SEJARAH AWAL MULA LAFADZ ADZAN

oleh -234 views

Syaichona.net- Sejarah Awal mula lafadz adzan diawali dengan mimpinya Abdullah Bin Zaid di malam berkumpulnya para sahabat untuk membahas tentang apa yang akan dijadikan tanda atau yang akan digunakan untuk memanggil orang-orang untuk Sholat, dia bercerita :

“Saya bermimpi, ketika Rosulullah SAW memerintahkan agar menggunakan kentongan untuk dijadikan tanda ketika sudah masuk waktu Sholat, tiba-tiba saya dikelilingi oleh seorang laki-laki yang sedang membawa kentongan, kemudian saya bertanya “Wahai hamba Allah apakah engkau menjual kentongan itu?

Laki-laki tersebut malah balik bertanya “Untuk apa engkau ingin membeli kentongan ini? saya menjawab “Kami memanggil orang-orang untuk Sholat menggunakan kentongan ini” laki-laki tersebut berkata “Maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu? aku menjawab  “iya…” laki-laki itu berkata “ketika ingin memanggil orang-orang untuk sholat hendaknya engkau mengucapakan :

(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

 

Kemudian laki-laki tersebut mundur tidak terlalu jauh dan berkata “Ketika kamu hendak mendirikan sholat maka hendaknya mengucapkan :

(١x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
(١x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
(١x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
(١x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

 

Ketika sudah menjelang pagi aku menemui Rosulullah SAW dan menceritakan mimpiku kepadanya, setelah Rosulullah SAW mendengar ceritaku beliau berkata “Insyaallah itu adalah mimpi yang benar” pergilah kepada Bilal dan ajari dia Adzan sebagaimana dalam mimpi yang kamu alami, suruhlah dia adzan karena dia lebih lantang suaranya daripada suaramu,

Kemudian aku pergi menemui bilal dan mengajarkan adzan tersebut kepadanya, ketika Bilal adzan menggunakan lafadz tersebut, Umar segera keluar menjumpai Rosulullah SAW dan berkata “ya Rasulallah demi dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, sungguh aku bermimpi seperti apa yang Abdullah Bin Zaid mimpikan, Rosulullah SAW bersabda maka segala puji bagi Allah SWT.

Ada yang mengatakan kira-kira ada sepuluh orang sahabat yang bermimpi hal yang sama.

Wallahu a’lam

Penulis :Fakhrullah

Referensi: Syaikh Zainuddin Bin Abdul Aziz Al-Malibari|Fathul Mu’in Hal 29|Nurul Huda Surabaya.

banner 700x350