keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah dan Doa yang Bisa Menghapus Dosa

oleh -262 views

Syaichona.net – Sudah tidak terasa hari ini sudah memasuki bulan Dzulhijjah atau  sering kita sebut dengan bulan haji yang merupan bulan mulia dan memiliki banyak keutamaan di dalamnya. keistimewaan bulan Dzulhijjah terdapat pada 10 hari pertama bulan tersebut.

Sesuai dengan firman Allah : Oوَٱلشَّفْعِ وَٱلْوَتْرِO وَلَيَالٍ عَشْرOوَٱلْفَجْر

artinya: Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil.

Sebagaian ulama berbeda pendapat mengenai makna layalin ‘ashr, namun kebanyakan dari mereka lebih sepakat menafsirkan dengan makna “sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah”, seperti pernyataan Ibnu Jarir at-Tabari.

Imam at-Tirmidzi juga meriwayatkan sebuah hadis mengenai keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».

Artinya: “Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai Allah SWT melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah SWT?” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah SWT, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.”

Banyak amalan penting yang dapat kita lakukan selama bula Dzulhijjah. Di antaranya puasa, sholat idul adha, melaksanakan haji dan umroh, menyembelih kurban, dan memperbanyak dzikir.

Ustadz Moh. Tuba, S.Pd.I Kepala Madin al-Ma’arif dalam tausyiahnya di channel Syaichona TV menjelaskan, dalam sebuah redaksi Nabi SAW sangat mensunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tasbih, tahlil dan tahmid.

Berikut adalah doa yang diajarkan oleh Nabi SAW untuk dibaca sebanyak sepuluh kali (10x) setiap hari dari hari pertama hingga hari ke sepuluh bulan dzulhijah.

Jika istiqamah setiap hari membaca sebanyak sepuluh kali (10x), maka akan mendapatkan ampunan dari Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Atthabrani dalam kitabnya Almu’jamul Kabir.

لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ عَدَدَ الدُّهُوْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ أَمْوَاجِ البُحُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ النَّبَاتِ وَالشَّجَرِ، لاَ إِلَه َإِلَّا اللهُ عَدَدَ اْلقَطْرِ وَاْلمَطَرِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ لَمْحِ اْلعُيُوْنِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ خيرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مِنْ يَوْمِنَا هَذاَ إلِىَ يَوْمِ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ

Artinya:

“Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sebanyak hitungan masa, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sebanyak hitungan ombak lautan, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sebanyak hitungan tumbuhan dan pohon, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sebanyak tetesan dan air hujan, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah sebanyak kedipan mata, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah mulai hari ini sampai hari ditiupkannya terompet hari kiamat.”

Sedangkan di hari arafah kita dianjurkan untuk  memperbanyak bacaan

لا إلهَ إلاَّ اللَّه وحْدهُ لاَ شَرِيكَ لهُ، لَهُ المُلْكُ، ولَهُ الحمْدُ، وَهُو عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِير

Inilah bacaan-bacaan yang bisa kita perbanyak dimanapun, kapanpun, dalam kondisi apapun dan semampu kita membacanya.

Penulis: Harun Al Rasyid

Redaktur: Soim Karim