Para Ulama Timur Tengah Hadiri Resepsi Pernikahan Mas En & Neng Fiya

oleh -2.258 views
foto bersama Mas En dan Neng Fiya bersama para habaib dan ulama timur tengah. selasa (16/06/2019)

Bangkalan, Syaichona.net – Setelah terlaksananya resepsi pernikahan yang pertama di kediaman mempelai putri di Surabaya pada tanggal 20 Juni yang lalu. kini resepsi pernikahan antara  Mas Ismail Al-Ascholy dengan Neng Muktafiyah Bikanafillah, Putri Rais Aam PBNU  yang kedua  dirayakan di dalem mempelai putra di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan pada hari selasa (16/07/2019).

Resepsi penikahan Mas Ismail Al-Ascholy dengan Muktafiyah Bikanafillah, putri Kiai Miftahul Akhyar selaku Rais Aam PBNU, dihadiri para ulama Timur Tengah diantaranya, Syekh Muhammad bin Ismail Zaen Mekkah, Syekh Aun Al-Quddumy Yordania, Syekh Jihad Al-Kulaity, Habib Abdullah bin Muhammad Mekkah dan para habaib dan ulama lainnya.

Sebelum kedua mempelai menuju panggung megah nan mewah, dilaksanakan pemotongan pita bunga sebagai penanda diresmikannya acara resepsi pernikahan oleh Syekh Muhammad bin Ismail, sembari mendoakan kedua pasangan agar diberikan keberkahan di dunia dan akhirat. Setelah membacakan sholawat Syekh Muhammad memotong pita bunga tersebut, “Allahumma sholli ala sayyidina muhammad”. Dauh Syekh Muhammad

prosesi pemotongan pita bunga oleh Syekh Muhammad sebagai penanda diresmikakannya resepsi pernikahan

Sambutan shohibul  hajah (tuan rumah) resepsi pernikahan Mas En dan Neng Fiya disampaikan oleh Kh. Thoifur Ali Wafa, dalam sambutannya beliau berterimakasih kepada para alim ulama dan undangan yang telah memhadiri resepsi pernikahan Mas En dan Neng Fiya, panggilan Mas Ismail Al-Ascholy dan Neng Muktafiyah Bikanafillah.

Acara di lanjutkan dengan mauidhotul hasanah yang disampaikan Syekh Muhammad bin Ismail dan diterjemah kedalam bahasa Indonesia oleh Habib Ubaidillah Surabaya.

Baca Juga: Seluruh Mata Tertuju, Jaran Kencak Parade Mas En dan Neng Fiya

Dalam tausyiahnya, Syekh Muhammad menyampaikan tentang keistimewan resepsi pernikahan yang sedang berlansung, keistemewaan pertama ialah dapat mengumpulkan dua keluarga yang ahli ilmi dan memilik kemulyaan. Bahkan, dalam pernikahan mengandung manhaj melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW.

Kemudian acara diakhiri dengan pembacaan doa yang ditujukan kepada kedua mempelai oleh Syekh Aun Al-Quddumy Yordania.

pemotongan kue oleh kedua mempelai

Setelah kedua mempelai melakukan foto bersama dengan para habaib dan ulama dari timur tengah, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue oleh para ulama dan ditutup dengan pemotongan kue oleh kedua mempelai dan didampingi oleh ibunda Mas Ismail Al-Ascholy, Nyai Hj Muthmainnah Aschal, pengasuh Pondok Pesantren Putri Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

***

Reporter: Harun Al Rasyid

Editor: Shoim Karim