Kedahsyatan Pahala Puasa Tarwiyah Dan Arafah

oleh -639 views
Syaichona Moh. Cholil
Syaichona.net-Mengingat kembali tentang kejadian kejadian yang terjadi pada bulan dzulhijjah. Salah satu kejadian besar yang sampai sekarang ini masih dilaksanakan oleh umat muslim sejagad adalah sejarah dan awal mula terjadinya penyembelihan qurban bagi umat islam. Pada tangal 8 dzulhijjah malamnya Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah untuk menyembelih Nabi Ismail. Waktu itu Nabi Ibrami masih ragu-ragu apakah mimpi itu benar atau hanya sekedar mimpi. Maka hari itu Nabi Ibrahim berpikir terus tentang mimpi tersebut. Maka dari itu hari tersebut dinamakan dengan hari tarwiyah (hari mikir-mikir). Dan pada hari itu disunnahkan untuk berpuasa tarwiyah. Pada hari kedua tepatnya pada tanggal 9 dzulhijjah Nabi Ibrahim bermimpi yang sama lagi maka setelah itu baru Nabi Ibrahim yaqin bahwa mimpi tersebut adalah memang benar-benar perintah Allah. Dan pada hari itu disebut hari Arofah (hari Keyakinan) disunnahkan untuk berpuasa Arofah. Pada hari ketiga tepatnya tanggal 10 Dzulhijjah Nabi Ibrahim melaksanakan penyembelihan Nabi Ismail akan tetapi belum sampai disembelih Malaikat Jibril turun dengan membawa domba dari surga untuk menggantikan Nabi ismail. Maka hari itu yang disembelih adalah domba yang diambil dari surga. Dan hari itu disebut hari qurban. itulah sejarah singkat terjadinya puasa tarwiyah dan arafah. Terus apasih yang dimaksud dengan puasa tarwiyah dan arafah dan juga keutamaan puasa dihari tersebut…??? Puasa Arafah dan tarwiyah sangat dianjurkan untuk dilakukan agar turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jemaah haji yang menjalankan ibadah di tanah suci. Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan hadits ini dloif (kurang kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla’ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum. Adapun Niat Puasa Tarwiyah Tanggal 8 Dzulhijjah sebagai berikut: نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى Latin : “NAWAITU SHAUMAT TARWIYATA SUNNATAN LILLAAHI TA’AALA” Artinya: Aku niat puasa sunnah tarwiyah karena Allah Ta’ala Sedangkan yang dimaksud dengan Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 Dzulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa-puasa lainnya. Keutamaan puasa Arafah ini seperti diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda: صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas. (HR. Muslim) Adapun niat Puasa Arafah Tanggal 9 Dzulhijjah sebagai berikut: نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى Latin : “NAWAITU SHAUMA ‘AROFATA SUNNATAN LILLAAHI TA’AALA” Artinya: Aku niat puasa sunnah arafah karena Allah Ta’ala. Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku. Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun. (HR Bukhari Muslim). Selain Hari Tarwiyah dan Arafah, sepuluh hari bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda: ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari)

Oleh: Harun Al Rasyid