah sepantasnya bagi kita untuk mengenang dan meneladani sosok beliau di dalam istiqomahnya menuntun umat, menggembleng santri hingga keberkahan ilmunya dapat kita rasakan sampai sekarang.

Sebagaimana yang sudah diketahui, beliau adalah salah satu ulama kharismatik pada abad ke 19-20. Beliau alim dalam berbagai ilmu terutama dalam ilmu gramatika bahasa arab (Nahwu, Shorrof). selain alim ia juga seorang wali Allah yang karomahnya sudah masyhur. bahkan beliau merupakan (kiblat) titik sentral penempaan dan pembibitan para ulama, pejuang dan pahlawan pada zamannya. sehingga mendapat julukan sebagai sang maha guru ulama Nusantara.

Hampir semua ulama dan pendiri Pondok Pesantren di belahan Nusantara sanad keilmuannya bermuara kepada Syaikhona Moh. Kholil Bangkalan, bahkan dalam literasi sejarah sang proklamator kemerdekaan Indonesia Ir. Soekarno Presiden pertama RI. Sering sowan kepada Syaikhona Moh. Kholil untuk meminta arahan serta barokahnya, dan hal ini, secara tidak langsung Presiden pertama RI juga merupakan santri Syaikhona Moh. Kholil.

Salah satu peran besar Syaikhona Moh. Kholil terhadap bangsa yaitu kontribusinya dalam membumikan islam nusantara sebagaimana yang telah dilakukan oleh nenek moyangnya (Wali Songo) karena yang sudah kita ketahui bahwa sejarah warisan terbesar Bangsa Indonesia selain kemerdekaan yaitu islam Nusantara yang mana dengan warisan tersebut kondisi bangsa Indonesia yang majemuk seperti sekarang ini, nilai-nilai islam dengan karakter yang moderat, tawasut dan seimbang.

Dr. Muhaimin M.H. pada acara seminar nasional usul gelar kepahlawanan (TP2GD) yang dilaksanakan di Kantor Bupati Bangkalan mengatakan bahwa ketika berbicara tentang sumpah pemuda dalam menggelorakan nasionalisme. ulama dan santri sudah berinisiatif terlebih dahulu dalam menumbuhkan kesadaran nasionalisme kebangsaan.

Mereka (ulama dan santri) menumbuhkan semangat perjuangan membangkitkan nasionalisme ini, mayoritas merupakan santri Syaikhona Moh. Kholil dalam mendoktrin para santrinya didalam menumbuhkan jiwa nasionalisme kebangsaan. diantara santri-santrinya adalah

  1. KH. Hasyim Asyari

Pendiri Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, mendapat gelar panggilan Hadratus Syaihk (Guru Mulia). pendiri organisasi islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU) berdasarkan keputusan Presiden  Nomer. 29/1964, ia diakui sebagai pahlawan kemerdekaan nasional, dan putranya Wachid Hasyim merupakan perumus naskah pembukaan UUD 1945, pernah menjadi mentri negara, mentri agama dan juga pahlawan nasional. sedangkan cucunya KH. Abdurrahman Wachid, biasa di panggal Gus Dur merupakan Presiden RI ke-4.

  1. KH. Wahab Hasbullah

Pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang . ia merupakan salah satu ulama pencetus pertama ide untuk menggagas berdirinya nahdlatul ulama, diangkat sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 November 2014. pengarang syiir ‘’Ya Lal Wathon’’ yang merupakan lagu ciri khas nahdlatul ulama di karang pada tahun 1934. selain itu ia pernah menjadi Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah) ketika melawan penjajah Jepang. pada saat pertama kali  mondok kepada Syaikhona Moh. Kholil ia di juluki sebagai macan karena Syaikhona Moh. Kholil mengetahui bahwa ia akan menjadi ulama besar dan ternyata terbukti dengan kepiawayannya dalam berdebat ia ditakuti oleh lawan dan disegani oleh kawan. sang pelopor diskusi para cendikiawan Taswirul Afkar (potret pemikiran) dan menjadi Rais Aam nahdlatul ulama kedua (1947-1971) setelah KH. Hasyim Asy’ari

  1. KHR. As’ad Syamsul Arifin

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo Asembagus Situbondo. ia merupakan salah satu tokoh berdirinya jam’iyah nahdlatul ulama. penyampai pesan (Isyarah) dari Syaikhona Moh. Kholil kepada KH. Hasyim Asy’ari dalam mendirikan sebuah organisasi jam’iyah nahdlatul ulama dan pemrakarsa berdirinya Pesantren Tinggi Lembaga Kader Fuqoha (Ma’had Aly) diangkat sebagai pahlawan nasional pada tanggal 3 november 2016.

  1. KH. Abdul Karim

Pendiri Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. seorang figur ulama yang selalu mengingat terhadap gurunya, menjelang wafatnya ia berpesan terhadap santri-santrinya untuk selalu mendoakan agar ia di akui santri Syaikhona Moh. Kholil “Dongak dongakno aku mati diakone santrine Kiai Kholil sebab lekku golek ilmu kawit durung baligh’’ (doakan aku mati diakui santrinya Kiai Kholil. Sebab sebelum baligh aku sudah menuntut ilmu). dan memiliki ribuan santri hingga sampai saat ini.

