Esesnsi Keistimewaan Bulan Dzulhijjah Yang  Menghilang

oleh -278 views

Syaichona.net-Di bulan agustus ini kita tak hanya akan menemukan momentum kemerdekaan Republik Indonesia saja, di bulan agustus kali ini yang bertepatan dengan bulan dzulhijjah yaitu bulan yang Allah Azza Wajalla jadikan sebagai “Musim Beribadah”, sehingga dipilihNya sebagai waktu dilaksanakaknnya  kewajiban ibadah haji yang merupakan salah satu rukun islam.

Suasana semarak beribadah dan melakukan amal sholeh yang kita jumpai di bulan ramadhan. Masjid yang biasanya sepi dari jamaah mendadak ramai-ramai pergi mendatangi masjid ketika sholat tarawih pertama dan melakukan banyak amal baik lainnya seperti besedekah dan silaturrahim .

Namun, sayangnya peristiwa tersebut hanya semarak di bulan ramadhan saja, suasana semangat beribadah dan memburu ribuan pahala tiba-tiba sirna begitu ramadhan berlalu. Seolah bulan suci untuk mendulang ribuan pahala hanya terjadi di bulan ramdhan saja.

Kebanyakan masyarakat belum menyadari bahwa bulan dzulhijjah termasuk bulan yang istimewa juga setelah bulan ramadhan. Banyak dalil yang menunjukkan bahwa amal sholeh yang dilakukan di bulan dzulhijjah akan dilipat gandakakn lebih-lebih di  sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah yang mempunyai kekhususan pribadi di dalamnya.

Allah Azza wajal sumpah dalam surat  al-fajar Ayat 1 sampai 2 yang menunjukkan di dalamnya ada keagungan dan keutamaan yang besar.

Karena keistimewaan itulah perbuatan baik yang dilakukan di sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah menjadi amal yang sangat dicintai Allah Azza wajal melebihi perbuatan baik yang dilakukan di luar batas waktu itu. Dari Ibnu Abbas radiallahu ‘anhu Nabi shallallahu alaihi wa sallam Bersabda:

Tidaklah ada hari yang mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dari pada hari-hari tersebut (yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah).”

Para sahabat pun bertanya, “Wahai Rasulullah, Tidak pula jihad di jalan Allah tidak lebih utama darinya?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Sekalipun jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali sedikit pun  darinya (karena mati syahid).” (HR. Al-Bukhari).

______________