, , ,

RASULULLAH ﷺ HADIR SAAT PEMBACAAN MAULID NABI (3)

oleh -1.141 views

Masih menurut Sayyid Mahmud al-Luusy al-Bagdadiy (w. 1270 H) dalam kitabnya Ruhu al-Ma’aniy fi Tafsiri al-Qur’anu al-Adzim wa Sab’i al-Matsaniy mengatakan: “Banyak dari kalangan ulama salaf dan khalaf yang memberi kesaksian pernah melihat dan bertemu Nabi Muhammad ﷺ pasca wafatnya dalam keadaan terjaga.

Awalnya mereka melihat Rasulullah ﷺ dalam mimpi lalu berlanjut bertemu dengan Rasulullah ﷺ dalam alam nyata misalnya saat salah satu dari mereka mempunyai masalah tetang sesuatu yang tidak bisa dipecahkan sendiri lalu Rasulullah ﷺ datang menyapanya atau ia bertemu dengan Rasulullah ﷺ kemudian ia menanyakan masalah tersebut pada Rasulullah ﷺ dan Rasulullah ﷺ pun menjawaban serta memberikan solusi atas pertanyaan mereka.

Sementara mengenai hakikat mereka melihat Rasululullah ﷺ dalam keadaan terjaga, para ulama berbedakan pendapat. Sebagian ulama mengatakan: “Bahwa apa yang dilihat adalah raga dan ruh Rasulullah ﷺ yang asli”. Menurut mayoritas Arbabu al-Ahwal (orang-orang shalih yang memiliki ahwal: suatu tingkatan keadaan tertentu dalam ilmu tasawwuf) di antaranya al-Imam al-Ghazali: “Bahwa yang dilihatnya adalah Mitsal (perumpaan wujud Rasulullah ﷺ) bukan raga dan ruhnya yang asli. Sementara menurut al-Qadhi abu Bakar bin al-‘Arabiy yang diamini oleh al-Imam as-Suyuthiy: “Hal tersebut masih perlu ditafsil (pilah). Bila yang dilihat sesuai dengan sifat-sifat khusus yang dimiliki Nabi ﷺ yang telah dimaklumi, maka apa yang dilihatnya adalah hakikat wujud Nabi ﷺ dan bila yang dilihatnya, tidak sesuai dengan sifat-sifat tersebut, maka apa yang dilihatnya adalah perumpamaan dari wujud asli Nabi ﷺ. Namun mayoritas ulama sepakat bahwa melihat Nabi ﷺ dalam keadaan terjaga berawal dari penglihatan mata hati kemudian naik pada tingkatan dapat melihat Nabi ﷺ dengan mata lahir. Lalu tentang bentuk perwujudan dan durasi waktu pertemuan mereka dengan Rasulullah ﷺ berbeda-berbeda. Sekali lagi, tergantung kadar cinta dan rindu mereka pada Rasulullah ﷺ.

Di antara ulama yang sering bersua dengan Rasulullah ﷺ adalah Syaikh Khalifah bin Musa an-Nahri al-Maliki sebagaimana yang dikutip Syaikh Sirajuddin al-Mulaqqin dalam biografi Syaikh Khalifah: “Syaikh Khalifah adalah sosok ulama yang sering sekali bertemu Rasulullah ﷺ baik dalam mimpi atau dalam keadaan terjaga. Beliau pernah berkata: “Pekerjaan yang paling banyak aku lakukan adalah bertemu dengan Baginda Nabi Muhammad ﷺ baik dalam mimpi atau dalam keadaan terjaga hingga di satu malam aku bertemu Rasulullah ﷺ sebanyak 17 kali pertemuan. Salah satu sabda beliau ﷺ pada malam itu:

يا خليفة لاتضجر مني فكثير من الأولياء مات بحسرة رؤيتي

“Hai Khalifah! Jangan kau merasa jemu bersua denganku, betapa banyak dari para wali yang mati sebab menyesal melihatku”.

Syaikh Tajuddin bin ‘Athoillah dalam kitab Lathaifu al-Minan menceritakan: “Suatu hari seorang pria berkata pada Syaikh Abi al-‘Abbas al-Mursi: “Wahai Tuanku! Salami aku dengan tangan Anda yang ini, sungguh Anda telah banyak bertemu dan salam dengan orang-orang dari belahan dunia.”

Syaikh Abi al-‘Abbas al-Mursi berkata: “Demi Allah! Tidak ada yang bersalaman dengan telapak tanganku ini kecuali Rasulullah ﷺ. Dan beliau berkata: “Seandainya Rasulullah ﷺ sekejap mata saja terhalang dariku, maka aku bukan terhitung lagi sebagai orang Islam.” Bersambung…

Oleh Abdul Adzim

Waallahu A’lamu

📑 Sayyid Mahmud al-Luusiy al-Bagdadiy| Ruhu al-Ma’aniy fi Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim wa Sab’i al-Matsaniy| Ihya’u at-Turats al’Arabiy juz 22 hal 37.

📑 Sayyid Mahmud al-Luusiy al-Bagdadiy| Ghaystu al-Amaniy fi Raddi ala an-Bahaniy| Abdul Aziz wa Muhammad Abdullah al-Hajj juz 1 hal 50-51.

banner 700x350