, , ,

BELAJAR DARI KETULUSAN ULAMA DALAM MENULIS (2)

oleh -242 views

Di antar bukti keikhlasan para ulama kita dalam menulis. Kerap kita menjumpai dalam beberapa literatur Syarah Hadits, format penulisan mereka di mulai dengan bab tentang niat yang diawali dengan hadits Rasulullah ﷺ riwayat Umar bin Khattab ra:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya.”- sebelum mereka menulis bab-bab lainya tidak terkecuali al-Imam al-Bukhariy dalam kitab Shahihnya.

Karena itu Syaikh Samsuddin al-Kirmaniy (w. 786 H) dalam kitabnya al-Kawakibu ad-Darariy fi Syarhi Shahih al-Bukhariy, Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 1 hal 187, mengatakan:

إنما أورد البخاري هذا الحديث قبل الشروع في أبواب الكتاب؛ إعلامًا بأن هذا المصنف منوي فيه الإخلاص لله تعالى، مجنب عن الأغراض الدنيئة والرياء. لما صحَّح فيه النية، وصفَّى فيه الطويةَ، جعل الله تعالى كتابه علمًا من أعلام الإسلام، رفع درجته في دار السلام.

“Imam al-Bukhariy menulis hadits ini sebelum menulis bab-bab lain dalam kitabnya, secara tidak langsung mengungatkan pada kita bahwa niat beliau dalam menulis kitabnya ikhlas karena Allah ﷻ, jauh dari keinginan-keinginan yang rendah apalagi riya’ (pamer). Karena niat yang benar dan kejernihan hati Imam al-Bukhariy itulah, Allah ﷻ menjadikan kitabnya sebagai sumber ilmu bagi pengatahuan Islam dan mengangkat derajatnya di rumah keselamatan.”

Syaikh Ahmad al-‘Ainiy (w. 855 H) dalam kitabnya ‘Umdatu al-Qariy Syarah Shahih al-Bukhariy, Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 1 hal 51 menambahkan:

أُعطى هذا الكتاب ما لم يُعطَ غيرُه من كتب الإسلام، وقبِله أهل المشرق والمغرب.

“Allah ﷻ menganugerahkan kitab (Shahih al-Bukhariy) ini pada Imam al-Bukhariy yang tidak pernah diberikan pada lainya dari kitab-kitab Islam sebelumnya baik pada orang-orang Timur maupun orang-orang Barat.”

Maka dari itu, barang siapa yang hendak menulis kitab. Sayogya memulai dengan hadist ini sebagaimana yang dikutip dari Ibnu Mahdi al-Hafidz dan beliau mengatakan:

لو صنفت كتابا لبدأت في كل باب منه بهذا الحديث

“Seandainya aku mengarang kitab, maka aku akan memulai di setiap babnya dengan hadits ini”.

Sementara di halaman yang lain dalam kitab yang disebut di atas Syaikh Samsuddin al-Kirmaniy saat membarikan pengantar kitabnya mengatakan:

وما توسَّلت به إلى غرض دنيوي، من مال أو جاهٍ، أو تقرب إلى سلطان أو خليفة كما هو عادة أبناء زماننا من أصحاب الهمم القاصرة، والعقول الضعيفة بل جعلته لله، ولوجهه خالصًا. سائلا أن ينفعني به حين يكون الظل في الأخرة قالصا، وأن يهب عليه قبول القبول، فإنه أكرام مسئول وأعز مأمول.

Sedikit pun tidak ada tujuan (dengan kitab yang aku tulis ini) untuk meraih duniawi, berupa harta, popularitas atau sebagai pendekatan pada penguasa sebagaimana yang dilakukan anak-anak zaman kita saat ini yang memiliki cita-cita kerdil dan akal yang lemah, bahkan aku jadikan (kitab ini) semata karena Allah ﷻ sembari berharap semoga (kitab ini) bisa memberiku manfaat, mampu menyingkap kegelapan kelak di akhirat. Semoga Allah ﷻ berkenan menerimanya, sesungguhnya Allah ﷻ adalah paling mulianya Dzat yang diminta dan paling agungnya Dzat yang diharapakan.

Waallahu A’llamu

Oleh: Abdul Adzim

banner 700x350