Empat Amalan Bisa Dialirkan Kepada Orang Tua di Alam Kubur

oleh -39 views
Dari kanan, Kh. Dr. Syamsul Arifin. Rkh. Fakrillah Aschal

SYAICHONA.NET, Bangkalan – Dalam rangka memperingati Haul Al Maghfullaha Nyai Hj Romlah bin Kh. Imron, keluarga besar  Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bengkalan menggelar tabligh akbar dan sholawat bersama yang dihadiri Kh. Dr. Syamsul Arifin dari Jember sebagai muballigh. Peringatan haul ini bertempat di halaman pesantren, Minggu (14/07/19) malam.

Haul Al Maghfullah Nyai Hj Romlah tersebut dihadiri para ulama dan masyarakat sekitar serta  diikuti para  satri putra dan putri Pondok Pesantren Syaichona Choli dengan menggunakan baju seragam dan kopian putih.

Acara dimulai setelah sholat isya’ berjemaah, dengan pembacaan sholawat al habsy oleh jamiyah Ahbabul Musthofa Bangkalan, pimpinan RKH. Fakhrillah Aschal. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh Kh Hannan Nawawi.

Terakhir acara ditutup dengan penyampaian mauidhotul hasanan  oleh  Kh. Dr. Syamsul Arifin, dalam tausiyahnya beliau menyampaikan ada empat amalan yang dapat dialirkan atau diberikan kepada orang orang tua yang sudah meninggal dunia.

“ada empat amalan yang pahalanya akan tetap sampai kepada orang tua yang sudah ada dalam kubur” dauh kh. Syamsur arifin

Pertama, berdoa dan memintakan ampunan kepada orang yang di kubur. Mengambil dari dalil inilah dikalangan masyarakat nahdiyyin muncul sebuah tradisi yang disebut tahlilan, meski dalam tahlilal tidak berisikan doa dan istighfar semua, akan tetapi diselingi dengan ayat al qur’an dan kalimat tahlil (lailaha illah).

Kedua, melanjutkan cita-citanya yang masih belum tercapai atau janji yang masih belum terlaksana, termasuk juga melanjutkan tradisi kebiasaan yang sudah pernah dilakukan. Dan ini dikatakan sebuah bakti anak kepada orang tua yang sudah meninggal.

Ketiga, memuliakan para sahabat orang tua  yang masih hidup.

Dan yang terakhir, selalu menjaga silaturrahim kepada kelurga orang tua, dan ini termasuk bakti anak kepada orang tua. Karna tidak mungkin ada silaturrahim kalu tidak ada orang tua.

Kh. Syamsul Arifin melanjutkan tentang definisi dari silaturrahim, beliau menyampaikan terkait dengan definisi silaturrahim yang berada dalam kitab sarah nawawi ala shohih bukhori muslim yang dikarang oleh imam nawawi, bahwa takrif dari silaturrahim ialah berbuat baik kepada keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan.

***

Penulis: Harun Al Rasyid

Editor: Shoim Karim