Kisah Syaikhona Kholil Bangkalan Meneriaki Kiai Wahab Chasbullah “Macan”

oleh -2.162 views

SYAICHONA.NET- Pada waktu itu tepatnya pada bulan Syawal  KH. Cholil mengumpulkan semua santrinya, beliau menyuruh para santrinya untuk memperketat seluruh kawasan di pesantren, terutama di pintu gerbang masuknya pesantren. Setelah para santri berkumpul KH. Cholil berkata ’’wahai semua santri mulai hari ini kalian harus memperketat penjagaan pesantren terutama di gerbang masuk pesantren karena akan ada macan yang masuk ke pesantren ini’’ tegas KH. Cholil terhadap para santrinya.

Semua santri menjadi panik karena pesantrennya tidak aman, sementara kala itu Demangan memanglah hutan yang cukup angker, jadi tak heran bila para santri tersebut ketakutan, apa lagi akan adanya macan yang akan masuk tersebut. Karena santrinya memang benar-benar ta’at dan sangat menghormati KH. Cholil.  Mereka segera memperketat penjagaannya akan tetapi macan yang dikatakan akan masuk tersebut tidak muncul-muncul juga, mereka tidak putus asa, bahkan semakin mempemperketat penjagaannya karena keta’atan mereka terhadap sang guru begitu besar.

ketika minggu ke tiga datanglah pemuda yang sangat kurus serta membawa tas koper besi masuk kepesantren, pemuda itu ingin nyantri kepada KH. Cholil. Ketika ia sampai di depan pintu dalemnya KH. Cholil. ia memberi salam dengan sangat sopan’’ assalamualaikum’’ setelah itu KH. Cholil tidak menjawab salamnya, tetapi ia malah berteriak dan memanggil para santrinya, ‘’hai para santri kesinilah, ini macan yang ditunggu-tunggu, tangkaplah dia’’ ucap KH. Cholil dengan melantangkan suaranya.

Pemuda tersebut menjadi bingung dan sangat panik ketakutan karna KH. Cholil menyuruh para santri untuk menangkapnya, apa lagi para santri yang ingin menangkapnya membawa senjata alat-alat untuk berperang. pemuda tersebut melangkah sedikit demi sedikit, kemudian ia meloncat lari kesemak-semak untuk bersembunyi.

BACA JUGA : SANTRI SANTRI SYAICHONA KHOLIL BANGKALAN YANG MENDUNIA

setelah ia merasa sudah aman dan lama bersembunyi ia tidak menyerah tetap saja ia ingin sekali untuk nyantri kepada KH. Cholil. Ketika masuk kepesantren, para santrinya mau menangkapnya kembali. Terpaksa si pemuda tersebut lari lagi, keesokannya juga begitu seterusnya.

Akan tetapi pemuda yang kurus tersebut tidak putus asa dan mencari cara untuk diterima menjadi santrinya, ketika di tengah malam ia diam-diam mengendap dan berhasil masuk kedalam pesantren ia merasa bingung serta ketakutan, takut santri ada yang melihat lalu ditangkapnya, karena dia merasa sudah kelelahan ia istirat dan hingga tertidur.

Ketika menjelang shalat subuh tiba-tiba saja KH. Cholil menghampiri pemuda tadi dan membangunkan serta menyuruhnya untuk ikut ke dalemnya. Tibanya di dalem, pemuda merasa sangat gembira dan bersyukur karna ia di terima menjadi santrinya.

Pemuda yang dijuluki macan oleh KH. Cholil itu bernama KH. Abdul Wahab Hasbullah. Ia menjada kyai yang sangat alim bahkan sangat pandai dalam berdebat, ia sangat di segani kawan dan di takuti oleh lawan seperti macan yang di isyaratkan oleh KH. Cholil. bahkan ia adalah salah satu pencetus Nahdhatul Ulama’ mengumpulkan para tokoh-tokoh pesantren se Jawa Madura bersama KH. Hasyim asyari yang juga merupakan salah satu santrinya KH. Cholil. Untuk mendirikan Nahdhatul Ulama’.

KH. Abdul Wahab Hasbullah juga menjadi pemimpin laskar mujahidin (hizbullah) untuk melawan penjajah mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan menjadi Rais AaM NU. Setelah wafatnya KH. Hasyim Asyari, KH. Wahab Hasbullah juga menciptakan lagu wajib syubbanul wathon lagu wajib NU. dan pendiri GP Ansor.

 

Referensi : Surat Kepada Anjing Hitam

Penulis : Fakhrul

Ediotr : Shoim Karim