KAROMAH SYAIKHONA KHOLIL BANGKALAN, BERKAT OBAT PEMBERSIH PERUT MALING TERTANGKAP

oleh -531 views

Syaichona.net- Di kisahkan, terdapat seorang polisi yang sudah lama memburu pencuri yang malang melintang disekitar kota Bangkalan. Berbagai cara telah dilakukan, namun hasilnya nihil. Sehingga mereka kewalahan menangkap pencuri ini. Tidak tahu cara apa yang harus ditempuh. Pada saat kebingungan mencari cara, seorang polisi senior mendapat ide. Dia mengusulkan untuk pergi sowan ke Syaichona Moh. Cholil.

Setelah dipertimbangkan, akhirnya polisi memutuskan untuk pergi menemui  Syaichona Moh. Cholil setibanya di kediaman kyai, seperti halnya tamu lainnya, Syaichona Moh. Cholil menanyakan, “Sampeyan ada keperluan apa?” (Madura red) tanya Syaichona Moh. Cholil kepada polisi. “Saya memburu pencuri, kyai. seluruh kota dan desa sudah dilacak, tapi tak ada hasilnya. mohon petunjuk kyai,” ucap polisi dengan penuh harap.

Beberapa saat Syaichona Moh. Cholil memandang tamunya. tiba-tiba Syaichona Moh. Cholil memanggil seorang santri dan menyuruh membeli urus-urus. yaitu obat yang digunakan untuk cuci perut. orang Madura menyebutnya broklat. Syaichona Moh. Cholil lantas menyuruh polisi yang ada dihadapannya itu untuk meminum urus-urus yang baru dibelinya itu.

Baca Juga :

“Saya minum ini, kyai ?” kata polisi tadi, tak percaya. dalam benaknya. apa hubungannya dengan pencarian pencuri.

“Iya, minum cepat!” tegas Syaichona Moh. Cholil sekali lagi.

Selesai minum urus-urus, sang polisi disuruh pulang memakai kendaraan umum. dalam perjalanan pulang, tampaknya urus-urus mulai bereaksi. Perut sang polisi mulai mulas-mulas. sampai di suatu tempat tertentu rasa mulas-mulas sudah memuncak. tidak ada jalan lain, kecuali berhenti ditengah jalan dan mencari sungai untuk buang hajat. Pada zaman itu di Madura masih minim sekali orang yang mempunyai WC (Water Closet). Keperluan seperti itu biasanya diselesaikan disungai.

Setelah polisi berhenti, terlihat ada sebuah sungai yang tampaknya cukup curam dan dalam. karena keiginannya untuk buang hajat sudah tidak bisa ditahan lagi, maka polisi dengan tergopoh-gopoh menuruni jurang tersebut meskipun medannya sangat sulit. ketika berada di curam yang paling bawah itulah sang polisi menemukan pencuri yang selama ini dicarinya. dengan sigap tegas, sang polisi meringkus pencuri dan memborgolnya.

Dengan tertangkapnya pencuri itu, polisi baru menyadari maksud Syaichona Moh. Cholil yang menyuruhnya untuk minum urus-urus padahal perutnya normal-normal saja. rupanya inilah jalan yang harus ditempuh untuk mengetahui dan menangkap pencuri yang selama ini malang melintang di Bangkalan.

Catatan:

Sang guru melihat apa yang tiada terlihat orang lain. Membangun kepercayaan memang sangat sulit. Kita sering menolak kebenaran betapapun sudah jelas dihadapan kita. Mungkin makanan kita yang belum bersih. Belum halal. Belum waro’ sehingga begitu berani kita bercanda dengan penyelewengan.

Penulis : Bahrudin Alam

Editor : Fakhrul

 

 

 

 

banner 700x350