Habib Ubaidillah Bin Idrus: Dua Penyakit yang Sangat Ditakuti Rasulullah SAW

oleh -399 views
Tausiah Habib Ubaidillah Bin Idrus Al-Habsyi Surabaya

Syaichona.net – Puncak Peringatan Haul Al-Maghfullaha Nyai Hj. Romlah Binti Kh. Imron keempat puluh dua diselenggarakan di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Demangan Barat Bangkalan, Malam Sabtu (03/04/20).

Acara yang dikemas dengan Pengajian Umum, Dzikir dan Sholawat, Habib Ubaidillah Bin Idrus Al-Habsyi Surabaya mendapat kesempatan sebagai pemberi tausiah kepada  para hadirin.

Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan dua penyakit yang sangat ditakuti Rasulullah SAW kepada para sahabat, yang pertama cinta dunia (hubbud dunia).

Cinta dunia ini bukan berarti kita dilarang memiliki harta sebanyak-banyaknya, karna ada sebagian  sahabat memiliki kekayaan yang sangat melimpah, seperti Sayyidina Usman Bin Affan memiliki perkebunan kurma di Madinah dan juga sahabat Abdurrohman Bin Auf yang meninggalkan harta warisan kepada masing-masing istrinya sebanyak lima puluh ribu dinar emas.

Tapi yang dilarang disini ialah cinta, karna Allah SWT  tidak mengumpulkan dua cinta didalam hati hambanya. ”ketika orang cinta kepada Allah SWT maka dia tidak bisa cinta pada dunia tapi jika orang tersebut sudah cinta pada dunia maka dia benci pada Allah SWT dan tidak akan senang mendengar nasihat-nasihat yang mendekatkan dirinya pada Allah SWT,” Jelasnya.

Beliau juga menambahkan, bahwa ciri dari orang cinta dunia ialah ketika diminta hartanya untuk dijalan Allah ia enggan memberikannya (cerrek) (madura red)

Sedangkan penyakit yang kedua ialah benci mati, sebab ketika seseorang cinta dunia maka otomatis dia akan benci berpisah dengan yang dicintai.

Dipenghujung acara, Habib Ubaidillah berwasiat pada dirinya sendiri dan umumnya kepada para hadirin agar tidak takut kepada kematian, namun yang perlu kita lakukan ialah mempersiapkan diri sebaik-baiknya, “sehingga ketika datang kematian kita akan menyambutnya dengan senang hati dan tidak ada yang paling kita cintai selain kematian, karna rindu ingin bertemu dengan Allah SWT sedangkan Allah SWT juga rindu ingin bertemu dengan kita,” Pesannya.

Penulis: Harun Al Rasyid

Editor: Soim Karim