Karomah Syaikhona Kholil Bangkalan (Part I) : Sholat Sambil Tertawa

oleh -1.214 views

Ketika Cholil muda mondok di pesantren Langitan Tuban. Seperti di pesantren-pesantren lainnya, kalau mau Shalat para santri berjemaah bersama kiyainya. Pada waktu Shalat Isya’ Cholil bersama santri yang lain Shalat berjamaah sedangkan yang menjadi imam waktu itu adalah KH. Muhamad Noer pengasuh pondok pesantren Langitan pada masa itu.

Di tengah kekhusyukan Shalatnya Cholil muda tertawa terbahak bahak tidak karuan, sehingga santri yang lain menjadi marah terhadap Cholil karna mengganggu kekhusyukannya yang sedang Shalat. setelah Shalatnya selesai Cholil dipanggil ke dalemnya kyai untuk di sidang tentang masalah tadi mengapa kok bisa tertawa.

Dengan wajah cemberut KH. Muhammad Noer bertanya kepada Cholil muda. “Cholil mengapa pada waktu Shalat tadi kamu tertawa ? apakah kamu tidak tau bahwa tertawa dapat membatalkan Shalat dan mengganggu kekhusyukan Shalat yang lain” ucap KH. Muhamad Noer. Lalu Cholil menjawab dengan tenang dan sopan “Maaf kyai, waktu Shalat tadi saya tidak mampu menahan tawa. karna saya melihat di kepala kyai ada tumpeng . Apakah yang saya lihat itu salah kyai “ Tanya Cholil.

Seketika itu KH.Muhammad Noer terkejut dengan apa yang dikatakan Cholil karna apa yang dikatakan Choll itu benar, lalu KH. Noer menjawab “yang kamu katakan itu  benar nak, waktu sholat tadi saya sedang lapar dan tak bisa khusyuk karna setelah shalat saya mau menghadiri acara yang kemungkinan saya akan mendapatkan tumpeng untuk melepaskan rasa lapar saya,

Dan dari kejadian itu Cholil muda menjadi terkenal di pesantren Langitan Tuban bahkan sampai ke pesantren-pesantren luar lainnya.

Hikmah dari kejadian ini adalah kita kalau lapar dan tidak bisa Khusuk maka hendaknya kita hilangkan rasa lapar kita terlebih dahulu supaya kita bisa Khusuk dalam Shalat, karna Shalat adalah tiang utama dalam beribadah kepada Allah SWT.

 

PENULIS : fakhrul Rosi

EDITOR : ACH. SHOIM KARIM