Ngaji Perdana, Gus Baha Pimpin Ngaji Turats Di Ponpes Syaichona Kholil

oleh -1.738 views

Syaichona.net –Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, sukses untuk yang pertama kalinya merealisasikan ngaji kitab bersama karangan guru maha guru, Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, yang mana acara ngaji tersebut diselenggarakan pada hari Jumat bada manggrib jam 18:00 WIB, Januari (31/20), yang berlokasikan di halaman pondok pesantren, lebih tepatnya pendopo.

Tujuan diadakannya ngaji kitab tersebut permintaan langsung dari beliau sendiri yang akan mengkaji kitab, disisi lain juga untuk menguak semua karya beliau yang selama ini terpendam, karna dilihat dari pandangan masyarakat beliau lebih dikenal dengan kewaliannya, hal tersebutlah yang membuat generasi muda Dzurriyah bani Cholil dengan timnya yang bernama, Lajnah Turots generasi yang ke-5 berinisiatif mengumpulkan semua karya beliau, yang mana dari hasil jerih payah tersebut kitab karangan beliau hampir terkumpul semua.

Tamu pengkaji kitab itu sendiri mendatangkan kyai terhormat dari luar pesantren, yaitu DR. KH. Abdul Ghofur beliau merupakan putra dari Almagfurlah KH. Maimoen Zubair MA, sedangkan pengkaji kedua ialah, KH Ahmad Bahaudin Nursalim, yang mana beliau sangat familiar dikalangan tokoh masyarakat dengan panggilan Gus Baha.

“Saya agak kecewa sih dengan isi kitab ini, dalam artian kecewa yang baik kenapa!, kaena dulu waktu saya masih kecil yang paling saya kenal dari Syaichona Cholil, beliau kalau diundang untuk Nalqin Mayyit cuman bilang begini, pokoknya kalo ditanya malaikat bilang nunggu saya, sedangkan kitab ini menerangkan tentang semua hal itu, makannya saya kecewa kenapa tidak seperti dulu saja!”. Ucap Gus Baha yang disambut gelak tawa oleh para tamu undangan.

Adapun kitab yang dikaji berjumlah dua kitab, Taqrirot Syaichona Moh. Cholil, yang isinya mengkaji pembahasan seputar qoidah irob, untuk kitab yang kedua membahas permasalahan tentang kematian dan seputar jenazah dengan judul kitabnya yang bernama, Istidadul maut, dimana semua kitab tersebut hasil dari torehan tinta emasnya beliau sendiri.

“Karna hakikatnya orang yang alim itu dipandang oleh masyarakat bukan hanya karna dirinya saja yang alim, mereka bisa mencapai derajat seperti itu karna mereka berhasil menciptakan bibit-bibit yang lebih unggul darinya, seperti halnya Imam Syafi’i, yang mana beliau menjadi orang alim bukan karna dirinya alim, melainkan karna beliau berhasil menciptakan generasi murid yang kealimannya melebihi beliau”. Dawuh Gus Ghofur ketita memotivasi para hadirin.

Adapun untuk susunan pada malam itu terbagi menjadi 6 tatanan, susunan pertama pembukaan bisrotul fatihah oleh beliau, Kh. Abdul Adzim Kholili Kepang, dilanjut dengan sambutan oleh RKH. Moh. Nasih Aschal, yang sekaligus memoderatori jalannya kajian, untuk acara ngaji kitab itu sendiri terletak pada acara yang ketiga, dibuka dengan Gus Baha yang kemudian di sambung oleh Gus Ghofur, setelah kajian selesai dilanjutkan dengan pemberian cindera mata, yang mana dalam hal itu diberikan langsung oleh, RKH. Moh. Nasih Aschal dan RKh. Abdul Latif Amin Imron, selaku bapak bupati Bangkalan, sedangkan acara terakhir ditutup dengan doa oleh, KH. Abdul Adzim Kepang.

Reporter : Ainun Najib

Editor : ACH. SHOIM KARIM