ADA APA DENGAN SURAT AL-MULK?

oleh -398 views

Membaca al-Qur’an meski tanpa tahu arti dan maknanya tetap mendapat pahala apalagi jika disertai pemahaman isi yang terkandung di dalamnya tentu akan berlipat ganda pahalanya.

Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469).

Dalam tulisan kali ini penulis tertarik untuk mengupas dan mengkaji keutamaan-keutamaan yang terdapat dalam salah satu Surat dalam al-Qur’an, yaitu Surat al-Mulk atau teman-teman Santri menyebutnya Surat Tabarak.

Berikut simak pemaparan ulama Mufassirin dan Ahli Hikmah yang sempat saya telaah:

Syaikh Muhammad ash-Shawiy (w. 1175 H) dalam Hasyiyah ash-Shawiy ala Tafsir al-Jalalain mengatakan: Surat al-Mulk juga disebut Surat al-Waqiyah (pelindung), al-Munjiayah (penyelamat) dan al-Mani’ah (peredam) karena surat ini dapat melindungi dan menyelamatkan orang yang membacanya dari siksa kubur dan hari Qiyamat. Surat al-Muluk ini juga disebut Surat al-Mujadalah (perbantahan) orang yang membaca Surat ini dapat membantah (malaikat Munkar dan Nakir) di alam kuburnya.

Sementara keutamaan yang terkandung di dalamnya, banyak beberapa hadits menjelaskan. Diantaranya sebagimana yang disebutkan Al-Imam Abu Abdillah al-Anshariy al-Qurthubiy (w. 671 H) dalam Tafsirnya menyatakan: “Al-Tirmidzi menceritakan dari Ibnu Abbas. Beliau berkata:

ضرب رجل من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم خباءه على قبر وهو لا يحسب أنه قبر، فإذا قبر إنسان يقرأ سورة” الملك” حتى ختمها، فأتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله، ضربت خبائي على قبر وأنا لا أحسب أنه قبر، فإذا قبر إنسان يقرأ سورة” الملك” حتى ختمها؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (هي المانعة هي المنجية تنجيه من عذاب القبر). قال: حديث حسن غريب.

“Sebagian dari sahabat Nabi ﷺ pernah membuat perkemahan diatas sebuah pekuburan. Dan ia tidak mengira bahwa perkemahan yang ia bangun berada diatas sebuah pekuburan. Tiba-tiba datang seseorang untuk membaca surat al-Mulk hingga menamatkannya. Maka ia datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: “Wahai Rasulullah ﷺ, saya telah membuat perkemahan diatas sebuah pekuburan dan saya tidak tahu bahwa tempat tersebut adalah sebuah pekuburan. Kemudian datang seseorang untuk membaca surat al-Mulk hingga selesai.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Dia adalah penghalang, dia adalah penyelamat yang menyelamatkannya dari siksa kubur.” hadist ini Hasan Gharib.

وعنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (وددت أن” تبارك الذي بيده الملك” في قلب كل مؤمن) ذكره الثعلبي.

Juga dari al-Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku suka ayat maha suci Allah ﷻ yang ditangannyalah segala kerajaan (Surat al-Mulk) selalu berada didalam hati orang-orang yang beriman.” Hadits ini disebutkan oleh al-Tsa’labi.

وعن أبي هريرة قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: (إن سورة من كتاب الله ما هي إلا ثلاثون آية شفعت لرجل حتى أخرجته من النار يوم القيامة وأدخلته الجنة وهي سورة” تبارك”). خرجه الترمذي بمعناه، وقال فيه: حديث حسن.

Dan dari Abu Hurairah, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Terdapat sebuah surat didalam al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat yang dapat memberikan syafa’at (dengan izin Allah ﷻ) kepada seseorang (yang membacanya) sehingga ia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga.” Surat tersebut adalah Surat Tabarak (al-Mulk). Hadits dikeluarkan oleh at-Tirmidzi secara makna dan beliau berkata: Di dalam hadits terdapat hadits yang Hasan.

وقال ابن مسعود: إذا وضع الميت في قبره فيؤتى من قبل رجليه، فيقال: ليس لكم عليه سبيل، فإنه كان يقوم بسورة” الملك” على قدميه. ثم يؤتى من قبل رأسه، فيقول لسانه: ليس لكم عليه سبيل، إنه كان يقرأ بي سورة” الملك” ثم قال: هي المانعة من عذاب الله، وهي في التوراة سورة” الملك” من قرأها في ليلة فقد أكثر وأطيب. وروي أن من قرأها كل ليلة لم يضره الفتان.

Selanjutnya, al-Qurthubiy juga mengutip pernyataan Ibnu Mas’ud yang menyatakan bahwa: Ketika jenazah diletakkan didalam kubur, akan didatangkan kepadanya melalui kedua kakinya. Maka kedua kakinya berkata: “Kalian tidak punya jalan melalui arahku, karena ia berdiri dengan Surat al-Mulk diatas kedua telapak kakinya.” Lalu didatangkan dari arah kepalanya, maka lidahnya berkata: “Kalian tidak punya jalan melalui arahku, karena denganku, ia selalu membaca Surat al-Mulk.” Ibnu Mas’ud berkata: Ia (Surat al-Mulk) adalah pelindung dari siksa kubur. Di dalam Taurat juga disebut dengan nama Surat al-Mulk. Barang siapa membacanya pada malam hari, maka hal itu lebih banyak dan lebih bagus. Dan diceritakan bahwa sesungguhnya orang yang membacanya setiap malam, maka ia akan selamat dari fitnah.”

Terakhir, dijumpai pula hadist senada dalam al-Musnad Imam Ahmad ra, dari Zarr, dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata:

من قرأ { تبارك الذي بيده الملك } كل ليلة منعه الله بها من عذاب القبر وكنا في عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم نسميها المانعة وإنها في كتاب الله سورة من قرأ بها في كل ليلة فقد أكثر وأطاب. (رواه النساء واللفظ له والحاكم)

“Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (Surat al-Mulk) setiap malam, maka Allah ﷻ akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah ﷺ menamakan surat tersebut al-Mani’ah (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah. Barang siapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan. (HR. an-Nasa’i dan al-Hakim sementara lafadz hadits malik an-Nasa’i).

Waallahu A’lamu

Salam Ta’lim wal Muta’lim
Semoga Barakah Manfaat

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

📌Syaikh Ahmad bin Muhammad ash-Shawiy al-Khalwatiy al-Malikiy| Hasyiyah ash-Shawiy ala Tafsir al-Jalalain| Darul al-Kutub al-Ilmiyah juz 3 hal 229

📌Syaikh Abi Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Anshariy al-Qurthubiy| Al-Jami’ li al-Ahkami al-Qur’an atau Tafsir al-Qurthubiy| Darul al-Kutub al-Ilmiyah juz 7 hal 134

📌Mukhtashar al-Musnad al-Jami’ juz 12 hal 131

banner 700x350