Pembukaan M3 Syaichona, Pentingnya Dalam Bermusyawaroh

oleh -139 views

SYAICHONA.NET- Pengurus Majelis Munadhoroh wal Maktabah (M3), Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan menyelenggarakan pembukaan M3 yang menghadirkan Ustad Agus Adibuddin LBM Pondok Pesantren Nurul Cholil pada malam rabu (22/07). di Aula lantai dasar Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil.

Acara tersebut diikuti oleh seluruh anggota Majelis Munadhoroh wal Maktabah (M3) Ponpes Syaichona Moh. Cholil beserta para asatid Pondok Pesantren dan di awali dengan pembacaan surat al-fatihah oleh Ketua 1 RKH. Fachruddin Aschal.

Ketua pelaksana Ainul Yaqin menyampaikan adanya M3 ini untuk menjadi wadah bagi para santri yang berpotensi untuk mengkaji, mendalami kitab klasik serta bisa berbicara dan bermusyawarah agar nanti setelah keluar dari Pesantren tidak hanya bisa membaca kitab tapi juga bisa berbicara di depan masyarakat umum.

Ia juga menyampaikan bahwa M3 Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil kali ini telah meludak lebih banyak dari tahun tahun sebelumnya maka dari itu tahun sekarang di bagi menjadi tiga bagian agar bisa berjalan dengan kondusif dan aman yaitu yang dari aliyah dan tsanawiyah di taruh di Musolla dan Ibtidaiyah di taruh di Aula lantai dasar sedangkan pasca yang baru saja lulus dari i’dadiyah di taruh  daerahnya.

Kemudian Ust. Mufti shohib mewakili Ma’hadiyah juga menyampaikan pentingnya adanya Majelis Munadhoroh wal Maktabah (M3) terutama pada zaman saat ini yang banyak permasalahan di berbagai masyarakat serta banyak yang menyampaikan mengenai hukum islam tapi tidak sesuai dengan pemahaman- pemahaman yang utuh

‘’Musyawarah ini penting apalagi dari aspek lingkungan pada hari ini, bagi teman- teman tidak hanya baca kitab tapi juga harus bisa berbicara untuk menyampaikan dengan apa yang sesuai yang di dasari dengan pemahaman- pemahaman, sekarang ini  banyak di you tube atau fecebook dan yang lainnya orang- orang yang menyampaikan hukum islam tapi tidak di dasari pemahaman yang utuh’’,pungkasnya.

Dalam sambutannya Ustad Agus Adibuddin menjelaskan ketika belajar untuk selalu membawa pena baik itu dalam bermusyawaroh maupun ketika mengaji agar bisa mencatat keterangan- keterangan dari kiai atau yang telah di peroleh dalam bermusyawaroh tersebut dan memotifasi para santri untuk bisa mentauladani KHS. Abdullah Schal dalam mencari ilmu.

‘’KHS. Abdullah Schal kalau mulang kitab tidak terlalu besar akan tetapi setiap ada orang yang bertanya pasti langsung di jawab beda hanya dengan kita meskipun terkadang membaca kitab- kitab besar akan tetapi kalau ada orang yang bertanya masih berfikir dan terkadang masih harus membuka kitab, beliau sangat alim setiap ada orang yang bertanya pasti selalu di jawab itulah kehebatan beliau’’,jelasnya.

Ketua pelaksa pembukaan Majelis Munadhoroh wal Maktabah (M3). Ainul Yaqin berharap kepada para anggota M3 lebih di tingkatkan lagi ‘’Teman- teman lebih aktif lagi untuk mengkaji kitab- kitab yang ada di pesantren, kitab klasik, kitabnya ulama’ salaf agar bisa menjawab problematika permasalahan yang ada di masyarakat karena dari dulu kitab ulama’ salaf itu masih lengkap sampai sekarang dalam menjawab problematika yang ada’’,harapan kedepannya bagi anggota M3.

 

Reporter : Fakhrul

Editor : Ach. Soim