Bahtsul Masail Triwulan : Menarik Daya Santri Dalam Mengkaji Kitab Klasik

oleh -280 views

SYAICHONA.NET- Rabu malam kamis  (04/11) Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil menggelar Bahtsul Masail Triwulan yang ke 24 se madura melalui Majelis Munadharoh wal Maktabah (M3) yang bertempat di Aula utama pesantren.

Kegiatan Bahtsul Masail Triwulan merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali di Ponpes Syaichona Moh. Cholil yang melibatkan beberapa pesantren diluar khususnya daerah bangkalan.

Ketua pelaksana Ust. Ridho Santoso mengatakan adanya kegiatan ini untuk memotivasi para santri agar lebih tertarik lagi dalam mengkaji kitab kuning sekaligus melatih mental dan pemikiran mereka melaui Bahtsul Masail Triwulan ini.

‘’Tujuan kegiatan ini untuk memotivasi santri khususnya ponpes Syaichona Moh. Cholil agar tertarik dalam mengkaji kitab kuning melalui Bahtsul Masail Triwulan ini karena kegiatan ini adalah forum yang tepat baik dalam melatih pemikiran, mental santri dan nalar santri ketika terjun di masyarakat santri itu sudah tidak gugup,’’ ungkapnya pada saat di wawancarai oleh Reporter Syaichona.net.

           Suasana pada saat Bahtsul Masail Triwulan yang ke-24 berlangsung

Bahtsul Masail Triwulan yang ke 24 se madura ini dihadiri oleh KH. Muridi, Lora Syafii junaidi, Ust. Mufti Shohib, Ust. Zainal Arifin, Ust. Ahmadi Ust. Funasul Qirom dan semua asatidz ponpes Syaichona Moh. Cholil.

Sedangkan peserta yang ikut dalam Bahtsul Masail Triwulan ini hanya sekitar 11 pesantren yang sebelumnya sekitar 20 pesantren karena masih berada dalam masa pandemi Covid-19.

Dan terdapat 4 tema yang dibahas dalam Bahtsul Masail tersebut salah satunya ialah hukum barang yang tertinggal di angkutan umum seperti yang telah dicontohkan yaitu baju.

Ridho Santoso selaku Ketua pelaksana berharap dengan adanya Bahtsul Masail Triwulan ini bisa menarik daya minat santri dalam memahami kitab klasik ulama salaf terdahulu.

‘’Dengan adanya forum ini teman-teman santri merasa tertarik untuk bisa berbicara dan menalar serta bisa melanjutkan tradisi-tradisi ulama terdahulu,’’ harapnya.

Reporter : Bahruddin Alam

Editor : Fakhrul

banner 700x350