Ribuan Santri Bangkalan Hadiri Puncak Peringatan Hari Santri Nasional Dengan Berdzikir Dan Sholawat

oleh

Syaichonacholil.net – Pemerintah Kabupaten Bangkalan Bersama  PCNU Bangkalan menggelar puncak Peringatan Hari Santri Nasional, Sabtu (21/10) di Halaman Stadion Gelora  Bangkalan yang dikemas dengan pembacaan dzikir dan Sholawat yang dipimpin oleh KH. Fachrillah Aschal  bersama para ribuan santri dan warga masyarakat Bangkalan.

Malam ini merupakan tahun ketiga peringatan Hari Santri Nasional. Peringatan hari itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 22 tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional. Berbeda dengan peringatan tahun sebelumnya, PCNU Bangkalan memulai rangkain acara dengan berjalan kaki membawa obor  dari PP. Syaichona Moh. Cholil  yang di pimpin pengasuh RKH. Fachrillah Aschal Dengan Menunggangi Kuda disertai iringan sholawat menuju Stadion Gelora Bangkalan

Acara yang dihadiri oleh jajaran pemerintah kabupaten bangkalan beserta Polres Bangkalan, KH. Makki Nasir Selaku Ketua Tandfidiyah PCNU Bangkalan mengungkapkan kebahagiaan atas terlaksananya puncak peringatan Hari Santri Nasional bahwa Pemerintah Republik Indonesia memberikan  sebuah pengakuan atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut , mengawal , dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

“Artinya para pendiri Negara kesatuan Republik Indonesia tidak lepas dari peran para ulama dan santri oleh karena itu momen peringatan Hari Santri Nasional menjadi cambuk semangat bagi kita, semangat bagi santri untuk mengisi kemerdekaan  karena santri memiliki paham yang besar dan andil yang besar dan pernah mengisi kemerdekaan Negara kesatuan Republik Indonesia” Dauh Beliau

Menanggapi perjalanan menuju peringatan Hari Santri Nasional,  KH. Ahsanul Haq Selaku Pengurus Wilyah PWNU Jawa Timur memaparkan kronologi lahirnya Hari Santri Nasional  yang merupakan inisiatif dari Presiden joko Widodo ketika berkampanye menuju pilpres 2014. Dengan peran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan para kiai Senusantara menagih janji Presiden dengan kesepakatan dan perkumpulan para alim ulama dan pemerintah maka tercipyanya Hari Santri Nasional yang bertepatan pada tanggal 22 Oktober.

“Kita besyukur kepada Allah SWT Karena perjuangan perjuangan kiyai kita perjuangan ulama kita sudah mendapatkan penghargaan yang sesuai  dari pemerintah . inilah yang patut kita contoh dan teladani dari beliau beliau ulama ulama kita” pesan Beliau.

Pewarta : Shoim_Karim