Menyambut Ramadhan di Tengah Wabah Covid-19

oleh -605 views

SYAICHONA.NET- Pembicaraan tentang Covid-19 atau virus corona memang belum usai, hampir banyak negara masih di hantui dan dilelahkan lantaran virus yang mengerikan ini. Virus yang muncul diKota Wuhan China ini seolah-olah begitu semangat dan tak lelah menyebar ke penjuru dunia. Tidak tanggung-tanggung ia telah menularkan ke jutaan orang. Bahkan tidak sedikit juga yang meninggal sebab virus ini.

Karena penyebarannya begitu masif, pemerintah pun terus berupaya mencari solusi untuk mengurangi dan memberantas virus ini. mulai dari kebijakan sosial distancing hingga kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Dengan diberlakukannya aturan ini, maka segala bentuk aktifitas yang mengumpulkan banyak orang akhirnya dikurangi bahkan ditiadakan.

Di tengah-tengah pandemi virus corona, tidak lama lagi, umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadan. Bagi pemeluk agama islam, Ramadhan adalah bulan dimana mereka diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa, dan di bulan puasa ini adalah bulan ummat islam sebagai mana yang di sabdakan oleh Rasulullah SAW.; artinya, “ketahuilah bahwa Rajab bulan Allah sedangkan Sya’ban bulanku dan Ramadan bulan ummatku”

Baca juga :

Antisipasi Virus Corona, Bupati Bangkalan Imbau Santri Hidup Sehat di Pesantren

Ponpes Syaichona Cholil Putri, RKH. Nasih Aschal Adakan Sosialisasi Waspadai Virus Corona

Bila kita tarik kesimpulan mengenai hadis di atas  bagi setiap orang muslim yang beriman hendaknya berbahagia karena kita akan memasuki bulan yang kita tunggu-tunggu yakni bulan ummat islam yang mana di bulan ini bisa di sebut bulan suci dan pada bulan ini  Nabi Muhammad SAW.  para sahabat dan juga para Salafu Ash-Sholihin menyambutnya dengan penuh gembira sebagai mana yang telah di sabdakan oleh Nabi Muhammad SAW.

اَتَاكُمْ رَمَضَانُ سَيِّدُ الشُّهُوْرِ فَمَرْحَبًا بِهِ وَاَهْلاً جَاءَ شَهْرُ الصِّيَامِ بِالبَرَكَاتِ فَاكْرِمْ بِهِ مِنْ رَائِرٍ هُوَ اَتٍ

“Telah datang kepadamu Bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. maka (ucapkan) selamat datang kepadanya. telah datang bulan puasa yang membawa segala keberkahan. Maka muliakanlah tamu yang datang itu”. (HR Ath-Thabrani).

Baca juga :

Keutamaan dan Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban

Sya’ban Gerbang Utama Menuju Ramadhan

Rahasia Bulan Rajab dinamakan Bulan Haram

 

Al-hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitabnya Lathaifu al-Ma’rif fima Limuasimi al-‘Am minal al-Wadzaif (736-795 H) mengatakan: “Menurut sebagain ulama, hadits ini adalah dalil disunnahkanya memberi ucapan selamat seorang mukmin pada orang muslim lainnya.

ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﺑﻔﺘﺢ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﺠﻨﺎﻥ ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻤﺬﻧﺐ ﺑﻐﻠﻖ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﻨﻴﺮﺍﻥ ﻛﻴﻒ ﻻ ﻳﺒﺸﺮ ﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﺑﻮﻗﺖ ﻳﻐﻞ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻣﻦ ﺃﻳﻦ ﻳﺸﺒﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﺯﻣﺎﻥ

“Bagaimana tidak gembira? seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. tertutupnya pintu-pintu neraka. bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadhan)?.

Sebuah hadits yang termaktub dalam Durrotu an-Nasihin menjelaskan.

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

“Barang siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah SWT. akan mengharamkan jasadnya masuk neraka”.

Begitu mulianya bulan Ramadhan sehingga untuk menyambutnya saja, Allah telah menggaransi kita selamat dari api neraka. Oleh karena itu wajar jika para ulama salaf terdahulu selalu mengucapkan doa:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami pada Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan Bulan Ramadhan’’.

Bagi seorang mukmin yang beriman sampai terhadap Bulan Ramadhan adalah kebahagiaan yang luar biasa, karena hanya di bulan itu mereka bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah SWT. yang tidak terkira, tidak mengherankan jika kemudian Nabi saw. dan para sahabatnya menyambut Ramadhan dengan senyum dan tahmid, dan melepas kepergian Ramadhan dengan tangis.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang diberkati, bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan terjadinya peristiwa Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan dan di bulan ini juga merupakan  bulan dimana pintu maghfirah (ampunan) dibuka selebar-lebarnya serta segenap amal kebajikan dilipat gandakan pahalanya. mengingat betapa mulianya bulan ini, maka alangkah bahagianya jika pada momentum Ramadhan ini kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita serta mengisinya dengan segala kebajikan.

Penulis : Fakhrul

Editor : Ach. Shoim

 

Referensi : Al-hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitabnya Lathaifu al-Ma’rif fima Limuasimi al-‘Am

minal al-Wadzaif.

: Durratu an-Nasihin