Kisah Tiga Pemuda Pemberani dalam Meneguhkan Imannya

oleh -180 views

SYAICHONA.NET- Ibnu Al- Jauzy menceritakan sebuah cerita dari Abu Aly Al-Barbary; bahwasanya ada tiga laki- laki bersaudara dari Negeri Syam yang ikut berperang sebagai penunggang kuda yang pemberani, namun suatu ketika ia ditahan oleh pasukan romawi, mereka diberi tawaran oleh raja romawi.

“Aku akan jadikan kalian bertiga seorang raja dan akan aku nikahkan dengan putri- putriku akan tetapi kalian harus masuk pada agama nasrani (kristen),”.

Tapi tiga bersaudara pemberani tersebut menolak tawaran raja dan mengeluh seraya berkata : “Duh Nabi Muhammad,”.

Akhirnya sang raja menyuruh prajuritnya untuk mengambil kendil yang di isi dengan minyak zaitun kemudian dipanaskan di atas api selama tiga hari, mereka bertiga setiap harinya diperlihatkan pada kendil yang dipanaskan tersebut dan diajak untuk masuk agama nasrani (kristen), tapi sekali lagi mereka menolak ajakan untuk masuk ke agama nasrani, karena mereka masih tetap menolaknya maka yang paling tua dari tiga laki- laki pemberani ini dimasukkan kedalam kendil kemudian yang nomer dua dan tinggal yang paling muda tidak dimasukkan kedalam kendil tersebut.

Ia (tiga saudara yang paling muda) masih terus dirayu untuk meninggalkan agamanya, akan tetapi usaha raja masih saja tidak berhasil, akhirnya ada seorang laki- laki kafir berkata pada sang raja : “aku tau orang arab itu sangatlah menyukai wanita, dan tidak ada dikerajaan romawi ini, wanita yang lebih cantik dari pada putriku maka pasrahkanlah  dia kepadaku, nanti aku buat dia berduaan dengan putriku, biar putriku nanti yang akan merayunya,”.

Permintaan orang kafir itu disetujui oleh sang raja, namun sang raja memberikanya waktu selama empat puluh hari untuk membujuk laki- laki yang masih tersisa ini, dan akhirnya orang kafir tersebut membawa kerumahnya, dia menceritakan pada putrinya maksud membawa laki- laki tersebut kerumahnya.

Sang putripun menjawab. “ tinggalkan saja dia bersamaku aku yang akan mengurusinya,”. kemudian laki- laki tadi ditinggalkan bersama putrinya, setiap harinya laki- laki pemberani ini selalu berpuasa dan malam harinya dia bangun malam untuk beribadah.

Setelah beberapa hari sang ayah (orang kafir) menanyakan kepada putrinya. “sudah engkau lakukan ?  kemudian putrinya menjawab. “belum, aku masih belum melakukan apapun besamanya, mungkin   dia masih sedih karena kehilangn kedua saudaranya  dan masih belum bisa melupakannya,”. Jawab putri orang kafir tersebut.

“Mungkin ayah meminta kepada raja agar waktunya di perpanjang dan asingkan aku bersamanya kesuatu negara,”. usul sang putri. Kemudian orang kafir tersebut memberi tahu permintaan putrinya kepada sang raja, kemudian raja tersebut menyetujuinya dan diperpanjang selama beberapa hari. maka keduanya diasingkan kesuatu desa oleh orang kafir tadi.

Setelah itu putri orang kafir ini merayunya kembali tetapi usahanya masih tetap saja tidak membuahkan hasil, laki- laki tersebut tetap menulaknya karena setiap harinya laki- laki tersebut selalu berpuasa dan bangun pada malam harinya untuk melaksanakan ibadah, hingga sampai waktu yang ditentukan oleh sang raja hampir habis.

Akhirnya pada suatu malam putri orang kafir tersebut berkata. “ wahai lelaki, setiap hari aku melihat kamu selalu mensucikan tuhanmu, aku telah masuk kedalam agamamu dan meninggalkan agama orang tuaku,”.

Kemudian laki- laki tersebut berkata pada putri orang kafir. “bagaimana cara kita untuk kabur dari raja romawi ?,”. putri orang kafir menjawab. “ tenang, aku mempunyai ide yang bagus,”. setelah itu keduanya pergi pada malam hari dengan mengendarai kendaraan dan pada siang harinya mereka bersembunyi.

Ketika mereka berdua pergi melarikan diri, tiba- tiba mereka melihat se-ekor kuda dari kejauhan, kemudian mereka menghampirinya dan ternyata yang menungganginya adalah saudaranya  (kakak yang dimasukkan kedalam keldil oleh raja), mereka (saudaranya berdua) ditemani oleh malaikat yang diutus untuk menemui adiknya, lantas kemudian laki- laki itu bertanya pada kedua saudaranya tentang keadaan mereka berdua.

“yang kita rasakan hanya pada saat kami dicelupkan kedalam kendil itu, kemudian kita dimasukkan kedalam surga firdaus, dan kami kesini diutus untuk menjadi saksi pernikahanmu dengan wanita ini, “. Ucapnya.

Kemudian mereka menikahkan adeknya dengan sang putri orang kafir lau pergi kembali ke surga, setelah itu laki- laki tersebut kembali ke Syam bersama istrinya dan mereka berdua mukim disana.

Begitulah yang diceritakan oleh Ibnu Al- Jauzi, semoga Allah selalu menjaga iman kita dan menyelamatkan kita dari kufur dan sifat munafik.

Referensi : Irsyadul Ibad Karangan Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz Al- Malibary

Penulis : Fakhrul

Editor : Soim Karim