GENERASI MILENIAL DAN DUNIA PETERNAKAN

oleh -120 views

Generasi milenial adalah kalangan generasi muda yang sangat merupakan digital native, hal yang sangat jauh berbeda dengan digital migration. Generasi digital native sudah berkembang di era digital, dengan pola pikir sangat berbeda, lebih cepat, lincah dan lebih terbuka, dan selalu tidak puas dengan kondisi yang ada atau selalu mencoba hal yang baru. Mereka melek teknologi, dan karena itulah yang membuat mereka lebih adaptif terhadap perubahan. Maka tantangan ke depan, bagaimana membuat dan mendorong para generasi milenial ini menjadi bagian penting di bidang perunggasan, baik yang bekerja di swasta, birokrasi maupun lembaga penelitian. atau satu sarana yang dibutuhkan para peternak milenial adalah teknologi informasi. Teknologi informasi sangat menentukan keberhasilan usaha perunggasan, misalnya apakah usahanya akan berhasil atau tidak, menguntungkan atau tidak, efisien atau tidak. Sarana informasi yang paling efisien saat ini adalah smartphone (telepon pintar) yang mayoritas kaum milenial telah memilikinya.

Dalam aktivitasnya, para peternak milenial dapat diorganisasi dalam sebuah kelompok ternak. Kelompok ternak itu dapat disinergikan dengan adanya pengembangan desa-desa peternakan atau mengintegrasikan desa sebagai sebuah usaha peternakan. Pola pembangunan desa yang berbasis pada peternakan akan dapat meningkatkan perekonomian desa. Salah satu pola pembangunan desa itu yakni dengan usaha kemitraan perunggasan bersama para kelompok peternak yang ada di pedesaan. Sistem pendataan terhadap peternak dan kelompok ternak menjadi sangat penting untuk dikembangkan agar bisa mengetahui karakteristik dan pemetaan peternak di Indonesia. Informasi mengenai peternak milenial ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui kondisi peternak sehingga dapat digunakan untuk mendukung perencanaan strategis bagi peningkatan kualitas hidup peternak melalui bisnis di bidang perunggasan.

Masa depan peternakan domestik di era milenial mau tidak mau akan melibatkan generasi Y dan Z yang bercirikan sangat tanggap terhadap perubahan informasi. Hal ini tentu menjadi keunggulan tersendiri sebagai akibat liberalisasi perdagangan yang menuntut perubahan cepat pada segala bidang. Daya tangkap generasi milenial yang sangat baik terhadap informasi, sudah selayaknya dikelola dengan baik sehingga menjadi nilai positif terhadap perkembangan dunia peternakan kedepannya. Beberapa generasi muda milenial saat ini mempunyai paradigma tersendiri dalam membangun dunia peternakan: ada yang membangun bisnis peternakan berbasis media sosial dan lain sebagainya. Walaupun tantangan juga semakin berat, apalagi pada industri perunggasan terjadi gejolak cukup serius pasca kekalahan negara kita dalam sidang WTO, yang berakibat pada kemungkinan masuknya daging ayam asal Brasil. Namun, hal itu semua akan dapat teratasi jika semua pihak dapat besinergi dengan baik untuk membangun peternakan domestik. Adanya bonus demografi yang berisikan anak-anak muda generasil milenial telah siap berkompetisi dalam percaturan industri peternakan.

 

Muhammad faisal wisani

(Mahasiswa Universitas Islam Malang)

banner 700x350