Apel Akbar Hari Santri Nasional Di Alun-Alun Kota Bangkalan

oleh -292 views

syaichona.net – Bupati Bangkalan RKH. Abdullatif Amin Imron beserta Forkopinda Kabupaten Bangkalan, para alim ulama’ mengadakan Apel Akbar Hari Santri Nasional bersama ribuan santri se-Bangkalan yang dilaksanakan di Alun-Alun Kota Bangkalan untuk memperingati Hari Santri Nasional pada hari selasa (22/10).

Acara tersebut berjalan dengan lancar, Apel Hari Santri saat ini berbeda dari tahun sebelumnya yakni menggunakan Bahasa madura, agar budaya bahasanya masih terjaga. sebelum Apel akbar dimulai pertama kali diadakan geladi bersIh, agar acaranya berjalan dengan kondusif dan baik, setelah itu dimulailah apel akbar yang diawali dengan penghormatan kepada inspektur Apel yang diketuai oleh komandan Apel kemudian para peleton barisan memberi laporan terhadap komandan bahwa barisannya telah siap, setelah itu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dan mars hubbul waton,

Dan dilanjutkan dengan pembacaan doa kepada para suhada’ yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesi yang dipimpin oleh Inspektur Apel, lalu setelah itu ikrar santri yang dibacakan Dewan Anggota DPRD Jawa Timur RKH. Nasih Aschal ’’Bismilla hirrahma nirrohim, kami santri negara kesatuan republik indonesia berikrar:

    1. Berpegang teguh pada akidah ajaran nilai dan tradisi islam Ahlusunnah wal jamaah
    2. Bertanah air satu tanah air Indonesia, ber ideologi negara satu, ideologi pancasila, berkonstitusi satu, undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945, dan berkebudayaan satu, bineka tunggal ika
    3. Selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga, membela tanah air dan bangsa mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujutkan perdamayan dunia,
    4. Ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia
    5. Pantang menyerah, pantang putus asa, serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang merong-rong pancasila, UUD 1945, negara kesatuan republik Indonesia dan bineka tunggal ika yang di dasari semangat proklamasi kemerdekaan dan revolusi jihat Nahdhatul Ulama.

Kemudian pembacaan revolusi jihat yang dipimpin oleh Ketua Tanfidziah Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Bangkalan masa Khidmat 2017-202 KH. Makki Nasir.

Serta sambutan yang disampaikan langsung oleh Bapak Bupati Bangkalan, RKH. Abdul Latif Amin Imron beliau menyampaikan kepada peserta Apel bahwa ketika kolonial penjajah datang maka para kiai, ulama serta para santri ikut andil dalam menjadi benteng pertahanan kemerdekaan, dan di situlah para santri mempunyai peran yang di namakan dengan hari santri nasional agar supaya bisa mengikat kembali perjuangan para kiai dan santri yang membela tanah air kemerdekaan Republik Indonesia,

Bapak Bupati Bangkalan juga berharap kepada para santri serta anak Bangsa untuk menjaga Indonesia yang telah di perjuangkan oleh pejuang terdahulu ‘’Indonesia tidak akan merdeka tanpa adanya revolusi jihat kemerdekaan Indonesia, dan dengan adanya hal tersebut saya mengharap kepada para santri, santri masa depan dan  seluruh putra putri bangsa, untuk  memperkuat jiwa nilai relijius keislaman sekaligus juga jiwa nasionalisme ke bangsaan, santri unggul Indonesia makmur, santri Indonesia untuk perdamayan, santri itu harus berada di gerbang paling depan, untuk membentengi NKRI, dari berbagai ancaman ’’tuturnya.

Sebelum Bapak Bupati Bangkalan mengakhiri sambutannya ia berharap agar para santri membangun Kota Bangkalan yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW dengan memperkuat iman dan takwa yaitu: demi terwujudnya Kota Bangkalan sebagai kota zikir dan sholawat, juga memperkokoh uhuwah islamiyah antar umat muslim supaya tercapainya masarakat yang adil dan makmur berdasarkan ketuhanan yang maha esa serta terwujudnya masyarakat yang aman dan sejahtera lalu di susun dengan menyanyikan mars santri serta pembacaan doa.

Setelah Apel santri selesai, dilanjutkan dengan penampilan-penampilan samman dan seni bela diri pagar nusa dari ponpes Nurul Cholil Demangan Barat Bangkalan.

 

Reporter : Fathurrosi

Editor : Dhoifur Rohman