Gus Hamim HR : Tularkan Motivasi Kepada Santri Dalam Berbahtsul Masail Yang Kritis

oleh -2.345 views

SYAICHONA.NET- Bahtsul Masail Wustha (BMW) ke- 9 dan semenar santri mencetak generasi yang agamis, kritis dan nasionalis dalam rangka Haul Nyai Hj. Sumtin binti Husnawiyah Gus Muhammad Hamim HR. Memberikan dorongan penyemangat dalam menuntut ilmu, yang dikutip langsung melalui pendapatnya Ibnu qoyyim Al- Jauzi jihadnya orang zaman sekarang itu menuntut ilmu.

‘’santri dalam menuntut ilmu itu seperti jihad, Ibnu Qoyyim Al- Jauzi menjelaskan bahwa tintanya itu nanti akan di timbang seperti darahnya orang mati syahid di sana di jelaskan bahwa tabligh sunnati Rosulullah itu lebih afdol di bandingkan kita melemparkan anak panah kepada lehernya musuh kenapa begitu karna kalau perang semua pasti bisa apalagi santri kalau pulang rata-rata kan Nganggur akhirnya santri itu senang apa bila di ajak perang tapi kalau di ajak ngaji yang serius tidak ada lucu-lucunya pasti akan malas karna ilmu itu warasatul ambiya’.

Baca juga : Inilah … pesan mulia Habib Al- Kaf yang harus di ingat para alumni

Bahtsul Masail dan seminar santri mencetak generasi agamis kritis dan nasionalis dalam rangka haul Nyai Hj. Sumtin binti Husnawiyah yang diikuti para santri dan peserta Bahtsul Masail Wustha se Jawa- Madura itu Gus Hamim HR. Juga menjelaskan bahwa santri zaman sekarang ini sudah kritis dan nasionalis tidak perlu diajarkan.

‘’kalau judulnya kritis saya rasa santri sekarang ini sudah kritis tidak perlu di ajari seandainya ada orang yang alim ya.. sekaliber imam Nawawi ketika ada di forum- forum Bahtsul Masail ini pasti di debati oleh para santri- santri khususnya bagi para bahtsul masail ini, kalau nasionalis sudah jangan di tanyakan, orang kalau dari lahir darahnya Nahdatul Ulama’ ada darah seperti kita-kita ini pasti sudah nasionalis cinta tanah air secara naluri’’

Gus Muhammad Hamim juga memberikan motivasi pada para santri dan peserta Bahtsul Masail Wustha yang ke- 9 khususnya bagi santri yang kecerdasannya di bawah rata-rata kunci untuk sukses meski tidak pandai yang penting ikut kyai dalam kondisi apapun kita tetap ikut kyai meskipun orang yang bodoh tapi karna taat pada kyainya maka istilah kitabnya itu insyaalah akan mendapatkan futuh sehingga cahaya keilmuannya akan di bukakan oleh allah swt.

Reporter: Fakhrul 

Editor : ACH. SHOIM KARIM