Mutiara Embun Santri Baru di Malam Hari Raya Idul Adha

oleh -68 views
Syaichona.net – Embun yang yang selama ini beku kaku di dasar kalbu menahan Mekarnya kelopak suci mawar akibat pupuk kebatilaan dan keangkuhan melawan syiar-syiar agama di yang telah terserukan dengan indah oleh Baginda Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihissalam di sepanjang hariku. Duri-duri kemusyrikan yang tersusun rapi mengunci ruang gerak kalbu, Namun, sejak musim syawal kemarin duri-duri itu kini semakin tumpul berkarat akibat desiran angin syahdu kalimatulhak pesantren. Mutiara embun itu kini berhasil tumpah di sela-sela lantunan Takbir Muqayyad “Allaahu akbar… allaahu akbar …allahu akbar.. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar . Allaahu akbar… allaahu akbar.. allaahu akbar.. walillaahil- hamdl”. Mengingatkanku akan canda tawa sebelum tiga bulan lalu di lorong jalan bersama teman sepermainan. Gema suara takbir terdengar dari musholla-masjid yang di lantunkan dengan suara yang meliuk-likuk indah, menyejukkan jiwa yang lagi kesepian siapapun yang mendengarnya pasti akan merasakan kerinduan yang menderu-deru rindu akan ibu. Sama seperti yang tengah kurasakan sedih, rindu dan iri itulah perasaan yang aku rasakan pada malam penuh gembira itu bagi mereka yang berada disisi keluarganya. Rindu mendalam seperti ini tak pernah ku rasakan sebelumnya, nasihat ibu yang dulu selalu ku abaikan, perintahnya yang selalu ku debati dan janji yang selalu ku ingkari demi meluang luaskan waktu main ku yang tak berguna. Ku dapati rindu ini sambil menerawang kelamnya malam seakan mengejekku karena menjadi lelaki cengeng, menangisi seseorang yang tak ku hiraukan sebelumnya, Maafkan aku ibu. Terima kasih waktu yang telah mengizikanku berfikir ke depan akan tulus ikhlas cinta kasih sayangnya, terima kasih jarak yang telah mengajariku akan rindu yang patut ku rindu di kala terpisah dan berbakti di kala berada di sisinya. Semoga aku bisa menjadi anak yang kau harapakan  di pesantren tercinta ini, yang dapat membuatmu menangis akan kesuksesanku. Amin ya rabbal ‘alamin…… _______________ [Dhoifur Rohman]