Pengobatan Metode al-Quran Warnai Tasyakuran Deklarasi 5 Tahun Bangkalan Kota Dzikir dan Sholawat

oleh -200 views

SYAICHONA.NET- Dalam rangkaian acara  tasyakuran dideklarasi 5 tahun Bangkalan menjadi Kota Dzikir dan Sholawat Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan serta Dewan Pimpinan Praktisi Ruqyah Syadziliyah RKH. Fakhrillah Ashcal mengadakan praktisi Ruqyah Syadziliyah (pengobatan metode al-Quran) (28/08). di Aula Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil.

Dalam pengobatan Ruqyah Syadiliyah tersebut diikuti oleh santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, para Ikhwan Syadziliyah serta masyarakat umum dan pengobatan tersebut dipimpin oleh Ketua Praktisi Ruqyah Syadziliyah (pengubatan metode al-Quran) KH. Fauzan.

Sebelum Ruqyah Syadziliyah (pengubatan metode al-Quran) dimulai KH. Fauzan menjelaskan terlebih dahulu mengenai pengubatan tersebut,“ Ruqyah secara bahasa yaitu serepoh (Madura red) sedangkan secara garis besar yaitu doa perlindungan permohonan untuk kesembuhan dari segala penyakit,” tuturnya.

Praktisi Ruqyah Syadziliyah (pengubatan metode al- quran) yaitu pengubatan tradisional Toriqoh Syadziliyah yang berisi ayat-ayat al-Quran karena ada firman Allah SWT. yang artinya aku menurunkan al-Quran yaitu sebagai syifa’ (obat). Selain itu pengubatan metode al-Quran tersebut sanadnya langsung bersambung kepada Nabi Muhammad SAW.

Dan Ruqyah Syadziliyah (pengobatan metode al-Quran) itu  bisa menyembuhkan segala penyakit baik itu penyakit dhohir maupn penyakit batin.

“Karena firman Allah SWT. menurunkan al-Qur’an sebagai syifa’ bukan dawa’ yang tentunya syifa’ bisa mengobati penyakit apa saja, penyakit dhohir ataupun penyakit batin, kesurupan, terkena sihir, anak kecil yang nakal, santri yang tidak suka belajar dan sulit untuk tidur itu semua bisa dengan cara di ruqyah,” jelas Ketua Praktisi Ruqyah Syadziliyah KH. Fauzi.

Ia juga menjelaskan ketika di ruqyah tersebut akan mengeluarkan beberapa reaksi diantaranya muntah-muntah, keluar air mata dengan sendirinya, atau ada yang ingin buang air kecil dan semacamnya.

Sedangkan cara pengubatannya tersebut harus menyediakan air kemudian oleh ketua yang merukyah dibacakan beberapa ayat- ayat suci al- quran dan beberapa dzikiran yang diikuti oleh orang yang di ruqyah kemudian setelah selesai minumlah air tersebut.

Diakhir Praktisi Ruqyah Syadziliyah diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Dewan Pimpinan Praktisi Rukyah Syadziliyah RKH. Fakhrillah Aschal.

Reporter : Fakhrul

Editor : Soim Karim