Hadist Keutamaan Puasa Arafah, Inilah Amalan Utama di Bulan Dzulhijjah

oleh -218 views

SYAICHONA.NET- Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap orang muslim kecuali bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji maka tidak disunnahkan untuk melaksanakannya, puasa Arafah ini terletak pada tanggal 9 Bulan Dzul Hijjah yakni bertepatan dengan wukuf di Arafah bagi yang melaksanakan ibadah haji.
Keutamaan puasa Arafah ini seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW. :

من صام يوم عرفة كتب الله له بعدد من صام اليوم وبعدد من لم يصمه من المسلمين ثوابا ويشيعه سبعون الف ملك إلى الموقف وعند نصب الميزان ومن الموقف إلى الصراط ومن الصراط إلى الجنة ويبشرونه بكل خطوة يخطوها ببشارة  جديدة,

Barang siapa yang berpuasa pada hari Arafah maka Allah SWT. akan mencatat baginya pahala puasa sebanyak orang yang berpuasa pada hari tersebut dan sebanyak orang yang tidak puasa pada hari tersebut (orang muslim) dan ia akan di giring oleh tujuh puluh ribu malaikat ke maukif (padang mahsyar), dan ketika menimbang amal dan dari padang mahsyar sampai sirat (sirat), dari sirat sampai ke surga dan di setiap langkahnya itu dia diberi kabar gembira.

Selain hari Arafah di Bulan Dzul Hijjah ini juga terdapat hari Tarwiyah yaitu pada tanggal delapan Dzul Hijjahnya yang juga dianjurkan untuk berpuasa pada hari tersebut seperti yang telah di sabdakan oleh Rosulullah SAW. yang dikutib dari kitab Ath- Tuhfatul Mardhiyyah fil Akhbaril Qudsiyyah wa Ahaaditsin Nabawiyyah karangan Syaikh Abdul Majid Ali Al- Adawi

Nabi Muhammad SAW. bersabda :

وعن النبي صلى الله عليه وسلم : من صام يوم التروية أعطاه الله ثواب أيوب عليه السلام على بلائه, ومن صام يوم عرفة أعطاه الله ثوابا مثل ثواب عيسى عليه السلام, وفي رواية, من صام يوم عرفة غفر الله له ما تقدم من ذنبه وما تأخر.

barang siapa yang berpuasa di hari tarwiyah maka Allah SWT. akan memberikan pahala seperti pahalanya Nabi Ayyub AS. terhadap cobaannya, dan barang siapa yang berpuasa di hari arafah maka Allah SWT. akan memberikannya pahala seperti pahalanya Nabi Isa AS, dan dalam riwayat lain, barang siapa yang berpuasa di hari Arafah maka Allah SWT. akan mengampuni dosa yang telah berlalu dan yang akan datang.

Sedangkan dalam redaksi hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah dari Rasulullah SAW. yang dikutib dari kitab Ath- Tuhfatul Mardhiyyah fil Akhbaril Qudsiyyah wa Ahaaditsin Nabawiyyah karangan Syaikh Abdul Majid Ali Al- Adawi juga berpendapat mengenai orang yang berpuasa pada hari arafah bahwa Nabi SAW. bersabda:

وعن عائشة رضي الله عنها عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : إن في النجة قصورا من در وياقوت وزبرجد وذهب وفضة . قلت : يا رسول الله لمن هي ؟ قال : لمن صام يوم عرفة, يا عائشة من أصبح صائما يوم عرفة فتح الله عليه ثلاثين بابا من الخير وأغلق عنه ثلاثين بابا من الشر, فإذا أفطر وشرب الماء استغفر له كل عرق في جسده

Sesungguhnya di dalam surga terdapat rumah yang terbuat dari mutiara dan intan permata, emas serta perak, kemudian aku bertanya (Sayyidah Aisyah), wahai Rosulullah SAW. bagi siapa itu, maka Rosulullah SAW.  menjawab : bagi orang yang berpuasa di hari Arafah, wahai Aisyah barang siapa pada waktu subuh hari Arafah dalam keadaan berpuasa maka Allah SWT. akan membuka baginya  tiga puluh pintu kebaikan dan mengunci tiga puluh pintu kejelekan, ketika berbuka puasa meminum air maka setiap urat di tubuhnya akan memintakan ampunan baginya.

Sebagian orang-orang sholeh (ba’du as-sholihin) berkata : saya pernah melihat seorang laki-laki di Makkah berdoa : اللهم بحق صا ئمي عرفة لا تحرمني ثواب عرفة    maka saya bertanya akan hal itu pada orang tersebut kemudian ia menjawab : orang tuaku berdoa dengan doa ini dan ketika  mati saya melihatnya (bermimpi) dalam tidur, saya bertanya : apa yang Allah SWT. lakukan padamu ? maka orang tuaku menjawab : saya diampuni dengan doa ini (Doa di atas), ketika saya di letakkan di kuburan maka datang sebuah cahaya kemudian di katakan padaku ini pahala arafah, aku memulyakanmu dengan sebab pahala arafah.

Allah SWT. memulyakan umat ini dengan berpuasa hari Arafah dan memulyakan empat Nabi pada hari arafah diantaranya Allah SWT. memulyakan Nabi Adam AS. dengan taubatnya, Nabi Musa AS. dengan  berbicara dengan Allah SWT., Nabi Muhammad SAW. dengan haji dan menyempurnakan agama dan Nabi Ibrahim AS. dengan kerelaannya menyembelih yaitu Nabi Ismail AS. akan tetapi hendak mau di sembelih Nabi Ismail oleh Allah SWT. di ganti dengan domba (hewan qurban).

 

Referensi : kitab Ath- Tuhfatul Mardhiyyah fil Akhbaril Qudsiyyah wa Ahaaditsin Nabawiyyah karangan Syaikh Abdul Majid Ali Al- Adawi

Penulis : Fakhrul

Editor : Ach. Soim