𝐌𝐄𝐌𝐎𝐓𝐑𝐄𝐓 𝐊𝐄𝐌𝐁𝐀𝐋𝐈 𝐏𝐄𝐑𝐈𝐒𝐓𝐈𝐖𝐀 𝐃𝐈 𝐁𝐔𝐋𝐀𝐍 𝐒𝐘𝐀’𝐁𝐀𝐍 (2-Selesai)

oleh -1.566 views

Selanjutnya masih dalam dua kitab 𝑰𝒕𝒉𝒎𝒊’𝒏𝒂𝒏𝒊 𝒂𝒍-𝑸𝒖𝒍𝒖𝒃 𝒃𝒊 𝒂𝒅𝒛-𝑫𝒛𝒊𝒌𝒓𝒊 𝑨’𝒍𝒍𝒂𝒎𝒖 𝒂𝒍-𝑮𝒉𝒖𝒚𝒖𝒃, 𝑩𝒐𝒐𝒌-𝑷𝒖𝒃𝒍𝒊𝒔𝒉𝒆𝒓 𝒅𝒂𝒏 𝑴𝒂𝒅𝒛𝒂 𝒇𝒊 𝑺𝒚𝒂’𝒃𝒂𝒏, As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Malikiy (w. 1425 H) mengatakan:

2- Bulan Sholawat

Diantaranya keistimewaan pada bulan Sya’ban adalah bahwa Allah ﷻ menurunkan Ayat perintah bershalawat kepada Rasulullah ﷺ. Yaitu firman Allah ﷻ:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “𝑺𝒆𝒔𝒖𝒏𝒈𝒈𝒖𝒉𝒏𝒚𝒂 𝑨𝒍𝒍𝒂𝒉 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒂𝒍𝒂𝒊𝒌𝒂𝒕-𝒎𝒂𝒍𝒂𝒊𝒌𝒂𝒕-𝑵𝒚𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒉𝒂𝒍𝒂𝒘𝒂𝒕 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑵𝒂𝒃𝒊. 𝑯𝒂𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈-𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒊𝒎𝒂𝒏, 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒉𝒂𝒍𝒂𝒘𝒂𝒕𝒍𝒂𝒉 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑵𝒂𝒃𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝒖𝒄𝒂𝒑𝒌𝒂𝒏𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒉𝒐𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂𝒏𝒚𝒂.” (𝑸𝑺. 𝒂𝒍-𝑨𝒉𝒛𝒂𝒃: 56).

Lalu Abuya mengutip pendapat dari Sayikh Abu Shaif al-Yamaniy dan Syaikh Syihabuddin Al-Qasthalaniy (w. 923 H) dalam kitabnya Al-Muwahibu al-Ladunniyah bi al-Minahi al-Muhammadiyah dari sebagian ulama yang menyatakan bahwa:

أن شهر شعبان شهر الصلاة على النبي لأن الاية “إن الله وملائكته يصلون على النبي” نزلت فيه.

“Sesungguhnya bulan sya’ban adalah bulan shalawat, karena Ayat: 56 Surat al-Ahzab turun di bulan itu”.

Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalaniy (w. 852 H) mengutip pernyataan Abi Dzar al-Hawariy (w. 355 H) menambahkan:

أن الأمر بالصلاة على النبي صلّى الله عليه وسلّم يعني بقوله تعالى: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا } [الأحزاب آية: ٥٦] كان في السنة الثانية من الهجرة، وقيل في ليلة الإسراء.

“Sesungguhnya perintah bersholawat untuk Nabi, yaitu dalam firman Allah ï·» Ayat: 56 Surat al-Ahzab turun pada tahun kedua Hijriyah, dan sebagian ulama berpendapat pada malam Isra’.”

3- Bulan al-Qur’an

Telah dijelaskan dalam sebagian atsar dan riwayat dari sebagian ulama salafi ash-Shaleh ra, bahwa bulan Sya’ban disebut bulan al-Qur’an dan telah dimaklumi bersama bahwa al-Qur’an sangat dianjurkan membacanya setiap tempat dan zaman tetapi ada waktu-waktu tertentu yang telah dikokohkan seperti bulan Ramadhan, Sya’ban, Makkatu al-Mukarrah, Raudhah al-Musyarrafah dan di musim-musim yang penuh keutamaan.

