Mencegah Pemahaman Radikalisme, RKH. Nasih Aschal; Berperan Aktif Berdakwah Di Media Sosial

oleh -468 views
Sesi Foto Bersama Para pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia dan PC GP Ansor Malaysia Bersama Narasumber Seminar, RKH. Moh. Nasih Aschal, Minggu (07/07)

Syaichona.net – Tidak bisa kita pungkiri lagi, di era digital ini pemahaman radikalisme sangat membludak dikalangan masyakarat, sedangkan penyebarannya menggunakan medsos, yang merupakan alat termudah untuk mengupdate informasi ke tengah-tengah masyarakat dan besar kemungkinan pemahaman radikalisme akan dikomsumsi sebagai amaliyah harian oleh masyarakat awan.

Minggu (07/07). Bertujuan mencegah pemahaman radikalisme yang telah berkembang biak dikalangan masyarakat, pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia bekerjasama dengan PC GP Ansor Malaysia menggelar seminar istimewa  bertajuk “Mencegah Ekstrimisme, Merajut Kebangsaan Yang Ber-Bhineka Tunggal Ika” acara yang dikemas dengan Halal Bihalal ini bertempat di City I/Illa Hotel Malaysia.

Panitia seminar istimewa, menghadirkan langsung narasumber dari Indonesia, kiai muda yang telah bergelut dalam bidang dakwah dan sebagai ketua RMI NU Bangkalan, RKH. Moh. Nasih Aschal Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berjihad dan berperan aktif membentengi paham radikal yang telah menyebar menggunakan sosmed.

“mari kita selalu bisa update informasi di era digital ini, karna kalau kita tidak bisa berperan aktif mengkonsumsi medsos, maka besar kemungkinan kita akan terbawa pada pemikiran-pemikiran yang menyimpang, oleh karenanya marilah kita berperan aktif berdakwah di media sosial”. Harap  Ketua Umum Ponpes Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

Selain itu, ketua RMI NU Bangkalan ini juga memaparkan kepada para peserta seminar terkait nila-nilai kebangsaan dan keagamaan, menurutnya, antara nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai agama sama sekali tidak ada benturan antara keduanya, bahkan beliau tidak menyalahkan kebiasaan banser yang ikut menjaga gereja demi menjaga persatuan Indonesia.

“Bagi NU tidak ada benturan antara memperkuat kebangsaan dengan nilai-nilai Agama bahkan bagi Banser menjaga gereja sekalipun adalah bentuk memperjuangkan agama karena ijtihad kebangsaan NU luar biasa” dauhnya.

Narasumber juga sangat menyayangkan, karna masih banyaknya masyarakat yang belum bisa mentelaah dan memahami konsep jihad yang sebenarnya dalam islam dan kebanyakan dari mereka membenturkan antara jihad dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Dalam penuturan narasumber, “Islam Rahmatan Lil alamin tidak ada benturan dengan konsep jihad karena jihad yang diajarkan dalam islam justru untuk menjalankan nilai-nilai toleransi”. Ujarnya.

Penulis: Harun Al Rasyid

Editor: Ach. Shoim