Santri Termuda Dan Terkecil 2019 Asal Bekasi

oleh -221 views
Fahri Alhaqi Bersama Ust. Zahid, Guru Pengajar MDS. Al-Ma'arif Ponpes Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

Syaichona.net – Setiap orang tua pasti menginginkan putra dan putrinya menjadi anak yang sholeh dan sholeha, agar kelak ketika kedua orang tuanya telah meninggal dunia ada yang mendoakannya. Karna dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa ketika seseorang telah meninggal dunia maka terputuslah segala amal perbuatannya, kecuali tiga perkara, dan salah satunya ialah anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya yang telah meninggal.

Dari kutipan hadis diatas bisa kita simpulkan, betapa pentingnya kita sebagai orang tua harus memiliki anak yang sholeh dan sholeha, supaya dengan memiliki anak sholeh dan sholeha kita sebagai orang tua akan tetap merasakan taburan pahala doa dari anak sholeh dan sholeha yang kita miliki, meskipun kita sebagai orang tua telah meninggal dunia. Dan hanya anak sholeh dan sholehalah yang akan tetap mendoakan kedua orang tua yang telah meninggal.

Akan tetapi, menjadikan putra dan putri kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah tidak semudah yang kita bayangkan, bahkan membutuhkan proses yang panjang  dengan pendidikan yang mencangkup tentang ketuhanan dan cara memiliki budi pekerti yang baik sebagai seorang anak  agar tidak durhaka kepada kedua orang tua. Namun menjadikan putra dan putri kita menjadi anak yang sholeh dan sholeha tidak cukup hanya di ajarkan tentang pendidikan formal.

Dan perlu diketahui bagi para orang tua, bahwa ketika anak tidak dididik dengan baik, maka putra dan putri kita akan menjadi sumber fitnah, sebagai mana dalam al-qur’an yang berbunyi: إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ Artinya: “sesungguhnya harta-hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah dan di sisi Allah lah pahala yang besar.”  (Qs: At-Tawabun: 15)

Semoga kita bisa mendidik anak-anak kita menjadi anak yang taat kepada Allah dan berbakti kepada orang tua.

Juga perlu diketahui oleh para orang tua, bahwa salah satu kewajiban kita sebagai orang tua yaitu mengajarkan anak-anak kita ilmu tentang agama. Namun jika kita sebagai orang tua tidak mampu untuk mengajarkannya, maka cara yang sangat efektif memondokkan putra dan putri kita ke pesantren. Karna hanya dipesantrenlah anak kita akan diajarkan tentang agama, sopan santun dan berbagai macam ilmu lainnya, baik yang berkaitan dengan ilmu keagamaan maupun ilmu formal.

Seperti yang dilakukan bapak Handris, beliau memondokkan putranya yang bernama Fahri Alhaqi di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Fahri Alhaqi yang merupakan  kelahiran tahun 2012 dan meliki alamat lengkap, Kp. Cangkring Jaya Laksana Cabungbungin Bekasi Jawa Barat,  kini menjadi santri termuda dan terkecil di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan pada tahun ajaran 2019-2020 dan berdomisili di asrama daerah D-08.

Ketika kami penulis menanyakan kepada Fahri Alhaqi tentang keberadaannya di pesantren, maka dia menjawab tidak kerasan, “tidak” jawabnya ketika kami menanyakan. namun meskipun tidak kerasan beliau tetap berada di pesantren sampai saat ini.

Dan ini menunjukkan bahwa anak yang masih tujuh tahun rela meninggalkan teman mainnya demi menjadi anak sholeh dan membahagiakan kedua orang tuanya, kelak ketika telah beranjak dewasa.

Terakhir dari pemulis, semoga kita menjadi anak sholeh dan sholeha yang mampu membahagiakan kedua orang tua dan juga diberikan keturunan yang sholeh dan sholeha. Aamiin ya rabbal alamin.

***

Penulis: Harun Al Rasyid

Reporter: Shoim Karim