LATAR BELAKANG KEISLAMAN ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ RA

oleh -203 views

Disebutkan bahwa Sayyidina Abu Bakar ra As-Siddiq adalah seorang pedagang dizaman jahiliyah. Ia berdagang hingga ke Negeri Syam (Syeria) dan di Negeri Syam inilah kilas balik awal keislamannya.

Pada suatu hari saat di Syam, ia pernah bermimpi melihat Matahari dan Rembulan berada di atas batu besar. Ia lalu menghampiri, menyentuh dan merangkul Matahari dan Rembulan itu sembari memakaikannya sebuah selendang.

Setelah itu Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra terbangun dari mimpinya. Karena penasaran dengan mimpi yang baru saja dialamai. Ia bergegas mencari seorang Rahib untuk menafsirkan mimpinya. Setelah menemukan seorang Rahib Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra menceritakan mimpinya.

Rahib pun bertanya: “Dari mana asalmu?.”

“Saya dari Makkah” Jawab Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra.

Rahib kembali bertanya: “Apa Qobilahmu?.”

“Qobilah Bani Tayyim” Jawab Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra.

Rahib bertanya lagi: “Dan apa pekerjaanmu?”

“Pedagang” Jawab Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra.

Setelah itu Rahib berkata: “Kelak dimasamu akan datang seorang laki-laki Bani Hasyim. Dia bernama Muhammad Al-Amin. Dia adalah Nabi Akhir zaman, seandainya bukan karenanya, niscaya Allah SWT tidak akan menciptakan Langit, Bumi, dan seisinya. Bahkan pula tidak akan menciptakan para Nabi dan para Rasul. Dia akan menjadi pamungkas dari para Nabi dan Rasul. Engkau akan memeluk agamanya, menjadi pendetanya dan menjadi Khalifah setelahnya. Inilah tafsiran mimpimu.”

Lalu Rahib itu menambahkan: “Aku mengetahui ciri-ciri Muhammad Nabi akhir zaman ini yang banyak disebutkan dalam kitab Taurot, Injil, Dan Zabur dan sesungguhnya aku telah memeluk agamanya secara sembunyi-sembunyi karena takut diketahui oleh orang Nasrani.”

Setelah Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra mendengarkan semua apa yang sampaikan Sanga Rahib, maka hati beliau langsung luluh dan kerinduannya pun memuncak untuk segera menjumpai Rasulullah SAW.

Keesokan harinya Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra pergi ke kota Makkah hanya demi memandang wajah Rasulullah SAW namun semakin lama Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra memandang semakin kuat debur cinta dan rindu dihatinya seakan tiada hari yang paling bahagia kecuali dapat memandang wajah Rasulullah SAW. Akhirnya di suatu kesempatan Rasulullah SAW memanggilnya sembari berkata:

“Wahai Abu Bakar! Engkau datang kepadaku dan duduk bersamaku disetiap hari, lantas kenapa engkau tidak memeluk agamaku?

Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra menjawab: “Jika engkau memang seorang Nabi, maka engkau pasti memiliki Mu’jizat.”

“Apakah tidak cukup perkataan seorang Rahib mengenai keislamanmu dalam mimpimu di Syam?.” Tanya Rasulullah SAW.

Mendengar perkataan Rasulullah SAW, Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra tanpa banyak bertanya langsung mengucapkan:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Penulis: Ilham Azhari

Referensi:

✍️ Al-Mawa’idzul ‘Usfuriyah, hal:05 (hafist ke-6) Al-Hidayah

banner 700x350