Al-Hafidz Ibnu Rajab (w. 795 H) al-Hambali ra Lathaa’if al-Ma’aarif mengatakan: “Terdapat riwayat yang sampai pada kami dengan sanad yang Dhaif dari Anas bin Malik ra beliau berkata:

كان المسلمون إذا دخل شعبان، انكبوا على المصاحف فقرأوها، وأخرجوا زكاة أموالهم تقوية للضعيف والمسكين على صيام رمضان.

“Keadaan orang Muslim apabila memasuki bulan Sya’ban maka mereka menyibukkan diri dengan mushaf-mushaf al-Qur’an kemudian mereka membacanya dan mengeluarkan harta mereka untuk membantu kelompok dhuafa dan orang-orang miskin dalam menyongsong bulan Ramadhan.”

Salamah bin Kuhail ra berkata, berkata:

شهر شعبان شهر القرآن.

“Bulan Sya’ban adalah bulan al-Qur’an”.

Habib bin Abi Sabits, ketika masuk pada bulan Sya’ban. Beliau berkata:

هذا شهر القرآن.

“Ini adalah bulan al-Qur’an”.

Allamah Syekh Ahmad bin Hijazi al-Fassani (w.978 H) dalam kitab Tuhfatu al-Ikhwan mengatakan:

وقد كان السلف الصالح يقبلون فيه على قرأة القرآن، فتأسوا بهم، ، فما منكم إلا من جمع شيئا من القرآن الكريم، كالفاتحة أم القرأن، آية الكرسي، وسورة الإخلاص والمعوذتين وغير ذلك ، فيستغل الإنسان في هذا الشهر بما جمع.

“Para salafu ash-Shaleh berlomba-lomba menyibukan diri membaca al-Qur’an di bulan Sya’ban, maka teladanilah mereka. Tidaklah (seharusnya) dari kalian kecuali menghimpun sesuatu dari al-Qur’an (untuk dibaca) seperti Surat al-Fatihah Ummu al-Qur’an, Ayat al-Kursi, Surat al-Ikhlas, Surat al-Ma’udatain dan lainnya hingga semua orang di bulan ini sibuk membaca apa yang telah dihimpunnya.”

Waallahu A’lamu

Penulis: 𝑨𝒃𝒅𝒖𝒍 𝑨𝒅𝒛𝒊𝒎

Referensi:

✍️ 𝑺𝒂𝒚𝒚𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒉𝒂𝒎𝒎𝒂𝒅 𝒃𝒊𝒏 𝑨𝒍𝒂𝒘𝒊 𝑨𝒍-𝑴𝒂𝒍𝒊𝒌𝒊| 𝑰𝒕𝒉𝒎𝒊’𝒏𝒂𝒏𝒊 𝒂𝒍-𝑸𝒖𝒍𝒖𝒃 𝒃𝒊 𝒂𝒅𝒛-𝑫𝒛𝒊𝒌𝒓𝒊 𝑨’𝒍𝒍𝒂𝒎𝒖 𝒂𝒍-𝑮𝒉𝒖𝒚𝒖𝒃|𝑩𝒐𝒐𝒌-𝑷𝒖𝒃𝒍𝒊𝒔𝒉𝒆𝒓, 𝒉𝒂𝒍 26-27.

✍️ 𝑺𝒂𝒚𝒚𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒉𝒂𝒎𝒎𝒂𝒅 𝒃𝒊𝒏 𝑨𝒍𝒂𝒘𝒊 𝑨𝒍-𝑴𝒂𝒍𝒊𝒌𝒊| 𝑴𝒂𝒅𝒛𝒂 𝒇𝒊 𝑺𝒚𝒂’𝒃𝒂𝒏 𝒉𝒂𝒍 25-26, 44-45.

banner 700x350