SHOLAT ISTIKHARAH MUTLAK, VERSI PARA SUFI

oleh -635 views

Dalam kitab Nihayatuz Zain karya Syaikh Nawawi al-Jawi ditemukan keterangan mengenai sholat istikharah mutlak. Sholat Istikharah mutlak ini bukan sholat Istikharah pada umumnya seperti yang telah di bahas dalam kajian sebelumnya meski tata caranya nyaris sama. Syaikh Nawawi al-Jawi dalam kitab tersebut mengatakan:

ومنه صلاة الاستخارة المعروفة عند الصوفية وهي الاستخارة المطلقة التي يعملها اهل الله كل يوم وهي ركعتان غير الاستخارة المشهورة يقصد بهما ان تكون حركاته وسكناته من هذا الوقت الى مثله من اليوم الاخر خيرا في حقه وحق غيره وان تكون حركات غيره وسكناته في تلك المدة خيرا في حقه هو.

Di antara shalat sunah adalah sholat Istikharah yang dikenal di kalangan orang-orang sufi. Yaitu shalat istikharah mutlak yang dilakukan oleh Ahlullah (hamba-hamba Allah ﷻ yang khusus) setiap hari. Sholat Istikharah mutlak berjumlah dua rakaat, berbeda dengan shalat istikharah yang masyhur. Sholat Istikharah mutlak dimaksudkan agar gerak dan diamnya seseorang dari waktu itu sampai selamanya berbuah kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Begitu juga gerak dan diamnya orang lain di masa itu berbuah kebaikan untuk dirinya.

Sebagain orang-orang yang telah makrifat bilah telah membuktikan dan merasakan manfaat sholat Istikharah mutlak ini.

Menurut Syaikh Nawawi al-Jawi, shalat istikharah mutlak ini boleh dilakukan kapan saja selain waktu-waktu yang diharamkan shalat. Hanya saja, lebih baik jika dilakukan setelah melakukan shalat Isyraq dan sebelum melakukan shalat Dhuha.

Adapun tata caranya sama dengan tata cara mengerjakan sholat Istikharah pada umumnya, yaitu: Niat melaksanakan sholat Istikharah. Pada rakaat pertama setelah surah al-Fatihah membaca ayat:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. (QS. Al-Qasas: 68-69). Atau membaca Surah Al-Kafirun.

Pada rakaat kedua setelah surah Al-Fatihah membaca ayat:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36). Atau membaca Surah Al-Ikhlas.

Setelah salam berdoa dengan doa shalat Istikharah yang masyhur dibaca:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَـالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي. إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Muhammad bin Umar Nawawiy al-Jawiy| Nihayatu az-Zain fi Irsyadi al-Mubtadi’in| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 105.

banner 700x350