  1. KH. Nawawi bin Noer Hasan

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. termasuk salah satu tokoh ulama perintis organisasi jam’iyah nahdlatul ulama. pesantrennya sangat berwibawa, memiliki ribuan santri dan sampai saat ini tetap berpegang teguh dengan prinsip salafnya. dan ia masih tergolong Famili dengan gurunya Syaikhona Moh. Kholil.

  1. KH. Zainul Arifin Pohan

Ia dikenal sebagai ulama, politis, pejuang 1945, ketua DPR-GR (1960-1963). dan menjadi panglima tentara militer Hisbullah Masyumi. kemudian pasca proklamasi kemerdekaan ia bertugas mewakili partai Masyumi di Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), cikal bakal DPR-MPR, sambil terus memegang tampuk pimpinan Hizbullah yang sudah menjelma menjadi pasukan bersenjata. selama masa revolusi, selain mengikuti sidang-sidang BP KNIP yang berpindah-pindah tempat karena kegawatan situasi. dan memimpin gerakan-gerakan gerilya Laskar Hizbullah di Jawa Tengah dan Jawa Timur selama Agresi Militer I dan II, diangkat menjadi pahlawan kemerdekaan nasional pada tanggal 4 maret 1963.

  1. KH. Bisri Syansuri

Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar Jombang. Pendiri Syarikat Islam cabang Makkah. menjadi Rais Aam Nahdlatul Ulama ketiga pada tahun 1971-1980. dan termasuk anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) mewakili Masyumi, menjadi anggota Dewan Konstituante, ketua Majelis Syuro Partai Persatuan Pembangunan.

  1. KH. Masykur

Ia banyak berkiprah di bidang politik dan kenegaraan. Merupakan salah satu tokoh penting dalam jaringan paramiliter santri dengan mengomando Laskar Sabilillah yang merupakan titik jaringan pejuang pesantren dari level kiai dan pengasuh pesantren. Laskar Sabilillah, berkoordinasi dengan Laskar Hizbullah pimpinan KH. Zainul Arifin. Menjadi Ketua 1 PB NU (1957-1959). Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PPP/Wakil Presiden PPP (1973- 1985). Menteri Agama RI (1953-1955). Anggota PPKI (1944). dan Biro Politik Kotrar (1962-1966).

  1. KH. Ridwan Abdullah

Sosok kiai yang bakat dalam bidang lukisan, ia merupakan pencipta lambang nahdlatul ulama. di masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, ia ikut bergabung dalam barisan Sabilillah. pada tahun 1948, ia ikut berperang mempertahankan kemerdekaan RI hingga pasukannya dipukul mundur sampai ke Jombang.

  1. Dr. Ir. H. Soekarno

Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Presiden Republik Indonesia (RI) pertama. biasa di panggil Bung Karno, jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Ia merupakan tokoh intelektual karismatik yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa penting pergerakan nasional. bahkan lewat orasi-orasinya, Soekarno berhasil membangkitkan semangat juang rakyat Indonesia untuk terbebas dari penjajahan. karena itulah Bung Karno mendapat julukan ‘Singa Podium’. selain itu ia juga mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari 26 Universitas di dalam dan luar negeri.

Menurut penuturan KH. R. As’ad Syamsul Arifin dia diakui sebagai temannya. meskipun Bung Karno bukan resmi sebagai murid, namun ketika Bung Karna sowan ke Bangkalan, Syaikhona Moh. Kholil memegang kepala Bung Karno sambil meniupkan ubun-ubunnya.

Selain yang telah di sebutkan masih banyak santri Syaikhona Moh. Kholil dalam mensyiarkan agama islam dan berjuang terhadap bangsa.

Menurut Dr. Muhaimin M.H. selaku Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) pada acara  Webinar nasional yang bertajuk “Meraih Gelar Pahlawan Guru Pendiri NU Syaikhona Kholil Bangkalan”, yang di gelar oleh NU Online. Jatim, mengatakan bahwa Syaikhona Moh. Kholil sangat aktif menggelorakan semangat nasionalisme melalui mimbar-mimbar pengajian, dan tim peneliti telah menemukan di dalam manuskripnya yang berbunyi hubbul wathan minal iman, di dalam kitab fikihnya.

Melihat penjelasan Dr. Muhaimin M.H. bahwasanya dalam manuskrip Syaikhona Moh. Kholil yang terdapat “hubbul wathan minal iman” yang artinya cinta tanah air sebagian dari iman tersebut merupakan salah satu bukti Syaikhona Moh. Kholil menjadi inisiator gerakan nasionalisme di kalangan ulama santri  dan menjadi pemantik bagi santri untuk berjuang melawan kolonialisme. setelah para santri keluar atau selesai mondok kepada Syaikhona Moh. Kholil, mereka melakukan pergerakan nasionalisme maupun fisik melawan kolonialisme Belanda.

sekilas dari tulisan diatas tentang kiprah Syaikhona Moh. Kholil Bangkalan terhadap Bangsa Indonesia maka sangatlah pantas jika beliau diberi gelar pahlawan nasional.

 

Referensi :

  • Buku Biografi dan Karomah Syaikhona Moh. Kholil. Surat Kepada Anjing Hitam
  • Video seminar nasional usul gelar kepahlawanan (TP2GD) yang dilaksanakan di Kantor Bupati Bangkalan.
  • NU Online.

Penulis : Fakhrul

Editor : Ach. Soim

banner 700x350