Ribuan Santri Ikuti Pengajian Kitab Bersama Alumni Is’adul Ahbab Dan Ahbaabul Musthofa

oleh -374 views

SYAICHONA.NET.-  Kegiatan rutinan pengajian kitab dan pembacaan sholawat al-habsyi jamiyah Is’adul Ahbab Dan Ahbaabul Musthofa Bangkalan Malam ini melaksanakan rutinan di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. yang dikemas dengan pembacaan Sholawat Al-Habsyi bersama para santri dengan dilanjutkan dengan pengajian kitab Risalatul Muawanah. di halaman Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkaln  (12/18).

acara diawali dengan pembacaan sholawat oleh jamiyah Ahbabul Musthofa kemudian kajian kitab oleh RKH. Fakhrillah Aschal. yang menjelaskan tentang Bid’ah. Sesuatu yang tidak pernah di lakukan oleh nabi, akan tetapi tidak semua bid’ah itu dolalah

“semua perbuatan yang tidak pernah di lakukan oleh Nabi Muhammad SAW. akan tetapi di lakukan oleh  Sahabat  itu bid’ah hasanah’’ Dauh pengasuh RKH. Fakhrillah Aschal saat memimpin pengajian kitab.

Para santri, alumni dan simpatisan yang hadir menangis ketika RKH. Fakhrillah Aschal memulai Sholawat  dan dzikir sambil diiringi dengan tawajjuh. Dengan mengingat perbuatan dosa yang diperbuat serta meminta pertolongan ampunan dengan mengingat apa yang telah ia perbuat.

RKH. Fakhrillah Aschal. juga menerangkan masalah wara’ beserta menceritakan para auliya illah/kekasih Allah. Agar supaya di ambil hikmahnya.

‘’orang yang zuhud itu tergantung dari taalluknya hati, apabila di hatinya masih ada talluk dunia maka itu bukanlah zuhud, zuhud yaitu tidak ada taalluk terhadap dunia di hatinya hanya ada allah SWT. meskipun ia memiliki harta yang banyak tapi ia tiadak ada sama sekali hubungannya dengan harta yang di milikinya

Sebelum acara tersebut selesai beliau RKH. Fakhrillah Aschal. menyuruh pada semua yang hadir untuk mendoakan kedua orang tua. Sambil menunggu hidangan yang di persiapkan.

“mari kita semua berdoa untuk kedua orang tua, kalian apa bila tidak pernah ditinggalkan orang tua masih tidak kerasan, baru setelah di tinggal olehnya. masyaallah kalian akan merindukannya, mengingat apa yang telah di perbuat padanya, kalian harus bersyukur masih mempunyai orang tua karna jalan untuk selamat, jalan untuk masuk surga masih ada, apabila sudah tiada masyaallah kalian akan menyesal dan kalian akan merindukannya’’. Tutur pengasuh.

 

REPORTER : FAKHRUL