Jadi Pembicara Seminar Di Malaysia, Ra Nasih Singgung Keberadaan Jihad Di Indonesia

oleh -665 views

SYAICHONA.NET – Ketua Umum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. RKH. Mohammad Nasih Aschal menjadi narasumber dalam acara halal bihalal serta  seminar istimewa yang diadakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia dengan PC. GP Ansor Malaysia. di City Villa Hotel Malaysia pada Ahad (07/07).

Seminar yang mengusung Tema “Mencegah Ekstrimisme, Merajut Kebangsaan Yang Ber-Bhineka Tunggal Ika” juga dihadiri dari beberapa tokoh Syuriah dan Tanfizdiyah PCI NU Malaysia. Dan para kader dan badan otonom NU juga hadir.

Dalam pemaparan seminar tersebut Ra Nasih sapaan akrab Ketua Umum PP. Syaichona Moh. Cholil Bangkalan tersebut  banyak mengutarakan tentang keberadaan jihad yang sebenarnya. Karena melihat situasi saat ini banyaknya orang yang salah dalam memahami konsep jihad yang diajarkan dalam islam bahkan seringkali masyarakat membenturkan antara jihad dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.

“Islam harus dikesankan dengan islam yang ramah. Islam itu harus paham. Tidak ada kontradiksi yang menghubungkan antara Islam Rahmatal Lil Alamin dengan sebuah hukum yang kita kenal dengan Istilah jihad. Kita sebagai kader NU harus mampu menjawab tentang Isu isu Islam yang hari ini dihubungkan dengan gerakan Radikalisme , Terorisme dan semacamnya” jelasnya

BACA JUGA : Mencegah Pemahaman Radikalisme, RKH. Nasih Aschal; Berperan Aktif Berdakwah Di Media Sosial

Lebih lanjut  Ra Nasih yang juga menjadi Ketua PC. RMI NU Bangkalan menegaskan kepada para audien agar memiliki rasa kewarganegaraan terhadap bangsa Indonesia yang dituntut harus memiliki kewajiban untuk menjaga kedaulatan negaranya.

“Untuk menjaga kedaulatan negara yang kita cintai ini sebuah peluang dan keharusan bagi para kader NU seperti Ansor harus tampil didepan untuk menjaga gerakan gerakan yang mengatasnamakan jihad, Karena saya kira jihad yang sebenarnya adalah jihad melawan penjajah, jihad melawan kesewenang wenangan dan jihad melawan kedzoliman” imbuhnya

Beliau juga melanjutkan bahwa semua yang terjadi tidak ditujukan kepada saudara saudara kita tetapi ditujukan kepada perilaku perilaku yang kemudian merugikan sebuah harkat dan martabat sebuah negara.

Terakhir kiai muda yang juga menjabat Ketua Umum Asschol tersebut berharap kepada para kader NU yang berada di Malaysia untuk berperan aktif dan ikut serta berdakwah melalui IT tentang ajaran islam guna membentengi generasi bangsa dari pemahaman dan pemikiran yang radikal dan menjaga generasi muda kita tidak terpengaruh terhadap gerakan yang mengatasnamakan islam.

“saya kira untuk membentengi semua itu, dan kalau memang mau belajar tentang islam dengan benar belajarlah di pesantren karena pesantrenlah yang sejatinya membawa pesan islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW” Ungkapnya

REPORTER : ACH. SHOIM KARIM